Kayla berjalan terburu-buru melewati koridor rumah sakit dan berdiri didepan pintu ruang IGD. Ia terlihat sangat khawatir ketika mendapatkan telepon dari rumah sakit jika Allen mengalami kecelakaan.
"Dokter, gimana keadaan suami saya?" Tanya Kayla begitu Dokter keluar dari ruang IGD.
"Keadaan suami Ibu baik-baik saja. Tetapi, kami menyarankan untuk melakukan rawat inap beberapa hari sampai hasil pemeriksaan keluar." Jawab Dokter itu.
"Boleh saya melihat keadaannya?"
"Silahkan, Bu. Kalau begitu, saya pamit dulu."
Kayla menganggukkan kepalanya menjawab perkataan Dokter yang menangani Allen. Ia berjalan masuk kedalam ruang IGD dan melihat suaminya yang memejamkan matanya sambil meletakkan tangan kanannya diatas kening.
"Al." Panggil Kayla.
Allen membuka matanya begitu mendengar panggilan Kayla. Ia menatap gadis itu dan mengembuskan nafasnya.
"Udah urus administrasi untuk ruang rawat inap gue?" Tanya Allen.
"Belum, aku lupa Al." Jawab Kayla.
"Pergi urus sekarang. Gue mau dirawat diruang VVIP."
Setelah mengatakan itu, Allen menyuruh Kayla mengambil dompetnya disaku celananya. Ia menyuruh gadis itu mengambil kartu ATM untuk membayar biaya rumah sakit agar dirinya segera masuk keruang rawat inap.
Tak mau berlama-lama, Kayla bergegas berjalan keruang administrasi. Ia mengurus biaya dan formulir yang harus diisi sesuai prosedur yang ada. Lalu, ia berjalan bersama satu orang perawat untuk memindahkan Allen dari ruang IGD ke ruang rawat inap.
"Maaf, Bu. Bisa bantu saya dorong kursi roda, Pak Allen?" Ucap Perawat itu.
"Baik, Sus." Jawab Kayla.
Kayla berjalan mendekati Allen. Ia mendorong kursi roda Allen dan mengikuti perawat itu berjalan ke ruang rawat inap. Selama jalan menuju ruang rawat inap, Kayla hanya diam dan tak mengajak Allen berbicara sedikitpun.
"Al, pelan-pelan." Ucap Kayla.
Kayla memegang lengan Allen saat membantunya naik keatas tempat tidur rumah sakit. Ia dengan lembut membantu laki-laki itu dan menyelimutinya agar ia tidak kedinginan.
"Saya permisi dulu, Pak, Bu." Ucap Perawat itu berpamitan.
"Terimakasih, Sus." Ucap Kayla.
Setelah mengatakan itu, Kayla duduk dikursi yang ada disamping kasur Allen. Ia hanya diam dan memijit kepalanya yang mulai terasa sakit.
"Al!"
Kayla menoleh kearah pintu. Ia berdiri dan berjalan menjauhi Allen ketika Bela datang menghampirinya.
"Kamu gapapa kan?!" Tanya Bela panik.
"Gapapa, Sayang. Cuma kecelakaan kecil." Jawab Allen.
"Kamu kok bisa nabrak pohon sih?! Kalo kamu ngantuk, kamu bisa tidur dirumah aku tadi!"
"Aku ngindarin anak kucing yang tiba-tiba lari ketengah jalan. Aku kaget trus banting stir."
Bela langsung memeluk tubuh Allen. Ia melirik Kayla dan melepaskan pelukannya untuk menghampiri gadis itu.
"Ngapain lo disini?! Pergi lo!" Usir Bela.
"Iya." Jawab Kayla.
Mendengar itu, Allen menatap tak percaya Kayla. Ia melebarkan kedua matanya karena gadis itu benar-benar pergi dari dalam ruangannya tanpa berpamitan seperti biasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mengukir Luka (Short Story)
Художественная прозаAllen terpaksa menikah dengan Kayla karena desakan dari ibunya untuk menikahi anak dari temannya. sedangkan Allen, ia langsung menolak permintaan ibunya itu karena sudah memiliki kekasih dan berencana akan melamarnya. Sedangkan Kayla, ia langsung me...
