Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam istirahat kedua. Saat ini Miya sedang sangat galau, duduk termenung sendirian di buritan sekolah. Miya menghembuskan nafas.
Dia masih teringat ucapan pak Gun tadi . Beliau menyuruh semua murid untuk segera membayar buku, dan uang semesteran semuanya berjumlah 3 juta. Itu sudah termasuk SPP bulan depan .
Meski begitu tetap saja Miya bingung bagaimana cara dia membayarnya? Sementara uang peninggalan ibunya hanya tersisa 300.000 untuk membayar setengahnya saja tidak cukup.
Miya mana punya uang sebanyak itu? Dulu ibunya hanya meninggalkannya uang sebesar 6 juta itupun sudah Miya gunakan untuk keperluan sehari-hari,dan juga untuk check up ke dokter, serta membayar obat.
Apa iya dia harus bekerja? Tapi dokter melarangnya untuk tidak melakukan hal-hal berat yang bisa membuat tubuhnya terlalu capek apalagi penyakitnya belum sembuh betul. Kerena Miya masih dalam tahap pemulihan.
Miya kembali menghela nafas. Mungkin memang seharusnya dirinya tidak usah melanjutkan sekolah.
" Halo?Apa kabar semua?Hari ini gue bakal bawain sebuah lagu spesial terutama buat yang lagi pada galau, atau mungkin punya masalah. Syukuri aja ya guys!"
Miya mengerutkan kening . Pandangannya mencari asal dari suara itu. Yang ternyata dari pengeras suara yang tergantung di pojokan.
" Oke ini dia.."
Petikan gitar mulai terdengar syahdu. Tanpa sadar Miya terhanyut dalam lagu itu.
" Tak ada manusia~ Yang terlahir sempurna ~"
Miya tersenyum kecil. Ini salah satu lagu favoritnya. Miya bertanya dalam hati, kira-kira siapa yang menyanyikan lagu itu. Jujur saja suaranya sangat merdu.
" Syukuri apa yang ada~ Hidup adalah anugerah ~ Tetap jalani hidup ini~ Melakukan yang terbaik ~"
" Tuhan pastikan menunjukkan ~ Kebesaran dan kuasanya ~ Bagi hambanya yang sabar ~ Dan tak kenal putus asa ~ "
Miya kembali mengulum senyum sembari terus menyimak lagu itu dengan fokus . Sampai tiba-tiba.
" DOR!" Ujar seseorang mengagetkan Miya.Jantungnya seperti akan copot. Saat berbalik ternyata itu adalah ulah ketiga temannya.
" Kalian!?Ngagetin aja!" Seru Miya kesal.
" Sorry!" Ucap Amanda .
" Btw,ngapain sih Lo disini sendirian?" Tanya Chelsea penasaran. Pantas mereka bertiga cari-cari tidak ada. Tenyata orangnya lagi mojok sendirian di buritan sekolah.
" Nggak lagi ngapa-ngapain kok. Lagi pengen sendiri aja" Jawab Miya.
" Lo lagi ada masalah?" Tanya Amanda. Miya spontan menggeleng.