Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Malam harinya semua orang dari mulai kelas 10 hingga 12 berkumpul di depan api unggun. Mereka Memainkan berbagai permainan sambil diiringi music oleh Verel. Semua menikmati merdunya suara Verel sambil bertepuk tangan mengikuti irama.
Pukul 22.00 Pak Gun, Bu Siko, Bu Siska dan beberapa guru lainnya memilih untuk beristirahat terlebih dahulu. membiarkan para murid-muridnya melanjutkan kegiatan masing-masing dengan syarat mereka harus beristirahat sebelum jam 23.00 tepat. karena kegiatan perkemahan yang meliputi berbagai permainan akan dimulai besok pagi. Jadi para guru meminta semua murid untuk mempersiapkan diri.
Semua sudah kembali ke tenda masing-masing kecuali 8 orang yang masih duduk didepan api unggun sembari menikmati kopi.
" Lo gak tidur dulu?" tanya Aldi memecah keheningan.
Miya menggeleng.
" Nanti ajalah.Belum ngantuk!"
" Sil, Besok abis kegiatan selesai ikut gue ya?"
" Kemana?" Tanya Sila penasaran.
" Mancing.denger-denger katanya ikan di tepi danau sana banyak. Lumayan tuh kalo dibakar!"
Mata Sila membulat.
" Seriusan?"
Verel mengangguk.
"kalo gitu mah, gue mau!" Seru Sila tak sabar.
" Ya udah, besok kalo jadwal udah senggang gue ke tenda Lo"
" Gue ikut boleh nggak?" Tanya Chelsea yang memang ikut menyimak pembicaraan mereka.
" Gak ah! Lo kan gak bisa mancing!" Tolak Verel cepat.
" Yey,Sok tahu Lo! Bilang aja gak mau diganggu! Mau berduaan Lo pasti ya? Dasar Pasangan Baru Brojol!!! " Umpat Chelsea merasa kesal.
" Tahu aja Lo Chel!hehe.."
" Ish!!.." Chelsea kembali mendengus kesal, melipat kedua tangannya dengan wajah ditekuk.
" Udah-udah! kamu jangan kesel gitu dong sayang.kamu mancingnya sama aku aja! " Vito angkat bicara menenangkan pacarnya, tentu saja Chelsea langsung tersenyum bahagia mendengarnya. Pada intinya siapapun orangnya mau sekesal apapun dia jika sang pawang sudah bertindak pasti akan luluh juga.
" Ah!... Babang Vito emang paling the best! Chelsea jadi makin cinta dech! Huwah!!!.." Chelsea langsung memeluk Vito dengan erat. Matanya melirik Sila dengan tatapan meledek.
" Gak iri! Wle!.. gak iri!" sahut Sila balik meledek.
Miya tersenyum kecil melihat kelakuan para sahabat bar-bar-nya. Pandangannya kini beralih pada Amanda dan Raka yang sedari tadi tengah sibuk menonton film bersama, dengan Amanda yang duduk bersandar di depan Raka. Sedangkan kepala Raka dipundak Amanda, benar-benar pasangan yang sangat serasi dimata Miya.