Sudah lama aku bersahabat dengan Nathan, kini aku sudah lulus perguruan tinggi dan berkarir, aku dan Nathan berada di 1 perusahaan terbesar di kota ini, hubungan kami lancar, dan tanpa sepengetahuan ku Nathan memiliki perasaan yang lebih kepada ku, Nathan memang tidak memberi tahu tentang perasaannya, ia hanya memberi pentunjuk, tetapi aku tidak peduli, karena aku masih mecintai kekasih ku di alam sana, Neteyam.
Suatu hari, seperti biasa Nathan menjemput ku di apartemen ku dan berangkat ke kantor bersama, ini adalah hal yang normal, dan saat jam makan siang, tiba tiba aku merasakan hal yang tidak biasa, seperti aku sedang bersama Neteyam, rasa itu membuatku tidak fokus dan membuat ku berkeringat dingin, dan aku melamun sembari melihat Nathan yang banyak bicara, dan Nathan menyadarinya bahwa aku sedang melamun, Nathan langsung meneriaki ku dan membuat ku kaget "Apa apaan sih Nathan? Kamu ngebuat aku kaget tau," Ucap ku dengan marah, "HAHA, lagian kamu jika sedang melamun mukamu terlihat seperti orang tidak makan 1 Minggu name," jawab Nathan sembari tertawa terbahak-bahak, "Sudahlah, aku ingin kembali ke meja ku, aku malas menanggapi mu." Ucap ku dengan perasaan marah dan langsung bergegas kembali bekerja, walaupun jam makan siang masih belum selesai, aku lanjut memikirkan tentang perasaan ku tadi, Tetapi saat aku kembali ke meja ku aku sudah tidak merasakan ada nya Neteyam di sisiku, aku sempat berpikir "Apakah Nathan itu Neteyam?" Ah itu hal yang mustahil, tetapi jika dipikir lebih dalam, sikap mereka berdua sangat lah sama, huft sudahlah waktunya kembali bekerja.
sore hari pukul 16.30 jam pulang, seperti biasa jika aku sedang marah Nathan langsung menghampiri ku dan membawakan ku coklat favorit ku, untuk meredakan emosi ku kepadanya, aku memaafkan Nathan, karena memang saat jam makan siang aku kelepasan, saat kami berada di perjalanan pulang, Nathan mengajakku untuk liburan "Hey name, hari ini kan terakhir, besok mau kepantai? Kebetulan ada pantai baru didekat sini," ucap Nathan dengan perasaannya yang sangat bahagia, "Pantai? Boleh saja, besok berangkat jam berapa?," Tanyaku, "Mungkin siang saja? Jika terlalu pagi aku masih ingin bermalas-malasan," jawab Nathan, "Eh? Kenapa siang? Bukannya kepantai lebih baik saat pagi? Agar kulit kita tidak terbakar," jawab ku dengan keheranan, "Aku ingin melihat matahari terbenam bersama mu, name." Jawab Nathan yang sedang fokus menyetir, seketika aku terdiam sejenak dan langsung merasakan Dejavu, aku dan Neteyam selalu melihat Matahari terbenam diatas bukit pantai, hingga sampai apartemen aku terdiam dan tiba tiba aku menangis sesenggukan didalam apartemen, aku benar benar merindukan Neteyam.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Will Love You, Forever. UPDATE!
FanfikceNeteyam x Reader Aku dan Neteyam memiliki persahabatan yang kuat, kami selalu menolong satu sama lain, saling menyayangi satu sama lain seperti Keluarga, Aku sangat dekat dengan keluarga nya, dan sebaliknya dia juga sangat dekat dengan keluarga ku...
