Part 27

314 18 0
                                        

Semua pengawal maupun asisten kerajaan dilarang melaporkan tentang misi mereka saat malam, jadi semua pelaporan akan dilakukan esok harinya kecuali melaporkan bahaya atau sangat penting barulah diizinkan.

"Kerja bagus," puji Reina.

"Shan langsung hampiri istriku dan layani kebutuhannya, Sam tetap di sini," lanjut Reina tanpa bisa diganggu gugat.

"Baik Putri, hamba undur diri," kata Shanee sopan setelah itu dia melesat ke tempat Jessie berada.

Reina masuk ke ruang kerjanya diikuti Samuel karena tugas Samuel membantu dia, jika dia butuh sesuatu maka Samuel harus mengambilnya.

Reina duduk dan memeriksa semua laporan yang dia terima, sedangkan Samuel masih setia berdiri tidak jauh darinya.

Mana mungkin asisten pribadi vampir kerajaan malah duduk santai, tugas mereka bukan itu jadi Samuel tetap berdiri sambil menunggu perintah.

"Bawa laporan ini ke raja dan minta tanda tangan, setelah itu bawa kembali ke sini," perintah Reina sambil memberikan setumpuk map ke Samuel.

Samuel mengangguk lalu dia segera melesat dan membawa map tersebut ke Hyera, setibanya di sana, dia membungkuk hormat lalu memberikan map yang dia bawa.

Hyera mengambil dan melihat isi dari map tersebut, dirasa tidak ada kesalahan barulah dia menandatangani dokumen tersebut dan memberikan kembali ke Samuel.

Samuel membungkuk hormat sebelum dia melesat, di ruang kerja Samuel mengetuk pintu dulu. Setelah diizinkan barulah dia masuk dan memberikan map ke Reina, Reina mengambil lalu menaruh di tempat lain.

"Sam," panggil Reina menatap Samuel.

Samuel diam saja, dia masih berdiri tegak sambil menunggu apa yang sebenarnya ingin Reina katakan.

Reina menyuruh Samuel dan Shanee pergi ke hell, setelah mereka melayani Reina dan Jessie. Untuk menyiksa guru, teman dan satu manusia asing di sel itu sampai malam hari.

Jika vampir hell bertanya, katakan saja kalau ini perintah dari Reina dengan begitu mereka bebas menyiksa semua manusia di sel.

Reina menyuruh mereka untuk menyiksa manusia di sel itu tanpa terkecuali, jika dia mendapatkan laporan kalau mereka tidak menyiksa semua maka mereka 'lah yang akan dihukum.

"Maaf menyela Putri, apakah mereka masih hidup?" tanya Samuel sopan.

Sejauh yang Samuel tahu, manusia tidak diberi makan dan minum layak serta disiksa tidak mungkin bisa bertahan hidup lebih dari seminggu, hal ini yang membuat dia penasaran.

"Tentu, di hell manusia mendapat siksaan minimal 3 bulan barulah mereka meninggal atau masih bertahan," balas Reina santai.

"Baik Putri, kami akan melaksanakan perintah," kata Samuel menyanggupi.

Reina kembali fokus dengan kerjaannya, membiarkan Samuel tetap berdiri sambil menunggu perintah selanjutnya. Sedangkan Shanee melakukan hal yang sama, mengikuti ke mana pun Jessie pergi.

Seperti saat ini, Jessie pergi ke taman karena dia bosan di kamar terus. Menemui Chloe pasti sibuk membantu Hyera, menemui Reina pasti sama sibuknya.

Jadi dia memilih ke taman saja, sejujurnya dia ingin membantu Reina hanya saja Reina selalu menolaknya, jadi dia hanya bisa menurut.

"Duduk 'lah Shan, saya bosan melihat kamu yang berdiri," kata Jessie jengkel.

"Maaf Putri, hamba tidak bisa," tolak Shanee halus.

"Ini perintah Shan, duduk 'lah," tegas Jessie diangguki Shanee pasrah.

Shanee duduk tidak jauh dari Jessie, tidak mungkin dia duduk disamping Jessie. Tenang, dia cukup sadar diri kok. Jessie tidak masalah juga, asal dia duduk bukan berdiri terus.

"Kamu tahu? Aku dulunya seperti kalian, manusia biasa sebelum akhirnya aku menikah dengan putri kedua dari kerajaan ini," kata Jessie membuat Shanee kaget.

Jessie menjelaskan semua tentang kehidupan dia hingga dia menjadi istri Reina, Shanee dengan setia mendengarnya. Setelah dia menjelaskan, dia tidak lupa meminta maaf.

Maaf karena dia dan Reina mengubah kehidupan mereka menjadi vampir, walau itu tidak sepenuhnya salah dia maupun Reina.

Semua memang takdir, takdir yang membuat mereka berada di kerajaan vampir dengan posisi yang berbeda. Setidaknya Shanee dan Samuel bersyukur, mereka masih diberikan kehilangan kedua.

Hidup baru bukan hidup yang disia-siakan dengan merasakan siksaan, di penjara, kerja rodi, dan lain sebagainya.

Mereka tidak bisa membayangkan kalau diri mereka menjadi salah satu tahanan di hell, mereka lebih baik mati detik itu juga.

"Kamu menyesal menjadi vampir?" tanya Jessie menatap Shanee.

"Tidak Putri, hamba tidak menyesal," balas Shanee jujur.

"Yuk masuk, kita sudah lama di sini," ajak Jessie untuk masuk ke istana.

Tujuan Jessie kali ini, dia menuju dapur. Untuk melihat apakah stock darah masih banyak atau tidak? Ternyata masih banyak, dia mengambil 8 buah kantung.

Shanee yang ditugaskan melayani Jessie, dia membawa semua kantung darah dan mengikuti Jessie melesat menuju ruang kerja Hyera.

Setibanya di ruang kerja Hyera, Jessie langsung masuk begitu saja. Hyera sendiri yang menyuruh dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu, jadi bukan salah dia.

Saat masuk, tatapan mereka ke Jessie. Lalu Jessie mengambil 4 buah kantung darah dan dia kasih ke Hyera, kantung darah itu untuk Hyera, Chloe dan kedua asisten mereka.

Walau anggota kerajaan tidak perlu melakukan hal ini, karena asisten bisa mengambil makanan mereka sendiri tapi anggota kerajaan tidak pernah dilarang kalau mau memberikan makanan juga.

Setelah mengantar 4 kantung darah, barulah dia melesat ke ruang kerja Reina tentu saja diikuti Shanee dari belakang. Di ruang kerja Reina, Jessie langsung melesat ke arahnya dan duduk di pangkuan Reina.

Reina sudah tahu istrinya datang, makanya dia sudah menghentikan pekerjaan dia dan menunggu Jessie tiba di sini. Dia sendiri tidak masalah kalau Jessie duduk dipangkuan dia juga.

"Ada apa, by?" tanya Reina lembut.

"Makan siang bareng," balas Jessie bersemangat.

Reina terkekeh, dia mengiyakan keinginan Jessie. Apa pun yang Jessie inginkan, sebisa mungkin dia lakukan karena mereka saling mencintai.

"Shan berikan dua kantung dan dua kantung lagi untuk kalian," perintah Jessie ke Shanee.

Shanee memberikan dua kantung darah ke Jessie, lalu Reina menyuruh mereka untuk duduk dan dia tidak menerima bantahan. Setelah itu, mereka sama-sama makan siang bersama.

Walau hanya darah saja yang mereka minum, mereka sangat senang apalagi itu makanan mereka sehari-harinya mana mungkin mereka tolak.

Sehabis makan siang, Jessie menatap Reina. Dia tahu sesibuk apa Reina, apalagi dia pernah membantu Reina walau hanya sebentar.

Ingin membantu tapi dia yakin akan dilarang, jadi dia pamit keluar dan tidak menganggu waktu Reina bekerja.

Tujuan Jessie tentu saja ke kamar sambil menunggu makan malam tiba, karena dia akan ke kamar maka Shanee, dia suruh kembali juga ke kamarnya toh Shanee tidak akan bisa masuk ke area kamar anggota kerajaan.

TBC...

29. Survival Game [Season 2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang