Love?

323 62 17
                                        

Ditengah desa yang sedang mempersiapkan untuk perang yang entah itu kapan terjadi, Neteyam mengajakku pergi ke Pohon Jiwa untuk menenangkan diri, karena aku beberapa hari ini sibuk untuk mempersiapkan hal yang harus disiapkan, lalu Neteyam mengajakku untuk melihat Matahari Terbenam, aku kira Neteyam akan mengatakan hal yang sama seperti yang kemarin kemarin, "Jika perang ini telah usai, aku berjanji akan menikahi mu (name)" ucap Neteyam dengan memeluk ku, "kau? benar? kau benar-benar akan menikahi ku nantinya? Jangan bercanda deh" jawabku dengan memukul kepala Neteyam dengan lembut, "siapa bercanda (name)? Aku tidak bercanda, aku berjanji!, aku ingin hidup bersamamu selamanya hingga akhir (name)" Ucap Neteyam dengan berwajah serius, aku tak tau apa yang ia pikirkan dengan tiba-tiba mengucapkan hal itu? Lagian dipikir-pikir umur kami masih dibilang belum matang untuk menikah? Aneh sekali, dan tiba tiba Neteyam ku memberi ciuman, dan ciuman itu terasa semakin hangat karena adanya sinar Matahari terbenam yang menyorot kami, itu terasa sangat nyaman? Padahal aku tidak suka hal seperti ini, tetapi kali ini, aku tidak mau mengakhiri nya.

Setelah kami melihat Matahari Terbenam, kami kembali ke desa, banyak orang yang mencari ku, mau tidak mau aku harus kembali kepada kesibukan ku, aku terasa lebih lega setelah istirahat berdua bersama Neteyam, aku harus menyelesaikan banyak hal.

Hari demi hari aku mulai merasa, jika aku benar-benar sedang jatuh cinta, dengan siapa? Tentu saja dengan Neteyam, aku menganggap janji Neteyam dengan serius dan berpikir pasti, aku sangat yakin nantinya Neteyam akan menikahi ku, aku mulai sering membayangkan  hubungan kami kedepannya, begitu juga Neteyam, Neteyam juga bercerita kalau dia juga membayangkan hal itu, "Bagaimana jika kita menjadi Kekasih sekarang saja? Itu akan membuat hubungan kita lebih pasti dan serius (name)" ucap Neteyam sambil memegang tangan ku, "Hmm itu ide yang bagus, jika begitu, kita akan semakin terikat bukan?" jawabku dengan ekspresi bahagia, Neteyam mencium pipi ku dan memelukku, pelukan itu sangat hangat karena ada matahari di atas kepala kita.

Aku tidak menyangka jika aku dan Neteyam bukan bersahabat lagi, melainkan menjadi Kekasih? Aku mulai sering memikirkan nya setiap hari, dan Neteyam selalu mencium pipi ku setiap hari! Itu seperti sudah menjadi ke wajiban Neteyam? Haha.

Kami sangat senang menjalin hubungan kami berdua, lalu Ibu Neteyam tau jika Kami sedang menjalin hubungan, "Kau benar-benar sedang menjalin hubungan Neteyam?" tanya ibu Neteyam, "Iya bu, aku sedang menjalin hubungan dengan (name)" jawab Neteyam dengan ekspresi malu malu kucing, haha ekspresi apa itu?, "Bagus, semoga bunda agung selalu memberkati hubungan kalian, cinta tidak bisa di pisah kan iya kan? Jalin lah hubungan dengan baik, (name) jika Neteyam menyakiti mu, bilang saja pada ku, aku akan memukuli nya" Ucap Ibu Neteyam dengan ekspresi bahagia, akupun hanya bisa diam dan tersenyum malu malu kucing.

Seperti ini rasanya menjalin hubungan? Aku tak menyangka, kami sudah menjalin hubungan sudah berminggu-minggu, aku sedikit masih kurang percaya jika aku menjalin hubungan dengan orang yang benar-benar aku cintai, aku sangat bersyukur kepada Bunda Agung telah mempertemukan ku dengan orang yang menyayangi ku sepenuh hati nya, semoga hal ini terjadi selamanya hingga maut memisahkan aku dan Neteyam.

I Will Love You, Forever.  UPDATE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang