"Menurut loe cakep gak sih yang tadi?" Tanya Cindy setelah mereka duduk disofa didepan ruang tamu.
"Yang mana?" Balas Kaira dengan wajah tak tertarik.
"Mbak-mbak tadi".
"Biasa aja".
"Hah biasa aja? Kai buat ukuran ojol dia tuh cakep banget, manis pula".
"Kalo dia jadi bayi gula gue baru luar biasa, kalo sekarang sih biasa aja" acuh Kaira.
Mendengar ucapan Kaira membuat Cindy mendengus "maunya loe itu mah".
Kaira tertawa singkat "masuk lah ke tipe gue".
"Yaolo yaolo yaolo anak guweh".
"Loe kek gitu bukan kek bunda Corla".
"Terus apa dong?".
"Loe mah bunda cobra".
"Hahahah matok dong gue sssstttthh" balas Cindy sambil menjulurka lidahnya seperti monyet.
Salah salah bukan monyet, maksudnya ular. Ular kadut.
"Jijik banget muka loe" ucap Kaira sambil melempar tissu yang baru saja ia gunakan.
"Jijiin gini loe gak bisa tanpa gue".
"Ya bener sih kan loe jongos gue".
"Sialan".
Untung saja antara Kaira dan juga Cindy tidak ada kata baper, keduanya sudah mengenal satu sama lain dengan baik. Pertemanan mereka yang sudah terjalin lebih dari sepuluh tahun membuat keduanya tau karakter masing-masing. Makanya mau sepedas apapun ucapan Kaira dan mau sejahat apapun Kaira pada Cindy, perempuan itu tidak pernah mengambil hati karena dia tahu jika Kaira tidak mengatakannya dari hati. Dan itu juga berlaku sebaliknya.
"Makan dulu deh, gue laper banget" Cindy bangkit mengambil piring di pantry.
Tidak lama dia kembali dengan dua piring ditangannya. Dengan cekatan Cindy memindahkan isi makanan dalam plastik ke dalam piring dan memberikannya pada Kaira.
"Selamat makan yang Mulia".
Kaira melotot karena kesal setiap kali Cindy meledeknya dengan sebutan seperti itu.
"Hehe canda boss, jangan potong gaji gue nanti gue gak bisa bayar pinjol".
"Bodoamat. Biar aja ditagihin debt collector".
"Ya kan nomer kerabat yang bisa dihubungi nomer loe".
"Njancoookkk tenan rek" murka Kaira membuat Cindy hanya bisa mengangkat dua jarinya membentuk peace.
Tidak kok tidak, mana mungkin personal assisten dari CEO perusahaan besar memiliki hutang pinjol yang bisa dibilang receh. Gaji dari Kaira saja sudah lebih dari cukup untuk hidup diJakarta dan untuk membeli kebutuhan yang tidak penting lainnya. Belum lagi gajinya bisa dipakai untuk investasi jangka panjang. Kaira benar-benar royal terhadap uang, bayangkan saja gaji perbulan Cindy saja bisa mencapai tiga digit dalam sebulan. Angka yang sangat fantastis untuk seorang personal assisten seperti Cindy.
Itu hanya gaji, belum tunjangan dan lain-lainnya. Ya intinya gaji dari Kaira untuk Cindy lebih dari cukup.
"Loe nginep?" Tanya Cindy sambil memakan makanannya.
"Loe kan tau sendiri".
"Kayak anak kecil tau gak sih loe, masih aja dibawah pengawasan mereka".
"Secepatnya gue pindah apart".
"Semoga gak omdo kayak biasanya".
"Gue juga capek, capek dibandingin mulu. Gue mau mandiri".
"Gue doain secepatnya deh".
KAMU SEDANG MEMBACA
IGASM
Teen FictionKisah Maudy si anak kuliahan biasa yang punya uang jajan paspasan, jauh dari orang tua dan harus hidup hemat alias melarat di Jakarta demi masa depan. Maudy bertemu dengan Kaira si ExcMud yang kelebihan uang berkat bantuan Gina. Bagaimanakah kelanju...
