First Love

362 62 2
                                        

Setelah melihat matahari terbenam bersama Neteyam, ucapan Neteyam terbayang-bayang di pikiran ku, aku masih berpikir jika Neteyam hanya Jahil, tetapi lama kelamaan aku merasakan sesuatu diantara aku dan Neteyam, aku merasa ada nya benih-benih cinta yang muncul diantara kami, aku tidak mengganggap itu dengan serius.

Saat aku dan Neteyam sedang mengelilingi lautan sekitar menaiki Ilu, aku memeluk badan Neteyam untuk berpegangan, tapi entah kenapa itu sangat nyaman, rasanya aku tidak mau melepaskan pelukan itu.

Saat kami pulang, aku langsung membantu Ibu Neteyam ( Neytiri) memotong buah untuk makan malam, entah ini cuma firasat ku atau memang benar jika Neteyam memandangi ju terus menerus, "Hey, kamu ngapain lihatin aku terus? Kamu lapar? Ingin memakan buah ini?" tanya ku dengan menatap wajah Neteyam, "A-ah aku tidak lapar kok hehe" jawab Neteyam dengan mengalihkan wajahnya dari pandanganku, "lalu? Kenapa kau menatapku? Apa ada yang aneh?" tanya ku dengan kebingungan, "Ya, kau hari ini sangat cantik, mata mu sangat indah (name)" jawab Neteyam sambil mendekati ku, aku hanya terdiam dan tidak bisa berkata-kata.

Neteyam mendekati ku dan memeluk ku dari belakang, "Neteyam, kau mengganggu (name) memotong buah, sana pergi temani Tuk bermain" ucap Ibunya sambil memotong buah, "Ah, dimana Lo'ak? Biar Lo'ak saja, aku sangat lelah ingin beristirahat Buu" jawab Neteyam sambil memeluk ku dengan erat.

Saat makan malam, kami makan bersama, dan setelah makan malam aku menemani Kiri yang sedang murung sembari melihat air, "Hey? Apa ada yang salah?" tanya ku ke Kiri, "Tidak, aku hanya ingin menenangkan diriku, aku ingin berenang tetapi ini sudah malam" jawab Kiri dengan lesu, "Tidur saja yuk? Ini sudah terlalu malam untuk berenang, besok saja bagaimana? Aku akan menemani mu berenang Kiri" jawabku dengan semangat, lalu aku dan Kiri kembali kedalam dan tidur untuk esok hari.

Keesokan paginya, sesuai Janji ku, aku mengajak Kiri untuk berenang, hanya kami berdua? Tidak, aku mengajak Neteyam dan Tuk untuk berenang bersama, bagaimana dengan Lo'ak? Lo'ak sudah kabur duluan untuk menemui Tsireya.

Kami berenang untuk menyelusuri isi Lautan yang luas, lalu Neteyam menemukan sebuah pulau kecil yang tak jauh dari desa dan masih daerah sekitar desa, kami beristirahat disana untuk mengumpulkan nafas, tetapi kami semua ketiduran, dan saat aku terbangun, aku kaget jika sudah sore, aku langsung membangun kan Neteyam, Kiri dan Tuk, "Eh? Sudah sore saja, apakah ayah dan ibu mencari kita?" ucap Neteyam sambil melihat langit, "seperti nya mereka mencari kita" jawab Kiri, lalu Kiri membangun kan Tuk, dan kami berempat melihat matahari terbenam, dan Neteyam mengucapkan hal yang sama kepada ku saat kami berdua melihat matahari terbenam kemarin kemarin, aku tak tahu apa yang dipikirkan oleh Neteyam, kenapa makin lama kami merasa kita terikat satu sama lain.

I Will Love You, Forever.  UPDATE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang