Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
BIASAKAN UNTUK VOTE SEBELUM BACA # PLAGIAT DI LARANG MENDEKAT!
~TANDAI TYPO~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Miya memejamkan mata untuk mereda tangisnya. Rasanya hatinya benar-benar sakit saat menyadari sebuah kenyataan, bahwa suaminya tak sebaik yang selama ini dirinya kira dan idam-idamkan. Mengingat betapa baiknya dia padanya selama ini, semua kebaikan dan kata kata manis itu selalu Miya ingat.
Dulu Miya sangat ingin mengetahui siapa dia, dan ingin sekali bertemu dengannya dengan beribu terimakasih. namun sekarang? Miya tidak tahu harus bagaimana, dia sadar hanya seorang benalu pada hidupnya.
Miya kembali menyeka air matanya, rasa rindu kepada ibunya semakin menyeruak . Sesak sekali dadanya saat ini, bahkan matanya saja sudah sangat sembab. jika saja Miya tahu akan begini akhirnya, Miya lebih memilih untuk mati saja pada saat itu. dengan harapan ibunya tidak pernah mengorbankan nyawa untuknya. Karena percuma saja bukan?
Hiks!
Miya kembali menangis tersedu-sedu, hidupnya terasa tak berarti lagi saat ini, sudah tidak ada lagi yang bisa Miya harapkan dan Miya tuju. Satu satunya harapannya selama ini telah musnah, Lalu apa gunanya pernikahannya selama ini? Apa gunanya? Apa tujuannya? Memang Benar apa yang ibunya katakan bahwa cowok itu bisa menjaganya, tapi tidak untuk hatinya.
Ting!
Satu pesan tiba-tiba saja masuk, Miya menyeka air mata dan mengambil handphone-nya ternyata sudah ada 5 pesan masuk dari suaminya. Miya baru melihatnya karena dia memang baru membuka Hp.
Dengan berat hati Miya membukanya, Miya sudah berniat untuk mengakhiri saja semuanya, lagipula percuma saja kan jika suaminya saja mencintai orang lain.
My H online.
- Miya ada apa tadi nelpon? 09.30 - kok gak di bales 11.00 Miya menghela nafas dua pesan itu dikirim tadi pagi, lebih tepatnya selepas kejadian di UKS itu. Heh! Miya tersenyum kecut.
- ada apa sih Ya? Kamu sakit? Atau lagi ada masalah? 12.30
- kamu marah? Apa aku Ada salah? 12.45
- oke gini dech dua hari lagi Ada party, aku bakal nemuin Kamu kita Dateng bareng gimana? Kamu mau kan? Katanya mau Tahu siapa aku! Aku jemput oke? 02.30
Lagi-lagi Miya hanya bisa tersenyum hambar. Apa-apaan ini, semuanya sudah terlambat bagi Miya. Dia sudah mengetahui semuanya jadi buat apa dia mau menemuinya? Miya sudah tidak mau lagi bermain drama dengan cowok itu. Mengingat siapa pacar cowok itu yang tak lain sahabatnya sendiri. Miya tidak mau merusak hubungan mereka . Lagi pula Miya yakin akan mudah melepas Raka mengingat dia belum ada rasa apa-apa padanya.