Perjalanan pulang dipenuhi oleh keheningan yang terasa mencekik, setidaknya itu yang Ragnar rasakan. Dia ingin bertanya, protes, marah, atau apapun itu, tapi ekspresi dingin Naomi sepanjang jalan membuatnya berakhir diam seribu bahasa
"Maaf,"
Naomi menarik napas panjang ketika mobilnya sudah sampai di depan kantor Ragnar, tempat pria itu memarkir mobilnya tadi pagi
"Kupikir mempertemukan mu dengan ayahku yang dulu juga menyembunyikan identitas Omeganya adalah ide yang bagus, tapi ternyata aku salah memilih waktu. Maafkan aku, lain kali-"
"Tidak apa. Lagipula sesuai kesepakatan awal, tidak akan ada kata lain kali diantara kita setelah mengambil refund, jadi aku hanya akan menganggap nasibku sedang sial tadi" potong Ragnar cepat, dia melepas sabuk pengamannya dan mendorong pintu
"Ragnar,"
Ragnar menoleh, berniat mengomel apabila Naomi mencoba membujuknya seperti biasa. "Apa?" sahutnya ketus
"... Setidaknya bawa boneka ini denganmu, aku mengambilkannya khusus untukmu tadi" ucap Naomi seraya menyodorkan boneka kelinci, tatapan matanya menatap Ragnar memohon
Sempat menimbang selama beberapa saat, pria itu akhirnya memutuskan untuk membawa bonekanya, dia menutup pintu bahkan sebelum Naomi mengucapkan selamat tinggal
Ragnar bergegas masuk ke mobilnya sendiri, menggeletakkan boneka kelinci ke kursi sebelahnya. Dia lalu menatap ke arah depan, ternyata mobil Naomi belum pergi.
Wanita itu membuka jendela mobilnya seolah tahu Ragnar sedang menatapnya, dia melambaikan tangan dari dalam mobil sebelum menutup jendela lagi dan menyetir pergi
"... Selesai sudah" gumam Ragnar seraya menghela napas. Ini benar-benar yang terakhir. Setelah ini tidak akan ada lagi orang yang mengganggu dan mengancam identitas aslinya. Dia bisa kembali ke kehidupan Betanya yang tenang dan menyenangkan.
Ragnar menyetir pulang dengan senang. Akhirnya dia bebas dari Naomi! Memang beberapa bagian dirinya masih waspada Naomi akan kembali seperti sebelumnya, tapi langkah Ragnar begitu ringan saat ia memasuki apartemennya
"Aku harus merayakan hari ini" gumamnya, berlari kecil untuk mengambil sebotol wine yang memang dia simpan secara khusus untuk merayakan hari-hari penting. Malam itu, sang Omega menghabiskan waktunya untuk berpesta sendiri, memesan banyak makanan dan minum wine mahal.
Saat berangkat kerja keesokan harinya, Ragnar menurunkan ekspetasinya jaga-jaga Naomi akan muncul lagi atau ada barang-barang seperti bunga di meja kerjanya. Namun nihil, sepanjang hari itu berjalan normal seperti hari-hari yang dia lalui sebelum berhubungan dengan sang Alpha. Bahkan satu pesan saja tidak ada.
Apa Naomi muak dengannya ya? Yah, bagi Ragnar itu justru berita bagus. Kalau bisa Naomi muak saja dengannya selamanya, dengan begitu hidupnya juga akan tenang selamanya.
.
.
.
.
.
1 hari, 1 minggu, bahkan tak terasa sudah 2 bulan berlalu begitu saja. Naomi benar-benar menghilang tanpa kabar. Tentu tidak secara harfiah, wanita itu mungkin sedang menjalani jadwalnya yang padat sebagai artis terkenal. Apalagi drama barunya sudah tayang dan menerima rating yang tinggi
Bukannya Ragnar menunggu kabar darinya ya, dia sendiri juga sibuk dengan pekerjaannya selama 2 bulan ini. Hanya saja kadang dia berpikir, dunianya dengan Naomi berbeda sejauh ini, lalu bagaimana caranya wanita itu mengatur waktu antara jadwal kerjanya yang sibuk dan mengganggu kehidupan Ragnar dulu?
KAMU SEDANG MEMBACA
Her Omega
FanfictionRagnar Hwang memiliki takdir yang sampah. Setidaknya itu yang dia percaya. Terlahir dari kedua orangtua Beta membuatnya berpikir dia pasti akan tumbuh seperti mereka Tapi hasil tes gender keduanya mengidentifikasi bahwa dia adalah Omega. Dan dari ti...
