Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keesokan harinya, Miya bergegas mencari keberadaan Raka. dia harus memastikan bahwa suaminya itu cowok itu atau bukan. Miya yakin kali ini dia pasti tidak akan mengelak.
" Jujur? Ju- jujur apa?" Bingung Raka seolah tak paham apa yang Miya bicarakan, namun cara cowok itu berbicara sedikit terbata.
" Gue udah tahu semuanya tentang Lo, dan juga Mahendra Group! Lo itu Suam_"
" Raka!" Panggil seseorang memotong perkataan Miya. Seorang gadis berambut panjang yang tak lain adalah Amanda mendekat.
" Ada apa nda?" Tanya Raka.
" Itu tadi pak gun manggil, Lo disuruh ke ruangannya sekarang juga" Jelas Amanda, Raka mengangguk.
" Oke,bentar ya Miya.Gue kesana dulu" Pamit Raka melenggang pergi.
" Gue juga mau kesana dulu ya" ucap Amanda setelah itu bergegas menyusul raka. sementara Miya hanya bisa menghela nafas pasrah.
Saat keduanya sudah jauh, dan tak terlihat dari pandangan Miya, mereka berhenti sembari mengatur nafas.
" Hampir aja! Makasih ya Nda"
Amanda mengangguk sembari tersenyum simpul.
" Gue tahu ini salah Ya! Tapi gue terpaksa!" 🍂🍂🍁🍂🍂
Setelah pelajaran pertama selesai, Miya memilih duduk bersama Sila dan Chelsea di kantin. Mereka nampak sibuk bercerita serta bercanda sementara Miya hanya diam, hanya sesekali saja menimpali. pikirannya lebih sibuk dengan dunianya sendiri.
Apalagi saat di jam pertama selesai pun, Raka tak kunjung kembali. dan anehnya Amanda juga, tapi Miya berusaha berfikir positif mungkin mereka sedang ada tugas penting dari pak gun.
" Woi!" tegur Chelsea mengagetkan Miya.
" Kenapa sih Miya? Ngelamun aja dari tadi?" Tanya Sila penasaran, Miya hanya menggeleng pelan sembari menarik sudut bibirnya keatas.
" Nggak kok, Lagi pengin aja!"
Sila dan Chelsea mengangguk-angguk paham, ya semua orang punya masalah dan privasi masing-masing. Jadi mereka tidak mau menanyakan lebih jauh sebelum Miya sendiri yang cerita.
" Kalo ada apa-apa cerita aja ke kita, barangkali kita bisa bantu" pesan Chelsea membuat Miya tersenyum.
" Gak ada apa-apa kok"
" Oh ya Chel.Katanya dua hari lagi mau ada acara party kelas dua belas ya?Lo mau Dateng gak Chel?" Tanya Sila mengubah topik.
" Ya jelas lah!"
" Kalo gitu kita Datengnya barengan yuk!" ajak Sila.
"Sorry dech Sil, Gue udah janji mau Dateng sama babang Vito gue tersayang! Lagian tema-nya juga couple lebih cocok Dateng sama pasangan" jelas Chelsea membuat bibir Sila mengerucut.
" Terus gue sama siapa dong?"
" Tuh Komo ada!" Iseng Chelsea.
" Dih,ogah gue! Mendingan gak usah Dateng aja sekalian" Chelsea terkekeh mendengar kekesalan Sila, sementara Miya hanya bisa menyimak tak cukup berminat untuk ikut membahas.
" Kalo Lo ikut juga kan Miya?" Tanya Chelsea tiba-tiba beralih pada Miya.
" Mm... Liat nanti aja lah" Jawab Miya singkat.
🍂🍂🍁🍂🍂
Sebelum jam pelajaran kedua dimulai, Miya berniat untuk menuju UKS terlebih dahulu untuk meminta obat, sebab kepalanya terasa sedikit pening.
Miya berjalan santai, namun saat jemarinya ingin membuka pintu niatnya ter-urungkan, saat tak sengaja mendengar suara cekikikan yang sangat familiar.
" Nda.." Panggil Raka.
" Apa?"
" Kok kamu bisa cantik banget sih Nda? Ngidam apa ya nyokap kamu dulu?" Amanda tersipu malu mendengar pujian Raka.
" Apaan sih ka?Gombal aja kamu, Malu tahu!" Ujar Amanda sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
Raka terkekeh.
" Ngapain malu? Sama pacar sendiri juga,lagian serius nda kamu Cantik!" Puji Raka yang lagi-lagi berhasil membuat Amanda salting.Amanda mengibas ngibaskan tanga ke wajahnya yang terasa semakin panas. Mendadak udara juga menjadi gerah.
" Love you Nda!"
Deg!.
Miya merasakan denyutan di hatinya. Dirinya sangat yakin tak salah mendengar. Jadi mereka diem-diem pacaran? Sejak kapan? Dan bukankah Raka itu?
Miya meremas ujung roknya, tak terasa air matanya menetes, saat Menyadari kenyataan itu. Namun tidak detik berikutnya Miya berusaha tenang itu belum tentu benar, dan Raka belum tentu suaminya. Dan lagi bukankah suaminya itu selama ini sangat baik padanya, jadi tidak mungkin dia menghianatinya.
" Gue harus cari cara buat membuktikan semuanya gimana ya?" Miya nampak berfikir disaat seperti ini otaknya terasa sedikit lemot, namun tak berseling lama Miya terfikirkan sebuah ide.
My H.
- assalamualaikum..
Tak lama setelah Miya mengirim pesan itu, hp di meja yang berada tepat di depan Raka berbunyi. Cowok itu bergegas membukanya bahkan beberapa kali mengetik sesuatu, setelah itu meletakkannya kembali. Sejurus dengan itu Hp di tangan Miya menerima pesan masuk.
My H.
- waalaikumsalam... kenapa?
Miya menutup mulutnya tak percaya air matanya kembali lolos. Tidak ini tidak mungkin. Miya berusaha mengendalikan diri dan mencobanya sekali lagi, kali ini dirinya berniat untuk menelpon.Dan benar saja hp di tangan Raka langsung berbunyi.
Miya langsung berlari sekuat tenaga, hancur sudah harapannya, kenyataan yang ia dapat tak seindah bayangannya selama ini. Ternyata suaminya tak sebaik yang dia kira, kini Miya sudah tahu apa alasan sesungguhnya, mengapa suaminya itu tidak pernah mau untuk jujur. Ya karena dia sudah punya pacar, dia sudah mencintai gadis lain. Sejujurnya Miya memang tidak mencintai Raka, namun tetap saja wanita mana yang rela di duakan oleh suaminya?.
Miya diliputi berbagai perasaan sekarang. Memang seharusnya pernikahan ini tidak pernah terjadi. Miya kecewa, terluka, sekaligus merasa bersalah telah menjadi duri.
Miya kangen mama....
Rintih Miya di sela-sela Isak tangisnya hari ini dia sangat merindukan ibunya. Miya sudah tak percaya pada siapapun lagi. Dia sadar selama ini hanya sendiri, selamanya pun akan begitu.
,🍂🍂🍁🍂🍂
Ok guys gimana gimana? Jan lupa komen ya?Hehe ditunggu loh komentar sama vote 🌟 bintangnya.