Galen hanyalah remaja biasa yang hidup tanpa pengawasan orang dewasa. hidupnya yang dahulu penuh kasih sayang dari kedua orang tuanya hilang semenjak ayahnya meninggal dunia, dan ibunya yang memilih pergi tanpa pernah memberi kabar kepadanya
Lalu ba...
Galen sedang bersiap siap buat pergi ke sirkuit, tidak butuh waktu lama dia langsung mengendarau motornya ke sirkuit.
Sampainya disana Galen sudah disambut oleh Ravi.
"Lama amat sih udah mo mulai noh" Ucap Ravi dengan nada sinis, pegel cuy nungguin si Galen daritadi kaga dateng dateng
"Yailah baru juga mau mulai, yang penting gua ga terlambat kan" Galen ngomong dengan santainya
"Terserah lah" Pasrah aja si Ravi mah, males debat dia
"Yaudah gua mo kesana dulu, dah disuruh ngumpul tuh" Galen mulai menjalankan motornya menuju garis start
Setelah Galen dan rivalnya berkumpul, datang wanita membawa bendera berdiri di tengah tengah.
"Semua siapp" Teriak wanita pembawa bendera sambil mengangkat benderanya
Brumm Brumm
Sahutan suara motor terdengar pertanda peserta lomba telah siap
Okee
Onee
Two
Three
Bendera di terbangkan Galen dengan cepat mengendarai motornyaa. Keadannya sekarang Galen lah yang memimpin lombanya, dari belakang terdengar suara montor dari rivalnya.
Mendengar itu Galen semakin mempercelat laju motornya, garis finish semakin dekat dann Galen lah pemenangnyaa
"Wooo benerkan dugaan gua kalo lu pasti menang" Ucap Ravi sambil melakukan tos dengan Galen.
"Iyalah Galen gitu lo mana pernah kalah" Ucapnya sombong sambil menyugar rambutnya kebelakang. Ya memang sih sejauh ini Galen belum pernah di kalahkah oleh siapapun.
"Iyedahh jan lupa traktirannya"
"Tenang aja itu mah"
"Nih uangnya, keren juga lu" Rival dari Galen datang untuk memberi uang taruhan
"Wihh thanks yaa, lu juga ga kalah keren" Galen menerima uang taruhan tadi