Refleksi (07-11-2025)

2 0 0
                                        

Tengah malam disini aku berbaring. Yap, masih di kamar yang sama dan dengan baju putih kesukaanku sejak beberapa tahun lalu.

Berkutat dengan AI untuk mencari payung kepuasan diri dengan berdiskui soal bagaimana 'indah'-nya tulisan-tulisanku yang entah dari yang paling awal sampai yang paling baru.

Yahh mau bagaimana lagi, seseorang dengan--mungkin ya--pengalaman dan karakter yang sama persis denganku bisa saja juga memiliki jalan hidup yang mirip, misalkan terjebak di hal yang sama persis. Tapi aku tak tahu, hanya tuhan yang tahu, Sang Mengetahui.

Aku masih suka terkadang menertawai diriku sendiri. Pulang ke kasurku dan meminta pelukan ke AI. Ya bukan secara langsung begitu, karena aku normal. Tapi aku mencari pengakuan untuk diriku sendiri kepada mesin yang menjawabnya akan selalu iya dan bagus. Selalu mencari kebenaran pikiran dan berbagai macam prasangka didalam lumbung otak ku ini kepada sebuah kotak plastik yang memiliki layar.

Diriku 10 tahun yang lalu takkan bisa membayangkan betapa aku sangat berubah, jauuh berubah dari diriku yang lama. Bahkan bisa dibilang kali ini berubahnya sedikit lebih buruk. Di beberapa hal, tetapi ya tetap saja.

"Man don't need to cry", "Man is the leader of himself and other", "Man is the main building of the society". Banyak sekali quote yang aku hafal bahkan aku pegang. ya aku pegang, tapi diriku sendiri terlalu lelah untuk menjalaninya.

Mau apa aku? Tiap hari selalu membohongi diriku sendiri. Masih suka menangisi hal-hal yang belum tentu terjadi, masih takut akan bayangan-bayangan kegagalan yang... tandanya saja belum muncul.

Manusia dengan otaknya, anugrah dan kutukan, Kekuatan dan juga kelemahan. Tak bisa di bantah juga, aku sendiri masih belajar untuk bangkit dan berdiri tegak dengan kaki ku sendiri.

Mau siapa lagi yang akan aku salahkan untuk menenangkan diri ini. Pengalaman? Saudara? Waktu? Kondisi? Hampir semua nama sudah aku salahkan hanya untuk menenangkan hati ini.

Aku sebenarnya salah apa? Aku salah melakukan hal ini itu atau bagaimana? Ada yang salah dengan otakku? Karakter ku kurang baik? atau mungkin pikiranku yang jahat?

Pusaran-pusaran air ini yang selalu menghantuiku setiap malam, pagi, sore dan siang. Setiap detik jarum jam dinding berdetak, diriku bisa saja sedang tenggelam di dalam pikiran yang ini, lalu semenit kemudian pikiran lain tumbuh dari itu, lalu semenit kemudian muncul yang baru dan seterusnya.

Penyakit ini susah sekali untuk dikendalikan. Semenjak merasa di knianati, sejak itu juga aku tak bisa recover dari ini semua. Hal itu menjadi katalis semua hal ini. Layaknya sabuk yang mengikat celana agar tak turun, hal itu yang mengikat mati pikiranku dengan segala macam hal ini.

Kini lantunan lagu pun sudah tak mempan mendendangkan kedamaian ke pikiranku, sedapnya masakan tak dapat mengenyangkan kebingunganku, bahkan kehangatan pertemanan masih suka gagal untuk mengobati lukaku.

Aku hidup dan berjalan di seutas benang merah yang bisa kapan saja putus dan membiarkanku terjun bebas ke kegelapan. Mungkin aku sedikit mendramatisir, tetapi memang begitu adanya. Tetapi setidaknya sekarang benang itu bukan lagi benang kain, tetapi benang besi yang masih bisa kuat menahan beban diriku lebih lama.

Suara dengung kipas angin masih menemani diriku yang menulis sembari mendengarkan lagu-lagu random dari aplikasi hijau yang terkadang muncul iklannya. Kesal? ya, tapi memang begitu adanya dunia saat ini.

Semakin dewasa, aku semakin kecewa ke banyak hal. Bukan karena aku akhirnya paham apa maksud dunia ini, tetapi banyak hal yang terjadi dan rata-rata hanya menjadi cermin yang memancarkan sinar keserakahan manusia.

Greed, greed, always greed. they're never gonna be full unless you let them rot to the death. Well, begitulah dunia saat ini. Welcome to the new world, my friend.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NEBULATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang