Megumi terbangun ketika hari telah menjelang sore. Ketika terbangun ia merasa berada di tempat asing. Ia menarik tangan, tanpa sadar membuat darahnya sedikit mengalir di infus yang menancap di tangan.
"Megumi hati-hati.." Yuuta yang berada disana meraih tangan Megumi lalu meletakkan dengan hati-hati tangan pemuda itu.
"Okkutsu-senpai?"
"Kau berada disini karena tipes, lain kali kau harus lebih memperhatikan kesehatanmu Megumi." ucap Yuuta seraya mengusap kepala Megumi.
"Apa Sukuna disini?" tanya Megumi dan jujur saja Yuuta sebenarnya kurang suka ketika orang pertama yang ditanyakan Megumi adalah Sukuna. Memang wajar sebenarnya jika Megumi menanyakannya namun bagi Yuuta hanya membuang waktu menanyakan orang macam Sukuna.
"Tadi dia bawa keperluanmu kesini sebelum pergi dan Yuuji ada urusan sebentar di tempat kerjanya jadi aku yang menjagamu disini. Ayahmu juga sepertinya akan segera datang." ucap Yuuta.
"Aku terlalu merepotkan Yuuji."
"Megumi apa kau pernah melihat Yuuji memarahimu atau mungkin mengeluh ketika harus mengurusmu?" tanya Yuuta.
"Yuuji tidak pernah marah dan mengeluh, marah itupun demi kebaikanku." balas Megumi.
"Jika kau masih bisa melihat senyuman dan niat tulusnya untukmu aku rasa kau tidak perlu merasa seperti itu. Yuuji melakukan sesuatu tanpa kau minta dan dia dengan senang hati melakukannya."
"..." Megumi hanya diam.
"Kau lapar bukan? bagaimana kalau kau makan dulu?" tanya Yuuta.
"Aku tidak lapar."
"Meskipun kau bilang tidak lapar kau harus tetap makan walaupun makanan rumah sakit terasa hambar."
Yuuta membantu Megumi duduk bersandar pada kepala tempat tidur. Ia kemudian mengambil makanan yang telah tersedia di meja, membuka plastik penutupnya lalu mulai menyendok dan menyuapkan Megumi makanan tersebut.
Megumi yang mengingat ucapan Yuuta tadi menerima suapan dari Yuuta. Ketika melihat senyuman dan niat tulus Yuuta membuat ia tidak tega untuk menolak.
"Pelan-pelan saja, aku juga sudah buatkan air gula untukmu agar kau lebih nafsu memakan makanan ini."
Beberapa kali suapan Megumi menutup mulutnya dengan tangan, ia merasa mual. Yuuta dengan lembut mengusap punggungnya lalu meninumkan air gula agar Megumi merasa lebih baik. Hal itu tak luput dari pandangan Toji yang sedari tadi berada di depan ruangan.
"Apa yang kau tunggu Toji? Ayo masuk." ucap Satoru lalu mendorong ayah dua anak itu masuk. Kedatangan mereka yang tiba-tiba cukup membuat Megumi dan Yuuta terkejut.
"Ayah.."
"Selamat sore Fushiguro-san."
"Selamat sore Okkutsu-sensei."
Yuuta tertawa canggung. "Panggil Yuuta seperti biasanya saja Fushiguro-san." balas Yuuta.
"Baiklah." Toji pun duduk di salah satu kursi.
"Ayah tidak kerja?" tanya Megumi ketika mendapati ayahnya berada disini.
"Ayah pulang awal, anak ayah lebih penting dari pekerjaan." balas Toji.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Relationship
أدب الهواةBisa dibilang, mereka memiliki suatu hubungan yang buruk. Sukuna yang merupakan suami Megumi berpaling dari Megumi dengan alasan bosan setelah Megumi mengalami kelumpuhan lalu Yuuji yang memang mencintai Megumi sejak lama memberikan cinta yang membu...
