Day 8: GELAPP

273 25 3
                                        

Setelah pulang beberapa jam untuk mengemasi barang, semua murid Academy of Eruditio kembali ke sekolah untuk menjalankan hukuman mereka. 

"Coba aja kemaren si momet (monyed jamet) bawa susu sapi." gumam Layla pelan dengan 2 tas penuh baju di tangannya.

"Baiklah semuanya, untuk 3 hari selanjutnya kalian harus bisa bertahan hidup di sekolah sebesar ini sebagai hukumannya. Listrik akan dimatikan...jadi...GOOD LUCK!" ucap Silvanna riang.

Kepsek rada-rada miring itu mulai berjalan slay anggunly diikuti Natan dkk di belakang. 

Pintu gerbang ditutup.

Dan disinilah hukuman berlangsung.

"Gw mau eek, pada mau ikut gak?" ucap Alucard yang niatnya cuma mau bercanda.

"Gabut amat gw ngisepin aroma nuttela lo, ngomong-ngomong ayok aja!" jawab Chou bersemangat dan langsung kena timpuk Brody.

"Orang stress gatau diri, kalau ikut ngajak gw juga dong."

"Yaudah ya, satu jamban buat bertiga~" jawab Alucard antusias.

Mereka pun lompat lompat ke kamar mandi bertiga.

Taman dipenuhi ciwi-ciwi yang sibuk ngelilingin Kimmy di tengah.

Cewek berambut kuning itu lagi sibuk bolak-balikin sate telur ikan Koi.

"Daging sapi gw ketinggalan di rak buku tadi-"

"Ga nanyea" sahut Nana tanpa permisi.

"Emang kamu nanyea?" balas Kimmy mulai emosi sama cebol satu ini.

"Engga"-Nana

"YA TRUS KENAPA BOCIL KON-" bodo amat sama telornya, Kimmy langsung ngeraih ekor Nana trus diseret kesana kemari. 

Selena yang kebetulan jongkok sambil udud di sebelah Kimmy tadi langsung ngambil alih bakaran. 

"HUEEEEE AYANGG!!"

"Bocil belum lancar perkalian gausah ayang-ayangan dulu." ketus Kimmy masih menyeret Nana keliling taman. 

Meanwhile Selena dan ciwi ciwi lain sibuk perhatiin telur ikan Koi yang Kimmy bakar.

"Udah mateng kayaknya tuh." gumam Floryn sambil deketin muka ke tungku dan langsung digeret ke belakang sama peliharaannya, Dew.

Dew sepertinya sudah trauma banyak pas ujung rambut Floryn kebakar pas mau tiup lilin ultah.

"ANJRIT INI KITA TIDURNYA GIMANA?!" teriak Melissa ditemani anggota 4saken Light lainnya. 

Xavier lagi sibuk bukain yandex, Julian cosplay kutub utara, lalu Yin sibuk ngelihatin beha nyangkut di jam kelas.

Gada yang jawab pertanyaan Melissa. 

"Woi pentil permen kaki! Kasih ide kek, saran kek!"

Yang dimaksud Yin, yang noleh tiga-tiganya. 

"Kok kalian berdua juga noleh-"

"Soalnya kemaren konz gw ikutan kena mesis LGBT" ujar Xavier saat bosan yandexnya muter-muter mulu.

Oh iya ya baru inget gada internet gegara listriknya dimatiin:((

"Gw nanya mau tidur dimana betewe, bukan tentang kabar konzmu. Lagi ngcng yaa"

"Ini gw kebetulan pake bantalan di sini..."

"Silit babi gausah alasan!"

Namun perhatian Melissa teralihkan pada Juliono yang tiba-tiba udah nongkrong diatas lemari.

Kayak lagi nyari sesuatu tapi entah apaan.

"Nyari apaan bang?" Melissa langsung nyusul Julian di antara lemari.

Xavier mah bodo amat, yang penting kebutuhannya terpenuhi dulu.

"Nyari kepastian dari doi."

Melissa niatnya mau jawab, cuma pintu kelas Marksman tempat mereka nongkrong udah di dobrak duluan sama Hilda, anak kelas Fighter dengan penampilan preman pasar.

"HAYOO MELISSA NGEHAREM!!" ucapnya terang-terangan seraya menunjuk gadis berambut pendek yang sedang kena pantat seorang lelaki berambut merah.

"Padahal niat gw cuma bantuin Julianto lagi nyangkut."-Melissa

"COOKKKK GELAAPP ANJENGGG."

"NATALIA MULUTNYA!!"

"GW GA KELIHATAN!! Omong-omong ini tt siapa?"

"TT GUAAA!!"

Perihal lupa siapin lentera, Benedetta, Lesley, dan Natalia harus berakhir kejebak dalam lorong gelap.

Mereka memang lincah, tapi kalau gelap gini ya mau gimana lagi.

Harus pake mata kaki.

Berakhir ketiga cewek kulbet ini harus meraba-raba sekitar biar bisa lanjut jalan.

"Hal-"

"ZILONG BERAK KEGIGIT PIRANHA!" latah Lesley begitu Grock tiba-tiba nyorot senter ke mukanya sendiri.

"Kalian dari kelas mana saja? Biar saya antar." ujar batu lumutan itu.

"Gw sama Nata de coco ke kelas assasin, Lesti sugusi ke kelas marksman."-Benedetta

"LESTI SUGUSI SIAPA?"

"Gausah banyak nyocot, ikut aja." balas Grock yang mendadak jadi ga ramah bintang satu.

Perasaan tadi ramah-ramah bae.

Jika trio cewek kul tadi hoki dapet bantuan, lain lagi dengan 1 cewek jago desah dan 2 temannya yang otewe jadi pendesah handal.

Siapalagi kalau bukan Angeltod, Plorin, dan Rafaela.

Mathilda gada niat ikutan soalnya kalau dia desah suaranya berubah jadi om-om.

Floryn lagi berusaha nyemangatin Dew buat mancarin cahaya lebih biar mereka dapet penerangan teros.

"Babu pepeq, gw mana bisa nyala teros kalau ga dikasih makan." batin Dew dalam jantung.

~~

Thankyou banget buat yang udah mau baca cerita ini meski garing kayak hati author:3

Sekolah Rasa Kostan (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang