10.

144 28 0
                                    

Alaska menghentikan mobilnya sembari menunggu lampu merah itu berganti warna.

Ia menoleh menatap gadis di sampingnya yang ternyata sedang tertidur.

Alaska memandang wajah damai Alesya lekat. Namun, tak lama Alesya menggeliat tak nyaman di kursinya.

Hingga kepala gadis itu hampir merosot ke samping Alaska. Jangan bayangkan jika Alaska akan dengan senang hati meminjamkan bahunya untuk Alesya.

Yang Alaska lakukan ialah menangkup kepala Alesya menggunakan salah satu tangannya yang berada tepat di samping gadis itu.

Dan satu tangannya lagi di gunakan untuk memegang stir mobil. Dengan raut wajah yang tetap datar, Alaska mendorong kepala gadis yang masih tertidur itu pelan agar kembali duduk tegak.

Alaska kembali melanjutkan perjalanan menuju Panti Asuhan yang di inginkan Alesya.

Selang beberapa menit, getaran dari ponsel Alaska pun terasa. Ia kemudian merogoh handphone nya yang berada di saku celananya.

Terpampang nama kontak yang menelponnya, yaitu Agiska. Alaska langsung mengangkatnya dan ia angkat ponsel tersebut mendekat ke telinganya.

"Assalamualaikum".

"Waalaikumsalam, kenapa?".

"Anu, Al. Gue udah dalam perjalanan ke rumah nenek, Mama bilang Nenek lagi sakit. Jadi, gue langsung buru buru dan gak sempet kabarin lo langsung".

"Sama siapa?".

"Gue berangkat bareng Bi Muna sama beberapa bodyguard yang di kirim kakek, jadi lo tenang aja".

Alaska menghela nafas pelan. "Nanti gue-".

"GAK USAH NYUSUL!! GUE SUNAT PAKE GOLOK MAMPUS LO!".

"Paan sih". Cibirnya datar.

"Kalo ada apa apa langsung hubungin gue. hati hati, Gue tutup du-".

"HEH BENTAR!".

Alaska sedikit menjauhkan ponsel tersebut dari telinganya. Pekikan Kakaknya itu bisa bahaya untuk kedamaian telinganya.

Kebetulan jalan yang sedang ia lewati, tak terlalu ramai. Jadi, ia bisa lebih santai untuk mengemudikan mobilnya sembari berbicara di ponsel.

"Gini nih Al, berhubung Bi Muna nemenin gue selama beberapa hari. Dia, minta tolong buat jagain Alesya di situ, kalau bisa sih di manapun dia berada".

Alaska hendak berbicara, namun kembali di sela oleh Agiska.

"Katanya!, katanya nih ya, Bi Muna gak maksa kalo emang lo gak mau, atau lo emang lagi sibuk. Setidaknya, lo jangan biarin dia dalam bahaya deh".

"Kata Bi Muna dia ga maksa. TAPI GUE MAKSA! POKOKNYA LO HARUS JAGAIN DIA! JANGAN SAMPE LECET-".

"Ga usah teriak, bisa?".

"Y-ya sori. Ya intinya itu deh, jagain loh ya, jangan di apa apain! Terus jaga kesehatan lo juga, jangan ngeluyur mulu kerjaannya. Makan yang bener".

ALASKATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang