Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Miya berjalan santai melewati koridor, pagi ini dirinya berangkat dengan diantar oleh pak Bejo. Karena Aldi sudah berangkat sejak pagi sekali bersama Raka dan Bu Siko.
Dewi yang melihat Miya melewatinya tersenyum smirk. Hari ini dia tidak sendirian melainkan sudah bersama Olivia cs yang sudah kita kenal sebagai pembuli kelas kakap disekolah. Mereka berdua memutuskan untuk bekerja sama memisahkan Miya dan Aldi. Begitu juga dengan Amanda dan Raka. Mereka berencana untuk membuat kedua pasangan itu porak poranda. Bagaimana pun caranya.
" Hari ini kesempatan bagus buat kita memulai rencana. Ya itung-itung sebagai sambutan kecil terlebih dahulu!" Ujar Oliv tersenyum miring.
" Lo bener, apalagi Aldi sama Raka lagi gak ada disekolah, kita bisa sedikit lebih leluasa buat perhitungan sama mereka" Sahut Dewi penuh antusias.
Disisi lain Miya tengah berjalan menuju kelasnya, namun tak sengaja Miya melihat Miko tengah berjalan berlawanan arah dengannya. Dengan cepat Miya berbalik untuk segera melarikan diri. Belum siap rasanya untuk bertemu cowok brengsek itu lagi. Miya masih terlalu takut jika Miko akan kembali macam-macam.
" Huh!" Miya menghembuskan nafas lega, saat berhasil masuk kedalam kelas.
" Tumben jam segini baru nyampe?" sapa Amanda langsung duduk di meja Miya.
" Gue muter dulu tadi.Harusnya sih udah sampai kelas dari tadi"
" Kenapa juga harus muter Ya? Lo gak habis liat setan kan?" ledek Amanda tersenyum.
" Masih mending kalo liat setan Nda! Ini sih udah tingkat iblis bukan setan lagi!" Kesal Miya penuh penekanan
" Maksudnya?" tanya Amanda kebingungan.
" Gue liat Miko tadi!"
" Apa?jadi bener tuh cowok udah mulai sekolah lagi!?"
Miya mengangguk lesu.
" Eh,Btw gue kepo dech sama hubungan Lo sama Aldi.Udah ada berkembang belum sih? enak gak Ya jadi istrinya CEO tipe kulkas dua pintu?" Tanya Amanda kelewat penasaran dengan menekan kata CEO. Miya kembali menghela nafas.
" Ya, gimana jelasinnya ya Nda? Mungkin dari pandangan orang berasa enak banget gitu apa-apa udah disediain, apa-apa ada, dari tas , baju, sepatu semuanya bermerek, mau apa tinggal beli. Tapi bagi gue itu gak terlalu penting sih Nda. Yang gue pikirin selama ini tuh cuma satu, tentang perasaan Aldi. Jujur aja ya Nda, gue sebenernya udah mulai suka sama dia.Cuma ya Lo tahu sendiri sampai detik ini aja,Aldi tuh masih banyak dingin-nya ke gue, masih banyak cuek-nya, bicara aja seperlunya banget, senyum ke gue aja kayak gak pernah! Itu yang buat gue bingung Nda!"