15

6.5K 513 4
                                        

VOTE SEBELUM MEMBACA!

Kepulangan Laviola beberapa hari yang lalu di sambut hangat oleh Gracia. Setelah itu malamnya di mansion Fernandez menggelar makan bersama yang hanya dihadiri oleh para pekerja atas permintaan Gracia karena acara itu telah lama tidak dilaksanakan, kebetulan kondisi Gracia juga sudah jauh membaik. Selain karena alasan tersebut, Gracia melakukan itu untuk menghibur Laviola agar melupakan masalahnya.

Dan kini Laviola sedang berbaring di ranjangnya dengan buku yang ada di tangannya. Sudah tiga hari ini dia membolos sekolah untuk menghindari Leonardo karena laki-laki itu sudah pulang setelah satu hari kepulangannya dari villa. Xavier yang saat itu mendapatkan informasi tersebut langsung memanggilnya ke Fernandez Corporation, tetapi hingga kini Laviola tidak tahu bagaimana reaksi laki-laki itu ketika diminta untuk menjauhinya.

"Sweetheart!" Seseorang mengetuk pintu kamar Laviola, lalu tidak lama pintu tersebut terbuka menampilkan Xavier yang sudah rapi dengan pakaiannya yang casual.

"Papi mau ke mana? Ini sudah larut malam loh!" Xavier mendekat ke arah Laviola tanpa menjawab pertanyaan tersebut. "Jangan bilang mau pergi karena pekerjaan," lanjut Laviola yang diangguki oleh Xavier.

"Sayangnya apa yang kamu tuduhkan adalah kebenaran." Detik itu juga Laviola langsung memeluknya seolah memberitahu dirinya untuk tidak pergi. "Malam ini juga Papi harus terbang agar besok sore bisa kembali lagi dan Mami kamu juga ikut menemani Papi," Xavier tahu meskipun telah terbiasa ditinggalkan, Laviola akan merasa kesulitan jika dirinya pergi apalagi saat ini hanya Jasmine yang pasti menemaninya.

"Mohon pengertiannya ya, Sweetheart. Papi tidak bisa janji akan selalu menemani kamu, tetapi Papi akan selalu usahakan jika ada kesempatan waktu luang kita habiskan waktu bersama."  

"Tidak bisakah Laviola ikut Papi ke sana? Masa Laviola ditinggalkan terus, bulan lalu ke Spanyol dilanjut ke luar kota dan sekarang Papi mau pergi lagi?"

"Kami bukan mau liburan, Sweetheart. Papi kamu mau memantau proyeknya yang sedang berjalan dan juga menuntaskan pekerjaan kemarin yang belum selesai. Tempatnya sangat jauh dari perkotaan, kamu pasti tidak nyaman di sana. Jadi, ada baiknya kamu tidak perlu ikut."

Langkah heels Gracia terdengar di ruangan tersebut membuat Laviola mengalihkan perhatiannya yang tadi fokus pada Xavier. Gracia berdiri di hadapan Laviola yang saat ini duduk di pinggir ranjang bersama Xavier. Tangannya bergerak membelai pipi Laviola karena gadis itu cemberut, tidak ingin ditinggalkan. Biasanya mudah, tetapi kali ini cukup sulit karena perjalanan bisnis belakangan ini lebih sering dibandingkan dulu.

"Kalau begitu Mami tidak perlu ikut jika itu hanya pekerjaan Papi lagi pula keadaan Mami baru pulih beberapa hari yang lalu,"

Tak ada tangisan, tetapi mereka tahu bahwa Laviola bersedih dari raut wajahnya. Semenjak kepulangan mereka dari Spanyol, Laviola jauh dewasa jika mereka berdua sibuk dengan pekerjaannya. Dia pasti akan mengerti dan memberikan waktu untuk orang tuanya menyelesaikan pekerjaan mereka dengan syarat setelahnya harus meluangkan waktu untuknya seperti pada makan malam bersama beberapa hari yang lalu.

"Inginnya seperti itu, tetapi karena ada penyelenggaraan bakti sosial yang digelar oleh Fernandez Corporation untuk masyarakat di sana maka Mami harus ikut menemani Papi." Jika sudah seperti ini Laviola tidak dapat membujuk mereka. "Besok akan ada orang yang menemani kamu selama Papi dan Mami belum pulang–,"

"Bukan dia kan?" tanya Laviola spontan, dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan Leonardo untuk saat ini karena menghindarinya adalah pilihan yang tepat untuk keadaan sekarang.

"Tentu saja bukan dia orangnya."

"Jadi, kamu berkenan kan jika Papi dan Mami tinggalkan untuk satu hari saja?"

Revealing the HiddenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang