"Ayah aku sangat mencintainya, jangan memintaku mengakhiri ini semua kumohon." ucap Megumi pada sang ayah. Ia masih berada dalam pelukan hangat sang ayah, pelukan yang kini benar-benar membuat ia merasa terlindungi.
"Untuk apa bertahan jika kau tersakiti seperti ini? ayah manapun tak akan mau jika anaknya harus menanggung rasa sakit."
"Tapi ayah--"
"Ayah berikan waktu untukmu mengakhiri ini. Megumi kau adalah sosok yang berharga, masih banyak yang lebih baik dari Sukuna."
Megumi melepaskan pelukan sang ayah. "Baiklah, beri aku waktu tapi aku akan berusaha agar hubungan kami tetap berjalan dengan baik."
"Ayah hanya memberimu waktu tiga bulan."
Ketika Toji mengusap air mata Megumi saat itulah dua sosok wanita masuk ke ruangan. Yang satu sosok lebih tua dengan model rambut pendek dan satunya lagi gadis berambut cokelat panjang.
"Megumi bagaimana keadaanmu?"
Megumi menoleh keasal suara, mendapati ibu dan kakak perempuannya kini masuk ke ruangan. "Ibu? Harusnya ibu tidak kesini.."
"Mana mungkin ibu bisa tenang ketika mendapat kabar Megumi masuk rumah sakit."
Toji membantu isitrinya duduk dan ia juga memberikan kursi pada anak perempuannya.
"Terima kasih Toji-kun."
"Harusnya kalian bilang mau kesini, aku bisa pulang dulu menjemput kalian." ucap Toji.
"Tidak apa-apa ayah, lagipula aku kan bisa menyetir." balas anak perempuan Toji, Fushiguro Tsumiki. Gadis itu begitu cantik terlebih ketika ia tersenyum seperti sekarang.
Toji mengusap kepala anak perempuannya. "Apa kalian mau makan sesuatu? biar aku belikan."
"Kami sudah makan Toji-kun. Kau tahu? restoran di seberang mall itu menunya enak sekali. Sesekali ayo makan ke restoran itu saja." ucap istrinya.
"Baiklah tapi jangan makan sembarangan ya, ingat kau punya pantangan makan." Toji memegang kedua bahu istrinya yang kini terduduk di kursi.
"Ibu dan kak Tsumiki tidak mengajakku juga?" Megumi berusaha agar ia terlihat tidak memiliki masalah. Sebelumnya ia telah memberitahu Toji lewat kode mata agar Toji tidak memberitahu pembicaraannya pada ibu dan kakaknya.
"Tentu ibu akan mengajakmu juga! Ayo cari waktu yang tepat!"
Ketika mendengar wanita itu begitu antusias, semua orang tertawa. Di saat itulah Yuuji dan Satoru juga kembali kedalam ruangan.
"Ah selamat sore semuanya." Yuuji memberi salam dan Satoru hanya tersenyum pada mereka.
"Uhmm Toji-kun aku tiba-tiba mau makan sesuatu." ucap wanita itu, sebut saja namanya Tsubame.
"Apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin makan kue dari toko di seberang rumah sakit ini, tolong belikan ya."
"Kue yang seperti apa? kau hampir menyukai semua jenis kue." balas Toji.
"Toji-kun ajak Gojou-kun saja, kesukaan kami sama."
Toji tahu istrinya hanya ingin ia pergi bersama Satoru. Semakin hari istrinya itu kerap kali menggunakan kesempatan agar ia dan Satoru semakin dekat. Sebenarnya Toji juga cukup bingung bagaimana menghadapi situasi seperti ini. Istrinya semakin gencar mendorong agar ia menjalin hubungan dengan Satoru di saat usia istrinya semakin berkurang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Relationship
FanfictionBisa dibilang, mereka memiliki suatu hubungan yang buruk. Sukuna yang merupakan suami Megumi berpaling dari Megumi dengan alasan bosan setelah Megumi mengalami kelumpuhan lalu Yuuji yang memang mencintai Megumi sejak lama memberikan cinta yang membu...
