Inilah yang mengerikan kalau kencan dengan selebriti, batin Ragnar. Seandainya Naomi orang biasa, dikenali seperti ini bukanlah hal besar sebab siapapun itu pasti sekedar kenalan si Alpha dan tidak akan langsung menerjang Ragnar penuh amarah. Tapi ini? Baru dipanggil begini saja sudah membuat jantung Ragnar seperti jatuh ke dasar jurang
'Ah, sial. Haruskah aku bersiap untuk dijambak?' pikir lelaki itu skeptis sambil perlahan bergeser ke belakang punggung Naomi untuk bersembunyi
"Ah, Gabrielle Allen. Kupikir siapa tadi"
Suara Naomi terdengar lega tampak mengenali orang tadi, Ragnar bergeser sedikit untuk mengintip. Gabrielle Allen? Siapa itu?
"Kenapa kau tegang sekali seperti sedang melihat hantu?" tanya orang bernama Gabrielle itu, dia melirik ke arah punggung di mana Ragnar berada dan langsung paham.
"Ah... Pantas saja. Mate mu?"
Naomi mengangguk, "Iya." jawabnya mantap, yang langsung dapat lirikan sinis dari sang omega di belakangnya
"Wah, akhirnya kau menemukannya ya, aku turut senang.. Maaf kalau kami jadi tiba-tiba menganggu kencan kalian"
"Bukan masalah, kami justru lega karena ternyata kau yang memanggil. Kau tahu sendiri kan respon penggemarku.."
"Ah, benar juga... Rumor skandal mu yang terakhir itu cukup panas di media meski tidak berlangsung lama. Katanya penggemar mu sampai merundung pegawai brand kosmetik yang dirumorkan pacarmu itu ya?"
"Begitulah.... Aku menyayangi penggemarku, tapi aku tidak bisa diam saja kalau mereka bertindak anarkis dan melukai mate ku"
"Benar, aku pun akan marah kalau ada yang berniat menyakiti mate ku"
Ragnar memutuskan untuk tidak menyimak lebih lanjut percakapan mereka yang menurutnya tidak penting. Matanya melihat ke arah layar untuk memilih film serta tempat duduk.
Dia pikir, setelah basa-basi singkat, mereka akan pergi dengan sendirinya. Ragnar terkejut ketika sebuah tangan putih dengan jemari lentik terulur ke arahnya dari samping
"Aku Nathan Winter, mate Gabrielle. Panggil saja Nana, kau?" ucap orang itu memperkenalkan diri. Ragnar menoleh, lalu kedua matanya segera mengamati dari atas sampai bawah.
Nathan menatapnya polos menanti tangannya dijabat. "Ahem!.. Kau tidak akan menjawabku?"
Naomi menoleh ke belakang, dia segera menjabat tangan Nathan mewakili ketika menyadari ada aroma feromon karamel agak gosong serta tatapan omeganya tengah menghakimi lelaki itu tanpa berbicara. "... Namanya Ragnar, dia.. baik kok, cuma agak pemalu, jadi begitu. Maaf ya, Nana"
"Pemalu?" Nathan memiringkan kepala dan berkedip polos, sementara dalam diam ekspresi Ragnar semakin terlihat jijik kepadanya. "Wajahnya tidak terlihat seperti itu"
"...." Naomi tertawa canggung, dia beralih kepada Gabrielle lagi supaya mereka berhenti memperhatikan Ragnar. "Omong-omong, kalian mau menonton film juga? Sudah pesan tiket?"
"Tadi sudah pesan, tapi terlewat karena kami makan dulu. Sekarang mau beli tiket yang baru tapi paling cepat jam tayangnya masih satu jam lagi. Kalian?"
"Kami... Sebentar lagi masuk" Naomi menjawab usai melihat Ragnar menerima tiket film baru.
Sebenarnya dia berniat menawari Gabrielle dan Nathan untuk menonton bersama, hitung-hitung double date dadakan berhubung dia sudah punya Omega sekarang. Hanya saja, Ragnar lebih dulu menghujani dirinya tatapan tajam seolah tau niatnya.
"Kami duluan ya, sampai jumpa lagi. Senang bertemu kalian" sang Alpha mengurungkan niatnya, kenyamanan omeganya adalah prioritas
"Ya, ya.. Tentu. Semoga kencan kalian lancar" Gabrielle membalas ramah, tersenyum simpul ke arah Ragnar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Her Omega
FanfictionRagnar Hwang memiliki takdir yang sampah. Setidaknya itu yang dia percaya. Terlahir dari kedua orangtua Beta membuatnya berpikir dia pasti akan tumbuh seperti mereka Tapi hasil tes gender keduanya mengidentifikasi bahwa dia adalah Omega. Dan dari ti...
