Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam istirahat Miya berjalan ke sana kemari layaknya setrika. Otaknya terus berfikir keras bagaimana caranya bisa mengetahui siapa dia sebenarnya. Cara satu-satunya adalah menjebak mereka dengan suatu hal yang tidak mereka sadari, tapi apa?
Untuk beberapa saat Miya terus merenung. Tak sengaja matanya menangkap keelokan taman sekolah dengan berbagai jenis bunga bermekaran. Namun hanya ada satu bunga yang menarik perhatian Miya.
" Mawar putih!" Celetuk Miya.
Benar juga mengapa dia tidak menjebak mereka dengan mawar saja, bukankah suaminya itu tahu mawar apa yang dirinya sukai. Miya tersenyum miring. Tapi bagaimana bisa membuat mereka semua mau membelikannya mawar?
💡
Sebuah ide muncul dibenak Miya. Mungkin cara itu bisa Miya coba.kebetulan sehabis istirahat ini akan ada ujian praktik prakarya. Dan Bu Dewi juga meminta semua murid untuk menghias karya masing masing.
" Oke,Bismillah,kamu bisa Miya! Semangat!"
Miya langsung bergegas menyusuri koridor mencari dimana para most wanted itu berada saat ini. Langkahnya mendadak berhenti saat netranya melihat Miko.
" Hai Miko!" Sapa Miya.
" Oh,Hai?" Timpal cowok itu sambil tersenyum.
" Em,itu gue boleh minta tolong nggak?" Tanya Miya sedikit ragu.
Miko mengangguk.
" Selagi gue bisa pasti bakal gue bantu mang apaan?" Miya langsung tersenyum gembira.
" Jadi gini, pelajaran kedua nanti kan aku mau ada kelas praktek prakarya. Lah terus Bu Dewi nyuruh semua murid buat atur sendiri hiasan masing-masing. nah, gue niatnya mau pake bunga mawar aja " Miya menghentikan Kalimatnya sejenak.
" Jadi?" Tanya Miko tak sabar.
" Lo mau nggak bantu gue beliin bunga mawar? soalnya gue mau urus yang lain, nggak keburu kalo gue beli mawar dulu"
" Oh Gitu? Ok dech gue beliin. Bentar ya Lo tunggu sini aja"
Miya membulatkan mata tak percaya. Ternyata Semudah itu meminta tolong Miko.
" Seriusan mau?"
" Iya..."
" Makasih banget ya Miko!"
" Iya, Oh ya mawar apa? Kan banyak jenisnya?" Tanya Miko.
" Yang bagus yang gue suka pastinya!"
" Ok..." Jawab Miko setelah itu langsung melesat pergi. Miya baru teringat sesuatu.
" Miko ini uangnya"
" Nggak usah pake duit gue aja!" Seru Miko dari kejauhan. Setelah Miko hilang dari pandangan, Miya langsung bersorak.