14 | Kencan Pertama

521 49 5
                                        

Kapan ya terakhir kali Ragnar menantikan sesuatu dengan bersemangat? Sejak dia 'dilabeli' sebagai Omega dan Beta palsu, tidak ada hari yang betul-betul membuatnya gembira. Dia selalu dihantui rasa takut dan khawatir, kalau-kalau ada seseorang yang sadar dengan identitas aslinya

Menyedihkan rasanya kalau kembali diingat. Tapi, kali ini berbeda. Pertama kali sejak dia hidup sebagai Omega, Ragnar bersemangat menunggu hari ini.

Akhir pekan ini dia akan pergi kencan pertama dengan Naomi, dan dia sangat gembira. Yah, meski niatnya yang sebenarnya jahat ingin membuat wanita Alpha itu ilfil padanya

Hari ini cuaca cerah cenderung panas, langit berwarna biru cerah tanpa bertemankan awan seperti biasa. Di cuaca panas ini, orang-orang biasanya mengenakan pakaian tipis dan celana atau rok pendek supaya tubuh tidak terasa terlalu panas, juga mempermudah akses angin masuk untuk mendinginkan tubuh

Ragnar mengigit bibir bawahnya menahan tawa, matanya lurus menatap pakaian yang akan dia kenakan untuk kencan bersama Naomi. Sejak panggilan telepon hari itu, Omega satu ini langsung sibuk berselancar di internet mencari baju baru

Tentu, bukan baju normal yang dapat membuat Naomi terpesona. Kebalikannya, Ragnar mencari baju yang akan membuatnya tampak mencolok dan seperti orang gila

Dan baju ini adalah buah dari pencariannya selama beberapa hari itu. Lengkap dengan aksesoris yang menurutnya tidak nyambung, Ragnar sudah siap menghancurkan kencan pertamanya

"Kalau kau tidak mau mundur meski sudah kutolak berkali-kali, maka aku akan membuatmu tidak punya pilihan lain selain lari sendiri dariku" gumamnya lalu tertawa jahat dengan senang

Mendekati waktu janjian mereka, Ragnar mengenakan pakaian anehnya lalu kembali berdiri di depan cermin. Sebenarnya pakaian ini tidak terlalu aneh atau segila itu, sebab Ragnar juga masih punya urat malu. Segila apapun dia, dia juga tidak suka kalau orang lain ikut menganggapnya tidak waras

Meski begitu, Ragnar yakin pakaian ini pasti masih punya efek yang akan membuat Noami mengerutkan kening tidak suka dan itu yang dia targetkan. Yah, sedikit-sedikit lama-lama akan menjadi bukit, kan?

Omega itu memiringkan kepala, lalu secara impulsif mengambil segelas air. Dia menuangkan sedikit air ke tangannya, lalu mengelapkan tangannya yang basah ke arah dada, perut, dan pundaknya sampai pakaiannya jadi setengah basah sebelum kembali ke depan cermin di kamarnya

"Nah, begini baru bagus." ucapnya mengangguk puas melihat pantulan dirinya, dia lalu mengambil kacamata, earphone wireless dan berjalan keluar apartemen.

Di parkiran apartemen Ragnar, mobil Naomi sudah terparkir dengan wanita itu menunggu di luar sambil menunduk menghindari tatapan penghuni apartemen lain yang menatapnya

Ketika matanya mulai melihat sang target begitu turun dari lift, pria Omega itu menyeringai, berjalan mendekat dengan dagu terangkat dan memakai kacamata hitam

Naomi mendongak ketika mendengar langkah kaki mendekatinya, dia kontan membeku melihat Ragnar. Sementara si Omega mati-matian menahan seringai dan tawa karena respon wanita itu sesuai ekspetasi nya

"Ragnar.. "

Ragnar berdeham, memasang wajah datar tak acuhnya yang biasa. "Apa?"

"Kau.. Kenapa basah? Apa aku ketahuan? Penggemar ku yang menyiram air padamu ya? Astaga.. Maafkan aku" tanya Naomi khawatir, langsung membuat lawan bicaranya mengerutkan kening tidak suka

Her OmegaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang