Part 24

321 23 0
                                        

Selain menjadi vampir, tugas mereka menjadi asisten pribadi anggota kerajaan. Samuel akan menjadi asisten Reina, sedangkan Shanee menjadi asisten Jessie.

Mereka akan bekerja dengan anggota kerajaan dari pagi sampai sore dan malam harinya mereka bebas mau ngapain saja, mereka akan tinggal di satu kamar khusus asisten pribadi.

Sebelum menjadi asisten, mereka akan diajari dulu seperti Jessie gimana menjadi vampir yang baik serta apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan.

Selain itu, mereka akan ada tugas ke dunia manusia. Sayangnya saat mereka menjadi vampir, semua keluarga mereka tidak akan ingat mereka sama sekali.

Mereka yang diberi tugas ke dunia manusia, harus melakukan tugas dengan baik. Bukan main keluyuran, atau berniat kabur.

Sejauh apa pun mereka kabur, mereka akan ketahuan. Jika vampir melakukan kesalahan, mereka akan dihukum berat.

Vampir memang abadi dan kebal, bukan berarti anggota kerajaan tidak bisa menyiksa vampir yang bersalah.

Tawaran kedua, mereka tetap menjadi manusia. Keluarga mereka ingat mereka, namun keluarga mengetahuinya kalau mereka pergi jauh.

Selain itu, mereka tidak bisa keluar dari sini selamanya dan tetap melakukan tugas mereka jika mereka ingin makan.

Jujur mereka bingung harus memilih yang mana? Kedua penawaran ini tidak ada untungnya untuk mereka, karena mereka sama-sama bekerja untuk vampir juga.

Jika mereka menjadi vampir, keluarga tidak ingat mereka. Jika mereka masih menjadi manusia, keluarga ingat mereka namun mereka tidak bisa bertemu.

"Kenapa kalian percaya sama kami?" tanya Shanee yang penasaran.

"Dari awal, kalian itu baik. Hanya saja kalian bodoh, mau disuruh mereka sampai bernasib seperti ini," balas Jessie santai namun itu faktanya.

"Kami pilih yang pertama," tegas Samuel membuat Shanee menoleh.

Jujur Samuel memang mencintai Shanee begitu juga sebaliknya, namun percuma juga mereka menjadi manusia jika hidup mereka hanya di sel terus.

Jika mereka menjadi vampir, setidaknya hidup mereka sedikit bebas walau mereka harus bekerja untuk vampir juga dan keluarga melupakan mereka.

Tidak ada pilihan yang menguntungkan selain menjadi vampir, setidaknya itu yang Samuel pikirkan saat ini.

Dia bukan egois, dia juga memikirkan Shanee. Jika mereka di sini terus bukan hanya mereka yang lelah tapi mereka pun ikut sengsara karena mereka harus naked dan melakukan seks di tempat tanpa alas apa pun.

"Kalian bawa mereka menghadap raja untuk mengubah mereka menjadi vampir sekaligus menjadi asisten pribadi saya dan Putri Rei," suruh Jessie ke vampir hell.

Setelah mengatakan hal itu, Jessie melesat pergi ke istana karena janji dia ke Reina hanya pergi sebentar.

Sementara di hell, vampir yang Jessie tugaskan menyuruh mereka menggunakan handuk kimono mereka kembali.

Setelah mereka memakai handuk, tangan mereka diborgol ke belakang lalu diajak melesat sama vampir di sini menuju istana.

Di istana, Jessie sudah melesat ke ruang kerja Reina dan duduk dipangkuan dia. Jujur Jessie sangat manja ke dia, dia tidak masalah apalagi dia tahu ada anak mereka di rahim Jessie.

Kehidupan vampir dengan manusia itu berbeda, vampir memiliki waktu yang cepat. Jadi Jessie hanya memerlukan waktu satu bulan untuknya melahirkan anak vampir, dia tidak sabar menanti anak mereka.

Beda halnya di aula, Hyera dan Chloe bingung melihat dua manusia berada di sini yang membawa malah vampir dari hell.

Semua prajurit istana, memakai pakaian layaknya prajurit yang mudah mereka gunakan untuk berkelahi atau berperang.

Bedanya vampir istana dengan hell terletak di lambang kiri pakaian mereka, untuk pakaian semua berwarna hitam termasuk anggota kerajaan, tidak ada warna lain.

Lambang vampir hell gambar tengkorak, sedangkan vampir istana gambar bendera kerajaan. Untuk asisten pribadi anggota kerajaan, lambang mereka bendera kerajaan juga namun di sebelah kanan.

Sedangkan anggota kerajaan, ada lambang mahkota di pakaian mereka namun mereka juga diwajibkan memakai mahkota sesuai kedudukan mereka.

"Hormat kami Yang Mulia," kata vampir hell memberi hormat.

"Kenapa kalian membawa manusia ke sini?" tanya Hyera tegas.

Tidak ada manusia yang dibawa ke kerajaan vampir, jika manusia itu bukan mate atau calon asisten pribadi anggota kerajaan.

"Maaf Yang Mulia, kami diperintahkan Putri Jessie untuk membawa mereka ke sini karena mereka akan menjadi asisten pribadi Putri Reina dan Putri Jessie," balas vampir hell diangguki Hyera.

Hyera paham kalau Jessie menyuruh mereka membawa manusia ke sini untuk diubah, tidak ada yang salah dengan perintah Jessie.

Hanya raja dan ratu sekarang atau terdahulu saja yang berhak mengubah manusia menjadi vampir, selebihnya tidak boleh walau vampir itu anggota kerajaan sekali pun.

"Say, bantu aku ya," pinta Hyera diangguki Chloe.

Chloe tidak mungkin menolak apalagi itu tugas dia juga, jadi Hyera akan mengubah Samuel sedangkan Chloe mengubah Shanee.

"Kalian plester mulut mereka dan pegang tangan mereka dengan erat," perintah Hyera ke vampir hell.

Hyera tidak mau mendengar suara teriaka manusia yang bisa merusak telinga mereka, di hell vampir baru melepaskan plester di mulut manusia saat manusia sudah lemas jadi teriakan mereka pun kecil.

Vampir hell melakukan tugas mereka, Samuel dan Shanee benar-benar takut tapi mereka tidak ada pilihan lain. Hyera dan Chloe melesat ke arah mereka, keduanya serentak mengeluarkan taring dan mengubah mereka.

Sakit? Tentu saja, bahkan sangat sakit. Berteriak pun, mereka tidak bisa. Bergerak apalagi, tubuh mereka ditahan kuat sama vampir di belakang mereka.

Mereka tidak tahu sampai kapan kesakitan ini mereka rasakan, perlahan mereka merasa kehabisan darah. Namun Hyera dan Chloe tidak melepaskan taring mereka, tenang keduanya tidak menelan darah itu.

Darah itu memang dihisap namun mereka akan mengeluarkan lagi nanti, mereka tidak diperbolehkan menghisap darah manusia kecuali manusia itu mate mereka.

Setelah beberapa menit kemudian, Samuel dan Shanee sudah sangat lemas. Hyera dan Chloe secara bersamaan melepaskan taring mereka, lalu mereka melesat ke kamar mandi untuk membuat semua darahnya.

Setelah mereka membuang darah tanpa sisa, barulah mereka kembali ke aula. Di sana, vampir hell masih memegang tubuh Samuel dan Shanee yang benar-benar lemas.

"Kalian lepaskan borgol sama plester mereka, bawa mereka ke kamar asisten jadikan satu kamar saja dan beri mereka minum," perintah Hyera diangguki mereka.

Mereka pamit ke Hyera dan Chloe lalu mereka melesat bersama Samuel dan Shanee, setibanya di kamar, vampir hell melepaskan borgol dan plester lalu menyuruh mereka masuk.

Sebelum mereka benar-benar pergi, mereka memberikan 2 gelas darah ke Samuel dan Shanee barulah mereka melesat pergi ke hell karena tugas mereka sudah selesai.

TBC...

29. Survival Game [Season 2]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang