"Enghh.. " eluhan keluar dari mulut pria cantik yang baru terbangun dari tidurnya.
Pria itu merasa bagian perutnya berat, dan ternyata tangan 2 pria dominan itu masih bertengger memeluknya.
"Jungwon dan niki ternyata masih tidur?" ucap pria itu dengan suara yang kecil agar tak mengganggu tidur kedua orang itu.
Pria itu melirik ke arah jam dinding yang telah menunjukkan pukul 12.35 dan dia tertidur dari jam 11.30 yang berarti dia sudah tertidur sekitar 1 jam lebih. Kemudian pria itu berusaha melepaskan kedua tangan yang berada di perutnya dengan hati-hati. Butuh waktu untuk berusaha melepaskan eratan dari tangan dominan itu. Tapi dia berhasil terbebas, tanpa harus mengganggu waktu tidur mereka.
Kaki pria mungil itu melangkah untuk menuju lantai bawah. Dia menyusuri setiap lantai dirumah itu untuk menjawab rasa penasaran dalam dirinya.
"Wahh ini mah kayak bukan rumah lagi, bahkan ini melebihi hotel bintang lima" itulah yang diucapkan sunoo setiap melihat sudut ruangan dirumah itu. Matanya selalu berbinar kagum.
Hampir 1 jam lebih sunoo menyusuri bagian-bagian rumah itu, dia tadi sempat kesasar karena saking megahnya rumah ini😌
saat sunoo melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, terdengar suara pintu terbuka yang menandakan ada seseorang yang datang. Sunoo memberhentikan langkahnya ketika ia tahu siapa yang datang.
"LO?!" pria itu kaget sambil menunjuk kearah diri sunoo. Pria itu datang dari arah pintu dengan diikuti 2 orang dibelakang dan 1 orang disampingnya.
"Lo! Kok lo bisa ada disini?" tanya pria lain yang berada disamping pria yang menunjuk sunoo tadi.
"E-ehh... Maaf kak aku lancang. Tapi jungwon niki manggil aku tadi kesini. Sekali lagi aku minta maaf banget kak" sunoo dengan kecepatan kilat membungkuk meminta maaf kepada 4 orang yang bisa disebut saudara dari jungwon dan niki.
"Terus lo kok bisa tau rumah kami?" tanya seorang pria yang dijuluki ice prince dan mendudukkan dirinya ke sofa.
"Jungwon tadi nelfon aku, dan nyuruh aku datang katanya dia lagi sakit. Jadi dia ngirim alamat rumah kalian ke aku" ucap sunoo berusaha menjelaskan agar tidak terjadi kesalah pahaman.
"Kalo lo kesini ngejenguk jungwon, niki... Kamar mereka ada diatas dan tangga ada di sebelah sana... " anak ke-3 keluarga park itu berjalan mendekati sunoo dan perlahan-lahan semakin mendekat ke tubuh sunoo. "Dan kenapa lo jalan dari arah taman, Kim?" sekarang jarak antara jake dan sunoo hanya dibatasi oleh pakaian mereka saja. Tubuh mereka benar-benar sangat dekat.
Jantung sunoo berdisko ria lagi, hah... Mari selamatkan jantung sunoo hari ini yang selalu ngedugem. Sunoo merasa darah didalam tubuhnya mengalir sangat hebat, badan sunoo seperti menggigil tapi tidak dingin, wajahnya memanas, jari dan tangannya sangan melemas, dan lidahnya sulit untuk berbicara.
"K-kak, ehhngg..m-maaf k-k-kak, aku...a-aku gk maksud untuk l-lancang. Aku cuman b-bosen aja. Aku minta maaf banget... Kak" semakin lama suara sunoo semakin kecil ketika ingin menjelaskan semuanya. Pikiran sunoo hilang, bahkan dia tidak tahu apa yang ingin dia katakan sekarang.
Jake menatap wajah sunoo dengan intens, dia menatap setiap sudut wajah sunoo yang begitu indah dan kemudian menatap mata sunoo dengan dalam.
Sunoo yang melihat jake terus menatapnya hanya bisa bingung, tapi bingungnya tergantikan menjadi terpesona. 'Bagaimana bisa kak jake setampan ini? Wahh! Mata kak jake bagus! Hidung kak jake kok bisa mancung ya? Wahh rahangnya tegas banget' itulah yang ada dipikiran sunoo sekarang, sampai sunoo pun terdiam melihat jake.
"Kenapa? Gw ganteng ya, sampe lo ngeliat gw segitunya. Hhahaha" jake menggoda sunoo dan tertawa.
Sunoo mendorong dada jake agar tubuhnya menjauh dari jake. "Apasih kak! A-aku... Aku i-itu cuman... Y-y-ya... Gitulah kak! Terserah kaka aja deh" sunoo mulai gugup tak karuan, dia bingung harus menjawab apa lagi karena apa yang dibilang jake semuanya benar. Mata sunoo tertutup dan menggelengkan kepalanya seperti anak kecil yang sedang membantah pernyataan.
KAMU SEDANG MEMBACA
IRIDESCENT // Sunoo Harem (END)
RomanceWilliam Valo Phamon adalah musuh dari Avender bersaudara, dan begitupun sebaliknya Avender bersaudara adalah musuh dari William Valo Phamon. Suatu hari Mereka bertarung dan berperang, yang menyebabkan mereka mati di medan perang. Tapi siapa sangka...
