3.

169 16 0
                                        

Hei hei hei everyone!!!

Firstt! Trimss buat kalian yang udah mau baca cerita aii. SEMOGA KALIAN SUKAA, DAN TERUS SUPORT AII.

Aku masih agak amatir so.. maaf kalo ada kata kata yang gak pas and info yang kurang akurat.

TAPI AKU BAKAL USAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN!. Oqeii gausah banyak menye menye lagii andd...

_HAPPY READING📖_

"Gak usah sok kuat".

Alesya menoleh kala mendengar seseorang yang di belakangnya mengatakan sesuatu.

Alesya sedikit terkejut karena baru sadar bahwa yang di belakangnya ialah Alaska. Ya, Alaska yang sekarang sangat berbeda. Saat di rumah, Alaska sudah rapi dengan seragamnya, namun sekarang ia sudah berubah dengan tampilan bad nya.

Rambut yang lumayan berantakan, seragam yang di keluarkan, serta tiga kancing atas seragamnya yang terbuka membuat keringat di tubuhnya terlihat.

Alesya tak mengatakan apapun entah kenapa tiba tiba pengelihatannya memburam, bahkan Alaska Yang dilihatnya sekarang seperti terbelah menjadi dua.

Brukh.

Alesya mendongak menatap manik mata Alaska Yang merengkuhnya kala ia hendak terjatuh. Dirinya hanya sedikit lemas, tidak sampai pingsan.

Alaska kemudian menyuruh beberapa petugas untuk membawa Alesya kedalam kelas. Alesya pun menurut ketika ia di topang oleh perempuan Yang sedang bertugas untuk membantunya menuju kelas.

Alesya sedikit menoleh untuk sekedar ingin mengucapkan terima kasih. Namun jarak mereka sudah lumayan jauh. Walaupun Alesya menggerakkan bibirnya untuk berkata 'terima kasih' Alaska tak akan memahaminya.

Ia sangat bersyukur ada Alaska, dan satu kata Yang cocok untuk moment tadi ialah, Wangi. Alaska mempunyai wangi aquatic Yang menenangkan walaupun ia sedang berkeringat. 'Alaska, you is my superhiro!' Batin Alesya.

✏✏✏

"Ecaa!, lo masih pusing ngga? Mau gue anter ke UKS? Atau butuh minyak telon? Bubur? Obat? Atau-"

"Aku ngga apa apa Ginaa" Ujar Alesya jengah mendengar ocehan Gina yang berada di sebelah kursinya. Tau gitu Alesya tak akan menurut jika tadi disuruh duduk bersebelahan.

"Beneran?" Tanya Gina memastikan. Punggung tangannya terulur dan mendarat di dahi Alesya.

"Huft, ngga panas kok. Bagus deh, berarti lo emang udah nunjukin kekuatan lo ca!" Ujar Gina.

"Kamu kira aku ini apa? Pake nunjukin kekuatan segala". Ucap Alesya seraya mengeluarkan alat tulisnya dari dalam tas.

"Yaa, bukan itu maksud gue. Tapi tuh-"

"Selamat pagi anak anak". Ujar seorang ibu guru berkacamata, rambut di cepol rapi serta mata yang tajam bak silet. Dari pawakannya sudah kentara kalau guru tersebut ialah salah satu guru killer di sekolah ini.

"PAGI BU!" Jawab murid murid yang ada di kelas itu secara kompak.

"Perkenalkan nama saya bu Naomi. Saya guru Fisika, sekaligus Wali Kelas kalian. Jadi, di mohon kerja sama nya saat pembelajaran di mulai. Paham?!" Ujar guru tersebut yang ternyata bernama bu Naomi.

"PAHAM BU!" Jawab nya lagi serentak.

"Bagus, sebelum memulai pembelajaran, kita akan melakukan sesi perkenalan terlebih dahulu".

"Dari... absen pertama, silahkan berdiri dan perkenalkan diri kamu" Ujar bu Naomi seraya mebenarkan letak kacamatanya dan satu tangannya sedang memegang sebuah buku absen.

ALASKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang