confuse (20)

3.7K 293 26
                                        

"Sunoo Sayang, kamu udah siap?" panggil seorang paruh baya dari arah luar pintu.

"Iya mah, tunggu sebentar" jawab sang anak dari dalam kamar.

Disinilah sunoo didalam kamar sedang bersiap-siap untuk pergi bertemu orang yang akan dijodohkan dengannya. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 18.03 dan acara bertemu dengan calonnya pukul 19.00 sejujurnya sunoo merasa tidak enak badan hari ini, dia tidak demam tapi hanya saja badannya lumayan lemas. Orang tuanya merasa khawatir dengan keadaan sunoo, tapi sunoo mengatakan dirinya jika dia baik-baik saja dan memaksa untuk tetap pergi.

"Apa aku telfon aja mereka ya?" ucap sunoo sambil memandang HPnya yang berada di meja riasnya.

"Hikss.. Padahal mereka bilang gak bakal ninggalin aku, tapi malah aku yang ninggalin mereka.. hikss.. K-kenapa dari dulu aku j-jahat banget.. Hikss.. Hikss.. A-aku pengen tetap sama m-mereka... K-kenapa semesta selalu j-jahat.. Hikss.. K-kenapa semesta selalu berusaha ngejauhin aku dengan orang yang aku s-sayang.." sunoo mulai meneteskan kembali air matanya. Dia benar-benar tidak menerima semua hal yang terjadi sekarang, dia mencintai ke-6 pemuda itu. Sunoo membenci ketika semesta masih melakukan hal yang sama kepadanya seperti di masa lalu, dia selalu kehilangan orang yang dia andalkan dan dia sayang. sunoo tidak mau kejadian dulu terulang lagi kepadanya di masa sekarang.

"Hufft... It's okay... Aku bakal ngomong sama mereka waktu pulang.. " sunoo menyeka air matanya dan bergegas untuk turun karena takut mama dan papa nya menunggu terlalu lama.

Sunoo menuruni tangga dan tersenyum kepada mama papanya.
"Ayo mah pah"

Kemudian mereka bertiga pergi keluar rumah dan menutup pintu kemudian memasuki mobil. Lalu mobil mereka mulai berjalan pergi.

Didalam mobil hanya ada suasana yang tenang. Papa june didepan yang sedang mengendarai mobil, mama rose yang berada di kursi samping papanya, dan sunoo yang berada di kursi belakang.

"Kamu gapapa kan dek?" papa june memulai percakapan yang masih tetap fokus menyetir.

"H-hah? Aku gapapa pah" ucap sunoo yang tersadar dari lamunannya.

"Kamu dari kemaren melamun terus, kamu lagi mikirin sesuatu?" tanya mamanya yang khawatir.

"Gapapa mah, sunoo gapapa" ucap sunoo menenangkan mamanya.

"Maafin mama papa ya, pasti kamu mikirin tentang perjodohan ini" mama sunoo merasa bersalah lagi.

"Mah.. Sunoo udah bilang kan kalo sunoo gapapa, mama sama papa gak usah merasa bersalah lagi. Kalian gk salah" sunoo meyakinkan kedua orang tuanya.

"Kalo ada apa-apa bilang sama kita ya, papa gk bakal biarin anak papa kenapa-napa" ucap papa june.

"Iya pah.. " sunoo tersenyum.

.
.
.
.

30 menit mereka berada diperjalanan menuju ke sebuah restoran. Dan sekarang mereka telah tiba di sebuah restoran mewah.

Kemudian mereka mulai memasuki restoran tersebut. Dan orang tua sunoo menuju kearah resepsionis untuk bertanya ruangan yang sudah dipesan oleh keluarga yang akan dijodohkan dengannya. Sunoo hanya mengikuti kedua orang tuanya dari belakang.

"Ruangan yang sudah dipesan oleh keluarga..

Park... " (pura-pura kaget aja)

Sunoo samar-samar mendengar orang tuanya yang meminta ruangan yang telah dipesan keluarga calonnya itu. Tapi yang membuat sunoo penasaran adalah apakah orang yang akan dijodohkan dengannya bermarga park?

"Sayang, ayo" mama rose memanggil anaknya yang berada dibelakang. Sunoo pun mengikuti mama papanya lagi di belakang.

"Nah itu dia ruangan nomor 6B" mereka berjalan kearah ruangan yang pintunya bernomorkan 6B, sunoo hanya mengikuti saja kemana arah orang tuanya berjalan. Tapi dia terkejut melihat seseorang yang berada disana.

IRIDESCENT // Sunoo Harem (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang