Haiii sebelum kalian baca book ini aku mau kasih tau kalo ada beberapa bab yang ngacak/tidak berurutan.
Soo.. Jika kalian mau baca, di liat dulu ya urutan bab nya sesuai chapter 🤗 takutnya kalo kalian gak baca berurutan jadi mumet dan pusing sama alurnya hehhehe.
Maaf ya... Aku juga gak tau kenapa bisa jadi gak berurutan gini chapternya. Agak laen emng wp🙂
Soalnya ada yang di wp lain berurutan tapi mungkin di wp beberapa orang gk berurutan. Jadi aku mau disclaimer dulu, kalo emang gak berurutan sesuai chap bisa dicek dulu. Kalo gk berurutan diliat aja sesuai nomor chapnya.
SORRY GUYSSSS!! 🙏🙏
»»————><————««»»————><————««»»————>
Tok
Tok
Tok
"Tuan William, apa anda sudah bangun tuan?" tanya seseorang yang daritadi mengetok dari arah luar pintu
"Ya aku akan bangun" lelaki yang baru saja beranjak dari ranjangnya itu.
Selang beberapa menit seseorang lelaki lumayan pendek memasuki kamar William. "Tuan, hari ini adalah upacara kematian Raja Junee dan Ratu Roseanne, kau akan memakai baju yang mana?"
William yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap dayang pribadinya, Himmer. "Apa saja yang ada" Himmer yang mendengarnya langsung membuka lemari dan memilih memilih baju.
William adalah seorang lelaki yang sangat ketus, dia tidak banyak berbicara, tapi banyak yang menyukainya, kenapa? William memiliki tubuh yang bagus, badan yang tinggi, tubuh yang berotot, dan wajah yang memiliki rahang tegas. So, itulah mengapa orang tergila gila dengannya.
"Tuan, pakailah ini" Himmer memberikan sepasang pakaian kepada William. "Hm, aku akan segera kembali." kemudian kaki panjang William menuju ke arah kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama William kembali dengan pakaian yang sudah menempel pada tubuhnya. Kemudian Himmer dengan dayang yang lain merapikan baju dan memberi riasan sedikit pada wajah william.
Setelah selesai, william pergi turun untuk menyantap sarapannya. Saat sudah dibawah dia melihat para dayang nya sudah berada dibawah dan memberi hormat.
"Selamat pagi Tuan William, santaplah makananmu" ucap seorang yang sedang menata meja makan yaitu dayang pribadinya juga, Weren.
Kemudian William mendudukkan dirinya di kursi dan mulai menyantap makanannya.
Hanya suara sendok dan piring yang saling bertabrakan dalam keheningan. "Panggilkan Ryu kesini" perintah William secara tiba-tiba.
Dayang-dayangnya langsung menunduk "baik Tuan"
Kemudian seorang prajurit wanita datang dengan pedang yang selalu berada di pinggangnya. "Ya Tuan William, ada apa memanggil saya?"
"Ryu, apakah ada seorang yang mengejutkan datang ke upacara pemakaman orang tuaku?" tanya William sambil tetap fokus menyantap makanannya.
Ryu terkejut karena William selalu ahli dalam menebak. "Ya Tuan, anak-anak dari Avender akan menghadiri upacara tersebut, Tuan."
William tersenyum miring sambil meletakkan sendok yang dia gunakan "sangat mengejutkan, apakah mereka datang karena orang tua kami berteman?" William menghela nafas dan melanjutkan pembicaraannya "hufftt... Ntah mengapa mereka bisa berteman. Sedangkan aku dengan anak mereka adalah musuh bebuyutan" ucap William dengan nada menyesal dan kesal.
"Tapi itu tidak apa apa sekarang, aku bisa menghancurkan mereka kapan pun itu. Bukan orang tua mereka juga sudah mati tahun lalu? Ini sangat mudah" William tersenyum miring sambil menopang dagunya dengan tangannya.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
IRIDESCENT // Sunoo Harem (END)
RomanceWilliam Valo Phamon adalah musuh dari Avender bersaudara, dan begitupun sebaliknya Avender bersaudara adalah musuh dari William Valo Phamon. Suatu hari Mereka bertarung dan berperang, yang menyebabkan mereka mati di medan perang. Tapi siapa sangka...
