Sinar matahari menembus kamar remaja yang sekarang masih menjelajahi dunia mimpi. Sampai terdengar ketukan pintu yang membuat tidurnya terganggu
Tok
Tok
Tok"Enghh ganggu anjing" Dumelnya sambil membuka pintu
"Bangun sarapan, udah di tungguin yang lain" Dapat Galen lihat anak dari Abraham yang membangunkanya
"Ye" Jawabnya malas ga kenal juga sok sok an nyuruh
"Cepet dah di tungguin"kata Abian, karena dia bangun paling awal dia disuruh mommy sama daddynya buat bangunin Galen. Katanya biar lebih cepet akrab
Galen menutup pintu tanpa menjawab perkataan tu orang. Kalau ga salah sih menurut Galen orang tadi anaknya Abraham yang ke duaSetelah selesai cuci muka Galen turun kebawah buat sarapan
"Pagi sayang" Sambutan hangat Fira berikan untuk Galen. Tapi dasarnya udah benci Galen ga ngerasain bahagia sama sekali di ucapin gitu
"Pagi abangg" Sapa Kaleel juga dengan semangat
"Pagi" Galen jawab buka buat tu wanita tua yaa, tapi buat anaknya Abraham yang bontot. Walaupun Galen benci banget sama mereka tapi Galen mana tega kalau harus cuekin anak kecil
"Karena udah ngumpul ayo makan" Kata Abraham
"Galen mau makan sama lauk apa, biar mommy ambilkan" Tanya Fira soalnya cuman Galen yang belum ambil makan
"Terserah" Jawab Galen cuek tanpa melihat wajah Fira
"Sama ayam kecap ya, ini kan kesukaan Galen dulu" Kata Fira sambil tersenyum mengingat Galen dulu sangat suka dengan ayam kecap buatannya
"Sok tau" Guman Galen yang masih bisa di dengar mereka semua
"Tau dongg mommy kan mommynya Galen masa ga tau kesukaan anak sendiri" Jawab Fira mencoba mencairkan suasana
"Haha iyaa mommy yang pernah lupa kalau udah ninggalin anaknya" Kata Galen sinis
"Galenn" Peringat Abrahan
Galen memakan makananya tanpa menjawab Abraham
"Abang Galen nanti main sama Kaleel yaa di taman" Ucap Kaleel dengan semangat
"Iya" Galen bingung harus jawab gimana, mau nolak ga tega di iyain nanti ngelunjak
"Yeayy ayoo cepett cepet makanyaa abis itu main" Kata Kaleel seneng karena bisa main bareng abang barunya itu.
Mereka yang mendengar percakapan tersebut tersenyum tipis ikut bahagia
🌿🌿
Galen sekarang sedang berada di taman bersama Kaleel dengan sebuah pedang dan pistol mainan yang berjejeran di depanya.
Tadi setelah selesai makan Kaleel langsung membawa semua mainan mainanya ke taman dan menyeret Galen
"Ini kita mau main apa sih" Galen tuh lagi mager dia aja hari ini ga sekolah biar bisa malas malasan malah diajak ginian
"Eumm kita main apa dulu ya enaknyaa, ini aja dehh kita main pistol pistol an dulu" Jelas Kaleel
"Abang nanti sembunyi di sana terus Kaleel disana nanti kita saling tembak siapa yang duluan mati dia yang kalah" Kaleel menjelaskan cara bermainya agar abangnya ini mengerti
"Hadehh yaudah deh cepetan"Galen mulai berada di posisinya dan mereka bermain
" Aduhh udah udah istirahat dulu, kalian pasti capek ini mommy bawain minum "lumayan lama mereka bermain Fira datang membawa minumam
" Wahh keknya enak tuh"Kaleel menghampiri Fira mengambil minuman
"Galen sini minum dulu" Fira memanggik Galen yang hanya diam saja
"Gua ke kamar dulu" Kata Galen kepada Kaleel melewati Fira begitu saja
Fira yang melihat hal tersebut pun tersenyum sendu mencoba memaklumi. Berarti dia harus lebih berusaha lagi agar bisa mendapat maaf dari GalenMenurut Kalian enaknya Galen di buat maafin mereka apa tetep benci sama mereka guys?

KAMU SEDANG MEMBACA
Galendra Emilio
Teen FictionGalen hanyalah remaja biasa yang hidup tanpa pengawasan orang dewasa. hidupnya yang dahulu penuh kasih sayang dari kedua orang tuanya hilang semenjak ayahnya meninggal dunia, dan ibunya yang memilih pergi tanpa pernah memberi kabar kepadanya Lalu ba...