Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mata Miya perlahan terbuka dengan sempurna, dia meringis saat kepalanya berdenyut, masih terasa sangat berat, dan pusing.
" Ini dimana?" Ujarnya membatin.
Netranya kini sibuk memperhatikan sekeliling, ternyata Miya tengah berada di rumah sakit. Namun siapa yang membawanya kesana, Miya tidak tahu. Mengingat tidak ada siapapun disekitarnya.
Miya berusaha menegakkan badan. Saat memandang meja, tak sengaja matanya menangkap secarik kertas dan sebuah amplop putih disana.
Miya meraihnya. Keningnya sempat berkerut, dalam hati bertanya. ini apa? Karena penasaran diapun langsung membukanya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Maaf Miya aku nggak bisa nungguin kamu sampai sadar, mendadak aku ada urusan, dan untuk masalah biaya rumah sakit kamu nggak perlu hawatir aku sudah meninggalkan satu ATM ku disana. Kamu bisa memakainya.
And semoga cepat sembuh.
By. Your husband.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Miya sedikit terpaku membacanya. Detik berikutnya dia tersenyum kecil. Jadi dia yang sudah membawanya ke rumah sakit ini?
Saat membuka amplop itu, ternyata benar, ada satu ATM disana. yang membuatnya sangat terkejut adalah ternyata bukan kartu ATM biasa yang 'dia' tinggalkan, melainkan sebuah black card. Yang tidak semua orang bisa memilikinya.
Miya saja sampai takjub, memangnya setajir apa suaminya itu? Ini sih udah nggak bisa di ragukan lagi, udah kelas kakap ternyata.Berulang kali Miya membolak-balik kartu itu ya Allah siapa sebenarnya dia?Hatinya terus bertanya.
🍂🍂🍁🍂🍂
" Totalnya sama obat tujuh juta lima ratus kak" Ujar sang perawat setelah menghitung. Miya langsung menyodorkan kartu itu.
" Ini sus" Sang perawat wanita itu nampak terkejut saat menerima black card itu dari tangan Miya.
" Ini kak sudah " Ujar perawat itu sembari mengembalikan kartu itu ke tangan Miya.
" Makasih sus" Ucap Miya setelah itu beranjak pergi.
"Gila, Gue kira nih cewek glandangan, soalnya pakean aja lusuh banget, eh ternyata jutawan! Memang ya, nggak boleh Mandang orang dari sekedar penampilan" Batin perawat itu sembari memandangi kepergian Miya.
Sementara itu Miya saat ini sudah berada tepat di depan rumah sakit, bersiap untuk menyebrang jalan. namun langkahnya terhenti saat sebuah mobil hitam yang cukup mewah berhenti tepat di depannya. Tak lama sang sopir keluar dan langsung menghampirinya.