They're Looking for Us

326 54 2
                                        

Aku, Kiri, dan Tsireya pergi ke pohon jiwa, kami menghubungkan nya dan mengingat nya masing masing, lalu tiba tiba Kiri mengalami Kejang kejang, itu bukan Kejang kejang biasa, Kiri kejang kejang di bawah air, lalu aku dan Tsireya langsung membawa Kiri kembali ke daratan, dan aku memberikan nafas buatan untuk Kiri, tetapi sepertinya tidak mempan, lalu kami membawa kiri ke desa, dan Ayah Neteyam langsung memanggil seorang ilmuwan(?) aku tak tau apa itu, dan kemungkinan itu membuat ibu Tsireya yang seorang Tsahik tak nyaman, akhirnya Kiri di tangani oleh ibu Tsireya, Neteyam dan Lo'ak ingin melihat Kiri, tetapi ibu Tsireya melarang kami untuk melihat proses menyembuhan Kiri, hanya Ibu Neteyam saja yang di izinkan, kami menunggu dan proses itu sangat lah lama, dan tiba tiba Ayah Neteyam mendatangi ku dan bertanya "Kenapa Kiri bisa seperti itu? Apa yang terjadi?" tanya Ayah Neteyam dengan khawatir, "Aku tak tau ingatan apa yang dia lihat, kami hanya mengunjungi pohon jiwa dan mencoba untuk mengingat sesuatu, dan tiba tiba dia kejang kejang" jawab ku dengan wajah sedikit merasa bersalah karena mengajak Kiri untuk mencobanya.

Saat Kiri sudah sadar, aku langsung memeluk Kiri dan meminta maaf, "Ini bukan salahmu (name), aku tidak apa apa" ucap Kiri dengan mengelus punggung ku.

Esoknya, aku dan Neteyam pergi untuk berburu ikan, hanya kami berdua, lalu kami melihat sebuah kapal, siapa lagi? Itu bangsa langit, aku benar benar merasa Dejavu, aku takut mereka menghancurkan tempat tinggal ku yang sekarang, jadi kami bersembunyi, dan tidak kembali ke desa, kami bersembunyi di bawah laut.

Saat sore, aku dan Neteyam kembali ke desa, dan desa itu terbakar, aku melihat Lo'ak dan sekeluarga lainnya di pojokkan oleh rakyat klan Metkayina, mereka menganggap kami membawa perang ke desa itu, lalu aku dan Neteyam berusaha mencari alasan untuk meminta bantuan melawan bangsa langit, lalu kami mengajukan permintaan itu, dan akhirnya mereka menyetujui itu, tapi entah kapan perang itu terjadi, intinya kami sudah membuat perjanjian.

Suatu hari para Tulkun datang ke desa, banyak orang yang senang karena Tulkun kembali, ada juga yang saudara/saudari roh mereka adalah Tulkun, jadi mereka sangat senang Tulkun kembali ke desa, aku dan Neteyam juga ikut untuk melihat Tulkun, mereka sangat besar sekali.

Di waktu bersamaan, bangsa langit pun juga ingin memburu Tulkun, karena Tulkun memiliki harga jual yang tinggi, dan mereka menggunakan alat pendeteksi Tulkun, dan benar saja, mereka datang lagi ke desa kami, mereka membunuh para Tulkun di depan mata kami semua.

I Will Love You, Forever.  UPDATE!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang