Part 22

357 20 0
                                        

Tidak peduli Herry harus merasakan sakit, vampir c terus melakukan hingga orgasme di anus Herry.

Samuel dan Shanee saling pandang, jujur mereka tidak bisa melakukan ini. Jika mereka menolak, mereka yang kena hukuman.

Jika mereka melakukan, mereka yang ngeri juga. Posisi mereka serba salah, Reina maupun Jessie sedari tadi melihat gerak gerik mereka.

"Sam tidak perlu melakukan seperti penjaga tadi, kau bisa menunjuk salah satu untuk menyakiti satu sama lain," tegas Reina yang tahu kegelisahan Samuel.

"Waktu kalian menyiksa mereka sampai makan siang, penjaga akan mengawasi kalian. Jika kalian tidak melakukan tugas kalian, kalian siap-siap dihukum," tegas Reina serius.

Reina merangkul Jessie, lalu mereka pergi dari sel ini. Di sel, Samuel dan Shanee belum melakukan apa-apa. Mereka bingung, mau melakukan tapi takut, tidak melakukan lebih takut.

"Sam," panggil Shanee lembut membuat Samuel menatapnya.

"Kita harus lakukan, Shan. Aku tidak mau kamu tersakiti," kata Samuel mengelus pipi Shanee.

"Baiklah," balas Shanee setuju, walau dia sendiri takut.

Samuel tidak mungkin membiarkan Reina maupun Jessie menyakiti Shanee, kalau mereka menyakiti dia saja tidak masalah.

Mau tidak mau Samuel meminta vampir memilih acak pasangan, dia akan melakukan dengan Shanee.

Samuel maupun Shanee sudah tahu kalau mereka di sini vampir, keduanya tidak mau cari gara-gara dengan mereka. Sedikit saja keduanya membuat kesalahan, bisa-bisa keduanya tidak melihat hari esok.

Vampir hell memilih acak pasangan, membiarkan keduanya menyiksa manusia di sini walau keduanya juga manusia yang dikecualikan.

Setelah manusia dipilih acak, Samuel dan Shanee melakukan tugas mereka, tentu saja vampir hell mengawasi mereka dan memberi laporan ke Reina jika keduanya tidak menjalankan tugas dengan baik.

Sedangkan Reina yang mengajak Jessie pergi, saat ini mereka sudah berada di istana. Mereka butuh istirahat sejenak, karena Reina akan melakukan tugas kerajaan beberapa menit lagi sebelum jam makan siang.

Beberapa menit kemudian, barulah Reina ke ruang kerjanya diikuti Jessie juga. Jessie akan membantu Reina dalam mengerjakan tugas kerajaan, dia tidak mau kalau Reina melakukan sendiri lagi.

Reina tidak keberatan kalau dia membantu, perlahan-lahan Reina mengajari dia cara mengerjakan supaya dia paham. Setelah itu barulah Reina memberikan tugas yang mudah ke dia, dia tentu saja senang.

Senang dalam artian, dia bisa membantu Reina. Bisa paham apa saja tugas kerajaan dengan begitu dia tidak harus menjadi parasit, walau Reina sediri tidak masalah jika dia tidak membantu juga.

Di mana Naoki dan Gracia? Mereka asik jalan-jalan di dunia manusia mengingat status mereka mantan raja dan ratu, tapi anak-anak butuh mereka, mereka datang secepat kilat seperti tadi contohnya.

Sedangkan Hyera dan Chloe tentu saja berada di kerajaan, mereka akan berkeliling ke rumah penduduk sama hell seminggu sekali karena tugas kerajaan yang sangat menumpuk.

Berbeda dengan Reina yang tugas kerajaan tidak jauh beda, makanya dia lebih sering keluar daripada di istana. Tidak heran kalau Hyera memberikan misi ke dia, imbalannya juga setimpal.

Buktinya dia mendapat 6 manusia yang bisa disiksa untuk Jessie, anggap saja sebagai hadiah untuk Jessie yang selalu menurut. Soal dua manusia lagi, keluarga Reina tidak masalah.

Mereka sempat memberi saran supaya kedua manusia itu dijadikan vampir dan imbalannya, mereka harus menjadi asisten pribadi Reina maupun Jessie.

Jangan salah, keluarga kerajaan kecuali Reina punya satu asisten pribadi yang bisa mereka suruh untuk misi saat mereka tidak sempat.

Reina tidak mau karena dia bisa mengatasi semuanya dengan baik, mungkin dia akan mempertimbangkan pendapat keluarganya soal ini ditambah mereka pun akan memiliki anak sebentar lagi.

Setelah berjam-jam di ruang kerja, Jessie menatap Reina. Reina yang ditatap langsung menoleh, dia tersenyum karena bisa melihat istrinya yang cantik setiap harinya.

"Apa yang kamu pikirkan, say?" tanya Jessie mengelus pipi Reina.

"Memikirkan pendapat keluarga," balas Reina mencium bibir Jessie sekilas.

"Menurutmu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Jessie meminta pendapat.

Untuk kali ini, semua pendapat, Reina serahkan ke Jessie karena dua manusia itu milik Jessie. Jadi, Reina menjelaskan kalau Jessie mau membebaskan mereka dari hell, otomatis mereka menjadi vampir.

Jika Jessie tidak mau mereka bebas dari hell, dua manusia itu tetap menjadi manusia dan selamanya di sana. Kali ini Jessie berpikir dengan matang, dia tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan.

Setelah itu, Reina mengajak Jessie berburu untuk makan siang. Di hutan, Jessie berburu lebih dulu. Reina akan berburu setelah Jessie, dia ingin melihat sejauh mana insting vampir Jessie.

Tidak butuh waktu lama Jessie mendapatkan hewan buruannya, lalu dia menghisap habis darahnya. Reina tersenyum melihatnya, dia segera melesat untuk mendapat hewan buruan.

Setelah mendapat dan meminum, Reina mengajak Jessie untuk mampir ke wilayah werewolf. Kenapa mereka ke sana? Reina akan minta makanan manusia, supaya dia tidak repot-repot ke dunia manusia.

Apa Clare keberatan? Dia tidak keberatan, sejauh ini Reina belum meminta makanan manusia kalau pun minta, ini yang pertama dan mungkin terakhir.

Setibanya di kerajaan werewolf, kehadiran mereka disambut para pengawal. Mereka segera menemui Clare yang mereka yakin Clare ada di ruang kerjanya.

Tanpa mengetuk pintu, Reina main masuk begitu saja, Jessie geleng-geleng kepala melihat tingkah Reina namun dia tetap mengikuti Reina dari belakang.

"Ada apa?" tanya Clare to the point.

Clare sudah tahu mereka datang, aroma vampir Adik kesayangan dan Adik iparnya tercium olehnya. Kenapa Clare bertanya? Tidak mungkin seorang Reina yang sok sibuk datang ke sini tanpa tujuan.

"Mau minta 4 roti dan susu, Kak," balas Reina santai.

Clare meminta pengawal untuk membawakan makanan dan minuman yang Reina minta walau dia sendiri bingung untuk apa makanan dan minuman itu?

"Untuk tahanan manusia baik, Kak," timpal Jessie seolah tahu kebingungan Clare.

Clare mengangguk paham, semua sudah jelas, soalnya vampir mana mungkin makan makanan manusia.

Berbeda dengan werewolf yang bisa makan makanan manusia, namun lebih suka makan daging mentah atau setengah matang.

Setelah makanan datang, mereka ngobrol sebentar barulah mereka kembali ke hell karena urusan mereka di hell belum selesai.

Di hell, mereka disambut vampir di sana. Setelah itu mereka melesat ke sel tempat di mana Samuel dan Shanee menyiksa manusia, di sana mereka suka dengan kerja keduanya.

Tidak ada laporan kalau keduanya menolak perintah dia, melainkan apa yang mereka lihat itu yang sedari tadi keduanya lakukan walau mereka tahu keduanya melakukan ini dengan terpaksa.

"Sam, Shan, ikut kami," perintah Reina membuat keduanya menoleh.

TBC...

29. Survival Game [Season 2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang