Sekretaris Jeon

14.9K 292 7
                                    

Jeongguk baru saja menyandang gelar strata satu dengan hasil yang memuaskan di salah satu universitas ternama. Tuntutan orangtua mengharuskan ia untuk cepat-cepat mendapatkan pekerjaan agar ekonomi keluarganya tertopang.

Jeongguk bukan anak orang kaya yang bisa berleha-leha dengan harta. Walau begitu, keadaan ekonomi keluarganya terbilang mencukupkan untuk makan sehari-hari dan untuk biaya pendidikannya bersama sang adik tercinta.

Namun, tak bisa dibiarkan begitu terus. Jeongguk harus mencari pekerjaan membantu ayahnya menghidupkan keluarga, apalagi adik kecil masih jauh untuk menapaki masa depan.

"Kak, ayah punya kenalan di perusahaan Kim's Corp. Ayah mau minta bantu dia, siapa tau dia bisa bantu kamu kerja disana" ucap sang ayah

Jeongguk yang duduk bersila pada karpet ruang keluarga menegok melihat ayahnya yang sedang berbicara, pria baruh baya itu sedang menawarkan Jeongguk untuk dipekerjakan.

"Ohya? Boleh yah, lebih cepat lebih baik sih biar aku cepat keterima" sahutnya begitu semangat

"Nanti ayah telpon dia, kamu udah bisa tuh siap-siap siapa tau besok langsung disuru menghadap"

Malam harinya sesuai dengan perkataan ayahnya, Jeongguk tengah menyiapkan berkas-berkas yang sekiranya ia perlukan bila di panggil untuk melakukan wawancara secara tiba-tiba.

"Pake baju apa ya besok, gak ada baju yang formal juga deh di lemari" monolog Jeongguk sendiri

Pemuda berumur 22 tahun itu tengah bingung memilah-milah pakaian yang mana, walau belum pasti setidaknya Jeongguk bersiap terlebih dahulu. Diangkatnya rok mini berwarna putih kesukaannya sembari berkata;

"Apa pake rok mini ini ya? Tapi masa sih pake ini, apa gak diusir aku dari sana"

"Bodo ah, lagian gak terlalu pendek juga.." finalnya dengan raut bimbang namun lebih masa bodo

Jeongguk menyimpan kembali pakaiannya dan menaiki kasur untuk segera tidur, berharap ia langsung diterima bekerja besok hari.








***
Tok,

Tok,

Ketukan pintu dari luar membuat Jeongguk terbangun, ia melirik jam yang menunjukkan pukul 7 dini hari. Perlahan demi pasti ia menuruni kasurnya dan menghampiri si pengetuk pintu.

"Ayah? Kenapa yah pagi-pagi bangunin Jeongguk?" tanya Jeongguk sembari mengucek mata kaburnya

Ayahnya menepuk kepala Jeongguk lalu berkata, "Gih siap-siap, kamu dipanggil buat interview di perusahaan Kim's Corp..."

Mata Jeongguk seketika membola besar, kantuknya bahkan hilang seketika berhambur dengan rasa bahagia yang tak bisa ia ungkapkan.

"Bener yah? Omg aku gak percaya, yaudah deh Jeongguk siap-siap dulu yah..."






***
Jeongguk menatap gedung setinggi harapannya itu lamat-lamat, sangat besar dan menjulang tinggi seperti impiannya membanggakan kedua orangtuanya.

"Permisi... Sedang mencari siapa?" tanya salah seorang staff ketika Jeongguk mendekati meja resepsionis

"Saya Jeon Jeongguk, dipanggil untuk melakukan wawancara di perusahaan ini" jawab Jeongguk

Seorang pria tiba-tiba datang menghampiri keduanya, dan berkata kepada mereka. "Kamu anak Jeon Hyunbin?"

Jeongguk dengan terbata-bata menjawab pria itu, "Iya, saya dari nama orang yang anda sebut..."

"Baik, perkenalkan saya Sihyuk staff HRD disini... Mari ikut saya untuk tahap selanjutnya"

Pria tinggi menjulang itu berjalan menaiki lift diikuti Jeongguk yang mengekori di belakangnya. Mereka menuju lantai 15, berjalan beriringan hingga tiba pada salah satu pintu kaca buram tebal yang bertuliskan 'CEO Kim's Corp'.

Jeongguk sejenak berpikir, bukankah seharusnya ia dibawa keruang interview untuk diwawancarain oleh admin HRD perusahaan? Mengapa ia langsung di bawa keruang CEO.

Lorong lantai 15 itu sangat sepi karena dipergunakan secara privasi untuk CEO, tak ada yang bisa naik lantai 15 kecuali diperbolehkan. Sihyuk mengetuk pintu itu dan terdengar suara perintah masuk, keduanya pun memasukinya.

"Permisi pak Kim, ini— orang yang saya maksud tadi... Dia yang akan menggantikan sekretaris Lee".

Jeongguk membungkuk hormat, bos Kim yang dimaksud sangat amat menyeramkan batinnya. Mata elang itu sangat tajam menusuk manik mata beonya. Ia bernama Kim Taehyung, anak tunggal keluarga Kim.

"Silahkan duduk" ucap Taehyung

Jeongguk menarik kursi dihadapannya dan duduk disana, Hyusik yang semula masih berdiri bak patung disuru Taehyung untuk meninggalkan keduanya dalam ruangan itu.

"Jadi, apa pengalaman anda?" tanya Taehyung

Dengan gugup namun stay cool Jeongguk menjawabnya, "Saya fresh graduations pak. Namun, saya pernah magang di salah satu perusahaan anak cabang anda..."

"... Sekirannya diperkenankan saya ingin mengajukan lamaran di perusahaan induk yang anda pimpin ini"

Taehyung menatapnya seolah-seolah sedang menatap benda menjijikkan. "Banyak omong sekali. Sangat pintar mendominasi, saya suka cara kamu Jeon Jeongguk".

"Bapak tau nama saya?" kagetnya secara spontan

Taehyung menggeser kursinya kebelakang dan menginstrupsi Jeongguk untuk mendatanginya.

"Come here Jeon Jeongguk" Taehyung menepuk pahanya

"Maksud bapak apa? S-saya hanya ingin bekerja pak, saya gak biasa seperti itu" tolaknya pada Taehyung

Senyum remeh Taehyung berikan, "Saya tau siapa kamu Jeon, bukankah kamu sudah terbiasa mengangkang pada doktor Park? Saya kenal siapa pembimbing kamu"

Jeongguk kaget bukan main, mengapa Kim Taehyung mengetahui masa lalunya yang rela menganggkang demi sebuah angka.

"T-tapi pak, s-saya..."

"Sudahlah Jeon, kamu sekarang saya terima sebagai sekertaris saya. Ayo menganggkang buat saya sekarang".

Jeongguk menelan ludahnya sudah payah saat Taehyung mengeluarkan benda tumpulnya dari balik ritsleting kainnya yang mengembul. Terlalu panjang melebihi doktor Park. Ia perlahan berjalan mendekati Taehyung dan berdiri tepat di hadapan pria itu.

Senyuman iblis tercetak jelas pada wajah Taehyung, ia menarik Jeongguk untuk lebih menempel padanya dan mengangkat skirt mininya hingga terlihat vagina kering merah miliknya.

"How cute her without pantties"

"Shh ah..."

Vaginanya digesek Taehyung menggunakan jemari panjangnya, Jeongguk memegang pundak Taehyung sebagai penahan kala kakinya terasa lemas. Rasanya geli bukan main.

"Riding my dick Jeon" perintah Taehyung

Jeongguk spontan menduduki paha kekar Taehyung dan menggesek-gesekkan vaginanya pada penis Taehyung. Cairan putihnya melumeri penis Taehyung sebagai pelumas sebelum di gunakan untuk penyatuan.

"Ahh... Pak Kim..."

Jeongguk memasukkan penis Taehyung pada vaginanya, penuh memenuhi lubangnya. Ia menaik turunkan pinggulnya dibantu Taehyung sembari berpautan lidah.

"Just call me daddy, Jeon".

"Ahh daddy, yeah.. Mmhh"

"Dasar jalang, tadinya sok nolak sekarang desah nikmat"

"Enghh daddy ohh... Shh Hhh"




End.

My Daddy [end]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang