Sebelum mendonorkan jantungnya untuk Miya.Ratih sempat menulis 2 buah surat yang isinya benar benar mengejutkan, karena ternyata Ratih sudah menikah kan Miya dengan putra dari sahabat masa kecilnya.Namun Miya tidak mengetahui siapa pemuda itu?
Lalu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Meski sempat curiga bahwa suaminya adalah Raka ataupun Miko, namun sejatinya Miya masih belum yakin sepenuhnya, mengingat Aldi dan Verel juga sama-sama mencurigakan sebetulnya. Dalam arti, sebenarnya selama ini Miya belum menemukan titik terang yang menurutnya cukup pasti.
Semua bukti belum cukup kuat untuk membuktikan bahwa dia adalah si A , si B , atau Si C jadi Miya sangat perlu untuk memikirkan cara baru .Sudah semalaman penuh Miya berfikir mungkin dengan cara ini dia akan berhasil.
" Amanda! Lagi ngapain?" Sapa Miya mengambil tempat disebelah cewek itu.
" Baca buku aja" Jawabnya singkat.
" Mm, Nda! Gue boleh tanya sesuatu nggak sama Lo?"
" Boleh, Mo tanya apa?"
"Jadi gini, Lo kan OSIS, bisa dibilang udah kenal lama juga sama four Most wanted.Lo punya nomor mereka nggak?" Tanya Miya penuh ragu. Pasti Amanda akan curiga,dan berfikir yang macam-macam setelah ini.Kening Amanda sontak berkerut beribu pertanyaan muncul di benaknya.
" Ya punya sih,lah tapi buat apa? Perasaan dari kemarin-kemarin Lo sibuk banget cari tahu tentang mereka, Lo suka?" tanya Amanda penuh selidik. Miya kelimpungan dengan cepat cewek itu menggeleng.
" Bukan gitu Nda"
" Terus?"
" Gue gak bisa kasih tahu Lo sekarang, tapi yang jelas ini penting banget buat masa depan Gue!"
" Masa depan?Maksud Lo?" Amanda semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Miya masa depan?Masa depan yang bagaimana?
" Intinya gue minta tolong banget Nda sama Lo, plis!... Bantu gue!" ucap Miya kembali memohon.Amanda menggeleng keras kedua tangannya menyilang di depan dada.
" Nggak,Pokoknya Lo jujur dulu sama gue.Gue pasti bakal bantu Lo, kalo Lo mau jujur.Kita ini udah jadi sahabat Ya! Lo masih gak percaya sama gue?" Tegas Amanda .
Miya menghembuskan nafas dalam. Apa mungkin dia cerita saja pada Amanda toh memang benar mereka sahabat cukup dekat. Miya berfikir sejenak.
" Gini ,ok Gue cerita, tapi plis Lo harus janji jangan kasih tahu siapa-siapa dulu" Amanda mengangguk penuh antusias.
" Ok gue janji!"
Perlahan Miya mendekatkan wajah ke telinga Amanda, menceritakan semuanya dengan cara berbisik, karena Miya takut akan ada yang mendengarnya. Amanda nampak membulatkan mata tak percaya.
" Lo serius Ya?"
Miya mengangguk tanpa ragu. Amanda masih saja tak menyangka bagaimana mungkin? Pikirannya kalut entah ini keberuntungan, atau justru Amanda harus merasa kasihan dengan semua yang terjadi pada Miya?