Part 16

511 24 0
                                        

Reina membuka matanya, dia mengeluarkan puting susu Jessie dari mulutnya lalu dia mengubah posisi menjadi duduk dengan Jessie yang berada di pangkuan dia.

Reina mencium bibir Jessie sekilas, lalu dia menaruh Jessie di leher dia. Jessie tahu apa yang harus dia lakukan, dia mengeluarkan taringnya dan menghisap darah Reina.

Reina membiarkan saja, dia mengelus punggung Jessie yang mulus sambil menunggu giliran dia. Setelah Jessie puas minum, barulah dia meminum sambil memeluk Jessie.

Tenang, mereka tidak akan mati jika mereka saling minum seperti ini. Sudah hukum alam mereka melakukan ini, jika mereka mati karena tradisi ini maka tradisi ditolak.

"Say, morning seks nya nanti saja ya, kita bisa telat," kata Jessie setelah Reina minum.

"Kamu lupa siapa suami mu ini?" tanya Reina tersenyum jahil.

Jessie terdiam, dia memikirkan perkataan Reina hingga dia sadar maksud Reina. Ternyata dia tidak pilihan untuk menolak, karena setelat apa pun mereka tetap saja Reina bisa mengulang atau memajukan atau memberhentikan waktu.

Karena Reina sang pengendali waktu, jadi dia bebas mau ngapain saja dengan waktu yang ada. Tidak heran kalau dia santai-santai saja, tidak ada kata telat juga dalam kamus dia.

"Baiklah, aku layani kamu," balas Jessie mengelus pipi Reina.

"Aku suka kamu yang nurut," kata Reina tersenyum manis sambil memegang tangan Jessie yang berada di pipinya.

"Kamu tahu? Aku mesum karena aku ingin kamu cepat mengandung anak kita, aku tahu kamu juga menginginkan anak," lanjut Reina membuat Jessie terharu.

Tidak bohong kalau Jessie memang mengharapkan sang buah hati apalagi benih cinta dari dia dan Reina, jangan salah gini-gini Reina sangat peka sama dia.

Reina akan membahagiakan Jessie, jadi dia terus meminta jatah supaya anak mereka cepat lahir dan tidak salah juga kalau dia dikatain vampir mesum karena dia mesum sama istrinya saja.

"Maaf ya kalau aku belum bahagiain kamu, aku selalu kamu menuntut ini itu, tapi percaya lah kalau aku melakukan ini demi kebaikan kamu," jelas Reina lembut.

Jessie menggeleng, dia memeluk Reina. Tidak ada kebahagiaan selain dia bersama Reina, Reina melakukan apa pun untuk dia dan dia senang.

Dia tidak menyesal menikah dengan Reina, walau dia harus melakukan apa yang Reina minta tetap saja dia senang karena dia diajari bagaimana dia menjadi vampir.

Bukan dibebaskan begitu saja yang ujung-ujungnya menyebabkan masalah, walau dia harus menghilangkan sifat manusianya dan menjadi vampir yang kejam tidak apa asal Reina masih berada di sampingnya.

"Seperti ini saja aku sangat senang, kamu ada untukku, sudah cukup," balas Jessie tulus.

"Kita mulai ya," kata Reina diangguki Jessie.

Sebelum mulai aktivitas pagi mereka, Reina menghentikan waktu. Tenang saja tidak ada efek bagi Reina, hanya orang yang diizinkan dia saja yang tidak akan ikut kena efeknya.

Penghentian waktu, itu juga penghentian aktivitas lainnya. Kecuali kekuatan vampir atau orang itu di atas Reina barulah tidak terkena imbasnya, sedangkan di istana vampir yang juga kena imbasnya hanya geleng-geleng kepala saja.

Mereka tidak tahu apa yang Reina lakukan di dunia manusia, hanya saja mereka tahu ada sesuatu yang terjadi karena Reina sangat jarang menghentikan waktu kecuali benar-benar alasan penting.

Untung saja Chloe berada di dekat Hyera jadi dia tidak akan terkena efeknya, jika terkena pun Hyera tidak masalah karena penghentian waktunya hanya sebentar. Hal itu pernah terjadi, makanya dia tahu dan tidak kuatir.

Sedangkan di dunia manusia, setelah Reina menghentikan waktu dia membaringkan Jessie di ranjang, dia menggerakkan juniornya yang masih di dalam vagina Jessie sedangkan tangannya meremas kedua payudara Jessie.

Sungguh Reina sangat menyukai tubuh Jessie, nikmat untuk dia makan dan selalu nagih. Jessie tidak pernah bisa menolak sentuhan dia, yang ada Jessie selalu kenikmatan.

"Aahh ssaayy,"

Reina terus melakukan dengan tempo yang sangat-sangat cepat, dia ingin cepat-cepat memuaskan Jessie. Jessie tidak masalah dengan cara main dia yang terbilang cepat, untung saja Jessie seorang vampir.

"Aakkuu mmaauu aahh kkeelluuaarr aahh,"

Tidak lama kemudian Jessie orgasme, orgasme yang sengaja Reina biarkan keluar begitu saja. Dia terus melakukan karena dia belum orgasme sama sekali,

Setelah beberapa menit akhirnya mereka orgasme, orgasme mereka sangat banyak, hingga cairan itu tiba bisa menampung dan keluar dari selangkangan Jessie.

Sedangkan Jessie merasakan hangat dalam vaginanya ketika mereka sama-sama orgasme di dalam.

Tiba-tiba Reina membalikkan badan Jessie hingga posisi dia menungging tanpa mengeluarkan juniornya, untung saja dia pernah seperti ini jadi dia tidak kaget lagi.

Jessie membiarkan Reina melakukan yang dia inginkan, sedangkan dia kembali memaju mundurkan juniornya sambil meremas kedua payudara Jessie dari belakang.

"Aahh, ssaayy,"

Reina terus melakukan sampai keduanya berada di puncak kenikmatan sampai akhirnya mereka kembali orgame lagi, lalu dia membalikkan tubuh Jessie menjadi telentang dengan junior dia masih di vagina Jessie.

Lalu Reina mengeluarkan juniornya lalu dia menghisap habis semua orgasme Jessie, setelah itu dia berlutut di atas wajah Jessie dengan juniornya yang berada di atas bibir Jessie.

Jessie yang tahu apa yang harus dia lakukan, dia membuka mulutnya membiarkan junior Reina masuk ke mulutnya. Setelah masuk, barulah dia melakukan tugasnya seperti biasa yaitu menghisap atau menjilati junior Reina.

"Aahh,"

Jessie lama-kelamaan terbiasa dengan semua aktivitas ini, dia dilayani dan dipuaskan begitu juga sebaliknya yang tugasnya harus melayani dan memuaskan.

Tidak selamanya dia dipuaskan doang, karena dia harus memuaskan Reina juga. Beberapa menit kemudian, Reina orgasme banyak di mulut Jessie.

Jessie menelan semua sampai habis, Reina tersenyum melihatnya lalu Jessie membuka mulutnya membiarkan Reina mengeluarkan juniornya.

Setelah puas dengan morning sex mereka, Reina mengembalikan waktu barulah dia mengendong Jessie ala bridal style ke kamar mandi.

Walau Jessie tidak merasa lelah, tetap saja Reina melakukan hal ini. Sangat romantis, itulah yang membuat Jessie suka.

Di kamar mandi, Reina tidak meminta jatah lagi melainkan dia memandikan mereka. Walau itu berarti dia bisa memainkan aset Jessie juga, Jessie tidak masalah.

Setelah mandi, mereka berganti pakaian dengan pakaian sekolah yang akan datangi. Mereka hanya satu tas yang isinya hanya 2 minuman darah dan 5 minuman susu kotak asli, sisanya mereka tidak bawa.

Soal sekolah tentu saja kepala sekolahnya orang kepercayaan Naoki, jadi orang itu sudah kenal Naoki dan keluarganya.

Sebatas kenal saja ya, orang itu tahunya mereka manusia. Info kalau Reina sudah menikah, membuat orang itu kaget namun tidak mempermasalahkan.

TBC...

29. Survival Game [Season 2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang