Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
10 MENIT SEBELUMNYA.
Aldi berjalan kearah Amanda yang tengah sibuk menikmati kopi di pinggir tenda. Entah mengapa pikiran Aldi sedikit cemas, dan tak tenang memikirkan Miya.
" Nda! Lo liat Miya nggak?"
" Tadi sih dia pamit sama gue mau ke danau bentar katanya. Tapi belum balik-balik. Em, Btw Lo sama Miya lagi berantem ya?"
Aldi diam.
"Lo bisa gak sih Al, lebih serius sama Miya? Gue kasihan banget sumpah sama dia Lo gantungin Mulu!"
" Gue tahu Nda. Gue salah, makanya gue mau ngejelasin semuanya sama dia"
Amanda mengangguk paham.
" Ok, udah sono buruan, udah sore juga, gue hawatir sama tuh bocah gak balik-balik"
Aldi mengangguk. Setelah itu bergegas menuju ke danau dengan langkah sedikit berlari.
Sesampainya disana Aldi tak menemukan keberadaan Miya. Tidak ada siapapun disana. Semula Aldi hendak berlalu mengira Miya sudah pergi dari tempat itu. Namun langkahnya terurungkan saat melihat butiran manik di dekat bebatuan. Aldi sangat mengenali manik itu yang Aldi yakini sebagai milik Miya. Pikiran Aldi langsung tertuju kearah danau. Mungkinkah Miya melompat?
Tanpa pikir panjang Aldi langsung melompat ke danau mencari keberadaan Miya. Benar saja Aldi bisa melihat tubuh Miya yang mulai tenggelam ke dasar. Aldi dengan cepat menolongnya, bergegas membawanya ke tepi.
" Ya, bangun Ya!"
Dengan panik Aldi berusaha memompa bagian dada Miya. Berharap gadis itu akan sadar. Aldi terus memompanya hingga tak terasa menitikkan air mata karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Aldi merasa sudah gagal menjaga istrinya.
" Ya, plis! Bangun Ya! Maafin gue!"
Aldi menitikkan air matanya kembali sembari merengkuh tubuh Miya di pelukannya, Aldi sangat merasa bersalah.
"Bangun Ya! Gue sayang sama Lo!"
" Uhuk! Uhuk!"
Tiba-tiba Miya terbatuk memuntahkan air dari mulutnya. Dengan pandangan lemah Miya menatap Aldi.
"Al...di"
Aldi tersenyum senang.
"Alhamdulillah... Akhirnya kamu sadar Ya!"
Aldi bergegas membopong tubuh Miya untuk dibawa ke tenda. Sesampainya disana semua orang langsung berkerumun penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada Miya.
"Miya kenapa Al?" tanya Amanda panik berselimut hawatir disusul oleh Chelsea, dan Sila yang ikut mendekat.
" Gue gak bisa jelasin sekarang, yang terpenting Lo gantiin baju Miya dulu, cari Bu Sasa buat periksa!"