ACDD 47# KEMBAR
"Ketika kita berbuat salah kepada manusia lantas dia tidak memaafkan kita sampai dia meninggal, maka dia akan menuntut balas kita kelak di akhirat walaupun kita sudah meminta maaf pada Allah. Berbeda dengan ketika kita berbuat salah kepada Allah kemudian segera meminta ampun ketika sadar, maka Allah akan langsung memaafkan kita."
~Aisfa (Cinta dalam Doa)~
🕊🕊🕊
"Awsh," ringis Ita ketika tubuhnya tidak sengaja didorong membuatnya jatuh di lantai.
Kampus hari ini ramai sekali karena kedatangan tamu spesial yang mana dia adalah seorang pebisnis muda. Maka tak heran jika mahasiswa berdesakan untuk bertemu dengannya.
Di usianya yang terbilang masih muda, dia sukses melejitkan bisnis keluarganya. Siapa yang tidak kenal Muhammad Alfatih Adnan Zayn, pemuda berusia 26 tahun, penerus Latanza Cafe. Semenjak Latanza Cafe beralih ke tangannya, usaha itu semakin berkembang pesat. Bahkan sudah membuka puluhan cabang di Indonesia dan beberapa diluar negeri.
Namun, walaupun Gus Alfatih berasal dari keluarga berada, ia dan keluarganya dikenal sebagai orang yang hidupnya sederhana dan apa adanya.
Ita tersenyum ketika ada seseorang yang mau berbaik hati mengambilkan tongkatnya, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa sang empu. Gus Alfatih.
"Kamu gak papa, Ta?"
"Eh, Gus Alfatih? Saya gak papa, Gus. Terimakasih sudah mengambilkan tongkat saya."
Gus Alfatih mengangguk sembari tersenyum tipis. Namun, masih menjaga pandangannya.
"Kamu kuliah di sini ternyata."
"Iya, Gus. Alhamdulillah. Ayah Aisfa yang merekomendasikan. Katanya di sini bagus."
Gus Alfatih mengangguk lalu segera pamit karena harus cepat-cepat mengisi acara. Semua siswa berteriak ketika pemuda tampan itu naik ke atas podium. Acara pagi ini mengusung tema, 'Menjadi pebisnis muda yang gaul tapi ta'at.' Yang diisi oleh Gus Alfatih sebagai pembicara. Ia siap memberikan ilmu dan motivasi terkait bisnis untuk menginspirasi para pemuda-pemudi bangsa.
Di bawah para audiens menyimak dengan baik, termasuk Ita. Gadis itu sudah lama mengagumi Gus Alfatih karena kecerdasannya.
"Beruntung banget ya perempuan yang jadi pendamping Gus Alfatih. Udah ganteng, pintar, alim, mapan lagi. Kalau aku jadi dia pasti aku bakalan bahagia banget. Bodo amat tiap hari aku diceramahi pake hadist dan ayat," celetuk salah seorang mahasiswi.
"Aku jadi penasaran deh siapa istrinya Gus Alfatih. Aku denger-denger dia santriwati katanya."
"Berarti santriwati ini bukan santriwati biasa. Pasti dia cantik, shalihah dan pintar juga kayak Gus Alfatih."
"Emang ya kalau jodoh tuh cerminan diri sendiri."
Ita hanya geleng-geleng kepala mendengar orang lain membicarakan Gus Alfatih dan sahabatnya. Namun, ia tak bisa menyangkal keluarga mereka memang sempurna. Di tambah sekarang Aisfa sedang hamil. Pasti keluarga mereka semakin bahagia.
Berbeda dengan dirinya. Laki-laki akan berpikir ribuan kali untuk mendekatinya. Lagipula siapa yang mau memperistri perempuan cacat seperti dirinya yang tidak bisa apa-apa. Jalan saja membutuhkan bantuan tongkat. Hanya akan menambah beban saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta dalam Doa [Terbit]
SpiritualSeperti kata pepatah, berharap kepada manusia adalah patah hati paling disengaja. Hal itu pulalah yang dirasakan oleh Aisfa, mantan badgirl yang sedang memperbaiki dirinya. Ia yang trauma dengan cinta dan pernikahan, mendadak merasakan getaran cint...
![Cinta dalam Doa [Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/313084020-64-k99941.jpg)