Gracia segera memanipulasi pikiran semua orang di sekolah itu, kalau mereka melihat Reina maupun Jessie di koridor, itu hanya halusinasi mereka.
Sedangkan di kelas, mereka akan melihat Reina dan Jessie sedangkan duduk anteng sambil memperhatikan guru.
Jika nanti guru bertanya, guru akan melihat kalau mereka bisa menjawab walau itu sebenarnya halusinasi saja.
Setelah Gracia melakukan tugasnya, dia memberitahu Reina melalui telepati lagi kalau semua sudah beres jadi Reina bebas mau ngapain saja.
Tidak lupa Reina mengucapkan terima kasih ke Gracia sang Mama yang sudah mengabulkan permintaan dia, setelah itu dia mengajak Jessie berkeliling.
Jessie tidak takut karena dia percaya Reina sudah merencanakan semua dengan baik, jadi dia hanya mengikuti ke mana pun Reina pergi.
Yang jadi permasalahannya, kemampuan dia apa? Setiap vampir setidaknya memiliki 1 kemampuan dan dia belum menemukan itu, walau begitu Reina tidak mempermasalahkan.
Saat ini mereka berada di koridor sekolah, anehnya Jessie bisa melihat warna aura dari setiap manusia, padahal dia tidak bisa melihat aura tadi.
"Say, aku mau tanya. Cahaya seperti aura gitu warna putih, hitam, merah itu apa?" tanya Jessie bingung.
"Ternyata kemampuan kamu melihat aura ya," balas Reina tersenyum, Jessie bertambah bingung.
Reina menjelaskan kalau Jessie bisa melihat aura manusia atau makhluk yang masih bernafas, pengecualian untuk vampir karena mereka tidak bernafas.
Aura berwana hitam artinya makhluk itu lebih banyak berbuat jahat, aura berwarna putih artinya makhluk itu lebih banyak berbuat baik.
Sedangkan aura berwarna merah artinya makhluk itu berada di tengah-tengah, baik dan jahat yang seimbang.
"Makasih penjelasannya, say," balas Jessie yang sudah paham.
"Yuk kita cari manusia untuk ke hell," ajak Reina untuk melanjutkan pencarian.
Untuk murid yang membully sudah Reina urus dengan mengutus vampir hell yang membawa manusia itu ke sana, untuk ciri-ciri sudah diberitahu sama dia.
Sekarang mereka hanya fokus mencari guru yang berkedok malaikat, satu per satu kelas mereka datangin. Walaupun ada yang melihat mereka dan melapor ke guru di kelas, tetap saja mereka yang malu.
Mereka mengecek dari kelas 10 sampai kelas 12, jika guru yang mereka cari tidak ada di kelas, barulah mereka mencari di ruang guru.
Pekerjaan mereka sangat mudah karena Jessie memiliki kemampuan melihat aura dengan begitu mereka tinggal mencari guru yang beraura hitam.
Tidak sia-sia juga Jessie ikut Reina ke dunia manusia karena dia jadi tahu kemampuan yang dia miliki, apalagi berguna untuk misi ini.
Mereka sudah mengitari kelas 10 sampai kelas 12 dan mereka tidak menemukan guru yang Hyera maksud, tujuan mereka sekarang ke ruang guru.
Di ruang guru, mereka mendengar suara sepasang manusia beda jenis. Keduanya sedang merencanakan sesuatu dan akhirnya Reina tersenyum miring, karena tugas mereka sudah selesai.
Reina menyuruh vampir di hell untuk datang secepatnya ke sini, setelah mereka datang, dia menyuruh mereka untuk membawa dua manusia itu ke hell.
Tentu saja sesuai permintaan Jessie, semua yang terlihat akan dijadikan satu sel penjara. Tugas dari Hyera selesai berkat kemampuan Jessie juga, jika Jessie tidak bisa melihat aura maka keduanya akan lama di dunia manusia.
Jadi, selama pencarian tugas Jessie melihat aura para guru. Kebanyakan guru di sini auranya merah, walaupun ada aura putih juga sedikit.
Kebetulan saat di ruang guru, aura kedua guru itu hitam makanya Reina tidak segan-segan membawa mereka ke hell.
Misi selesai, Reina kembali ke kelas mereka dan mengambil tas lalu mereka kembali ke apartemen dengan mobil yang mereka gunakan tadi.
Setelah mereka pergi dari sekolah, Reina meminta bantuan Naoki untuk menghapus ingatan semua manusia di sekolah. Naoki setuju saja, dia segera menghapus ingatan semua orang di sekolah.
Tugas selesai, Reina sudah memberitahu Hyera juga. Selain itu, dia kasih tahu kalau Jessie mau menyiksa manusia yang mereka dapatkan di dunia manusia hari ini.
Hyera tidak masalah dan dia malah mengizinkan Jessie untuk melakukan apa pun terhadap manusia penuh dosa itu, toh dia tidak keberatan jika Adik iparnya senang.
Tujuan Reina sekarang ke apartemen untuk menaruh mobilnya setelah itu dia mengajak Jessie berjalan kaki keluar menuju tempat sepi, setelah sepi dan aman barulah mereka melesat ke hell.
Di hell, kehadiran mereka disambut vampir penjaga. Tentu saja vampir hell menunduk hormat, apalagi mereka anggota kerajaan. Di sana, mereka segera ke sel yang paling luas karena di sana para manusia ditahan.
Mereka melihat ke delapan manusia itu dengan tangan terborgol di atas, pastinya tahanan selalu naked dan mulut tahanan manusia diplester karena manusia ini berisik.
Sejak masuk ke sel, Jessie melihat aura mereka satu per satu. Tidak peduli tubuh naked mereka, dia tidak nafsu hanya tubuh Reina saja yang membuat dia nafsu, begitu juga dengan Reina.
Hanya Jessie yang membuat dia nafsu, walau dia sering melihat manusia naked di hell. Catat, Reina hanya melakukan seks dengan Jessie saja.
Keluarga kerajaan mempunyai aturan, mereka hanya diizinkan berhubungan badan dengan pasangan sah.
Selain itu mereka akan dihukum, berbeda dengan vampir lain yang berhubungan badan dengan lain maka hukumannya terserah pasangan.
Beda lagi kalau vampir di hell, mereka bebas melakukan hubungan badan dengan manusia di sini tapi mereka tidak diperbolehkan menikah.
Jika mereka menikah, maka mereka tidak punya keturunan. Karena vampir di hell sudah bersumpah, melayani kerajaan untuk menyiksa manusia.
Tenang, mereka tentu saja mendapatkan imbalan yang setimpal. Mereka diperbolehkan hubungan badan dengan manusia di sini, tanpa menikah sampai akhir hidup mereka.
"Say, boleh aku minta sesuatu?" tanya Jessie penuh harap.
"Boleh, baby. Katakan saja," balas Reina lembut.
"Aku mau kamu pisahin dua manusia itu," kata Jessie menunjuk seorang laki-laki dan perempuan.
"Alasannya?" tanya Reina merangkul Jessie.
Reina bisa saja membebaskan manusia di sini kalau Jessie yang minta, asal alasan Jessie jelas dan masuk akal. Jika sekedar kasihan, dia akan menolak dengan tegas.
Ingat vampir tidak pernah berbelas kasihan sama manusia yang penuh dosa, vampir lebih milih menyiksa mereka secara perlahan sampai mereka tidak mau hidup dan lebih memilih mati.
"Aura mereka bukan hitam, aku yakin mereka terpaksa," balas Jessie jujur, Reina mengangguk paham.
"Pisahkan keduanya," suruh Reina ke vampir hell.
Vampir yang ditugaskan melepaskan kedua manusia dan dibawa ke sel lain, sesuai keinginan Jessie.
"Say, aku butuh bicara sama mereka," kata Jessie menatap Reina.
"Kita berdua," tegas Reina tidak mau dibantah.
"Baiklah," balas Jessie tidak mempermasalahkan.
TBC...
KAMU SEDANG MEMBACA
29. Survival Game [Season 2]
Short StoryBudayakan membaca sebelum lanjut! Cerita ini G!P (Girl x Girl Futa) Kalau tidak tahu, cari tahu dulu apa itu futanari sebelum baca cerita ini. Kalau sudah tahu, kalian bebas mau membacanya atau mengabaikan cerita ini. Tapi, kalau kalian tidak suka a...
![29. Survival Game [Season 2]](https://img.wattpad.com/cover/326117835-64-k717870.jpg)