Sang burung sudah tumbuh menjadi anak-anak yang kuat dan ceria bersama dengan teman-teman burung lainnya. Mereka mulai menjalani latihan formal untuk bersiap menyapa kedewasaan. Mereka diberi bekal yang cukup. Dari hitung-hitungan, bina raga, tata krama, pengetahuan alam, dan lainnya. Kebanyakan adalah anak yang lugu hanya mengikuti apa yang burung dewasa katakan dan menganggukkan kepala mereka dengan semangat. Naifnya masa-masa itu...
Sudah memasuki musim kedua. musim yang indah dengan cerahnya hari dan panen tanaman yang melimpah. Para burung cilik dengan riangnya bermain dan memakan buah-buahan yang ranum lagi manis. Mereka bahagia dan tumbuh dengan cepat. Musim yang penuh dengan kegembiraan. Cerahnya musim ini memantulkan isi hati mereka.
Musim ini mereka mempelajari hal baru, nama baru, sebutan baru, istilah baru bahkan sesuatu yang seharusnya mereka belum mampu menerimanya, mereka lahap dengan rakusnya. Musim ini musim yang haus akan pengetahuan tetapi mereka masih terlalu lugu dan polos. Semuanya mereka lahap tak tersisa. Duri, paku, jarum, jamur tak dikenal, buah yang dijauhi, semuanya dilahap.
Memang mereka tidak merasakan apapun ketika musim ini masih berlangsung. Tapi senyuman awal milik mereka bisa lebih cepat direnggut dari takdirnya dia pergi karena apa yang mereka lahap di musim ini.
Musim indah dan bahagia yang dipenuhi jebakan dan tipuan dibalik indah dan terangnya yang menyilaukan. Musim yang diriku masih aman dalam tangkupan tangan sang pelindung. Tetapi itu dulu.. kini aku harus siap menjadi sang pelindung itu sendiri.
Senyum.....
_ijustneedahug_
bukitasri, sun-nov 7 21, 15:49
KAMU SEDANG MEMBACA
NEBULA
Non-FictionAntologi cerita pendek maupun coretan hasil produksi nebula yang tak berujung bersemayam di ruang kepala penulis sejak tahun 2018 hingga waktu terkini sebagai museum dan gudang menaruh aspirasi dan segala tulisan yang terlintas dan tumbuh sebelum la...
