ACDD 40# CINTA HALAL
"Berpegangan tangan saja bisa menjadi pahala jika sudah halal. Itulah kenikmatan yang kita rasakan saat kita berusaha menjaga dari yang haram sampai halal tiba."
~Aisfa (Cinta dalam Doa)~
🕊🕊🕊
"Sakit," rintih Aisfa, merasakan nyilu di giginya.
Gadis itu tidur tidak berdaya dipangkuan Gus Alfatih sesudah menandaskan coklat pemberian Gus Alfatih.
"Ke dokter ya," ajak Gus Alfatih dengan lembut.
Aisfa menggeleng spontan. Gadis itu sangat anti dengan dokter gigi. Pernah suatu hari Aisfa pergi bersama Bundanya untuk melakukan pencabutan giginya yang sakit secara terus menerus dan setelah ia merasakan sakitnya gigi dicabut, Aisfa bersumpah tidak akan pergi ke klinik dokter gigi lagi.
"Pijitin," rengeknya dengan mata yang sudah memerah sambil mengarahkan tangan Gus Alfatih pada pipi di tempat giginya sakit.
Gus Alfatih menurut. Pemuda itu memijit-mijit pelan pipi istrinya yang cukup membuat Aisfa sedikit tenang akhirnya.
Tak lama kemudian, datanglah Gus Afnan membawa air dan obat sakit gigi untuk kakak iparnya.
"Kalau tidak mau ke dokter gigi, minum obat ya?"
Aisfa mengangguk lemah. Ia pun meminum obat yang dijulurkan Gus Alfatih. Aisfa berharap setelah meminum obat, nyeri pada giginya hilang.
"Parah kamu, Bang bikin Mbak Aisfa sakit," kata Gus Afnan yang sudah tahu penyebab kakak iparnya sakit.
Aisfa menyangkalnya, "Bukan salah Gus Alfatih kok, tapi salah aku sendiri karena tetap makan coklatnya padahal udah tahu resikonya."
Gus Alfatih mengangkat wajah istrinya dan menatap lurus matanya. "Jangan bilang karena kamu ingin menghargai saya?"
Kontan Aisfa menggeleng. "Bukan, tapi karena aku juga suka, Gus. Ibu dan Ayah sudah melarang aku untuk makan coklat dan yang manis-manis terlalu berlebihan, tapi setelah Gus kasih coklat tadi, aku gak tahan, jadi aku habisin." Wajahnya tertunduk menyesal.
"Jangan bilang sama Umi dan Abi ya, Gus nanti mereka bilang sama Ayah dan Ibu."
Gus Alfatih tersenyum sembari memeluk istrinya. "Baiklah, Aisfa."
Rencana untuk pindah hari ini menjadi gagal karena kondisi Aisfa yang tidak memungkinkan. Gus Alfatih terpaksa berbohong pada orang tuanya dengan mengatakan masih ingin di ndalem.
Gus Adnan dan Umi Hanaya tentu saja senang mendengar hal itu. Malahan mereka menginginkan putra dan menantunya untuk tetap tinggal bersama mereka.
"Bang hari senin jam pertama bukannya jadwal kamu ngajar ya?" Gus Afnan memperingati.
"Aisfa lagi sakit, gak mungkin Abang tinggal. Abang minta tolong kamu buat isi kelas ya, Nan."
Terdengar decakan dari bibir Gus Afnan.
"Kenapa? Tidak mau?"
"Bukan gitu, Bang. Tapi-"
"Tapi apa? Kamu keberatan karena mengajar di kelas Ayla?
Gus Afnan sontak menatap Kakaknya terkejut. "Abang tahu?"
Gus Alfatih tertawa kecil. "Apa yang Abang gak tahu tentang adik-adik Abang."
"Aku gak suka dia. Aku gak suka ada yang nyamain dia dengan Ning Sarah. Mereka beda."
Gus Alfatih mengangguk berusaha mengerti keadaan adiknya. "Tapi apa salah dia sampai kamu membencinya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam Doa [Terbit]
SpiritualSeperti kata pepatah, berharap kepada manusia adalah patah hati paling disengaja. Hal itu pulalah yang dirasakan oleh Aisfa, mantan badgirl yang sedang memperbaiki dirinya. Ia yang trauma dengan cinta dan pernikahan, mendadak merasakan getaran cint...
![Cinta dalam Doa [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/313084020-64-k99941.jpg)