13 | Rencana Ragnar

383 64 5
                                        

"Orang gila" umpat Ragnar melihat sosok di depannya. Dia sedang berdiri di depan cermin di rumahnya. "Benar, kau orang gila" hardiknya pada pantulan dirinya sendiri

Apa yang sebenarnya dia pikirkan? Memberi Naomi kesempatan? Hal itu kan tidak seharusnya terjadi! Tapi bukannya dia bisa menarik ucapannya sendiri, harga dirinya bisa tercoreng kalau begitu

"Sial, apa ya yang harus kulakukan?" Ragnar masuk ke kamarnya dan duduk di kasur, tapi kepalanya malah mengingat saat Naomi mengantarnya pulang tadi

Wanita itu tidak banyak bicara sepanjang jalan, namun wajahnya terlihat begitu sumringah dengan senyuman lebar

Ragnar menampar pipinya menyadarkan diri saat dia hampir saja berpikir Naomi di kala itu terlihat cantik. "Oh astaga, aku ini masih mabuk atau benar-benar sudah gila?!" ucapnya bergidik ngeri, dia lalu melemparkan tubuhnya ke kasur dan menutupi kepalanya dengan bantal

"Lebih baik aku tidur, pikirkan caranya besok saja saat sudah sepenuhnya sadar"

Malam itu, Ragnar nyaris tidak bisa tidur. Kepalanya dipenuhi berbagai pikiran, yang semuanya berujung pada Naomi

Dia menghela napas kasar, duduk di kursi meja makan dengan ponsel di tangan dan lingkaran mata hitam seperti panda. Jam baru menunjukkan pukul 4 pagi, langit masih gelap tapi dia sudah tidak ingin tidur lagi, ada hal yang harus dia selesaikan sekarang

"Kalau dia pasti tahu sesuatu" gumamnya lalu memencet tanda telpon pada nomor seseorang. Sambil menggigit kuku jari tangan kirinya, Ragnar menunggu resah teleponnya diangkat

Tapi bukannya diangkat, si Omega malah dialihkan ke pesan suara. Berdecak sebal, dia mencoba lagi. Sama, tidak dijawab sama sekali.

Pada percobaan ke 35, barulah teleponnya diangkat. Suara khas pria yang baru bangun tidur terdengar saat telepon tersambung. "Halo, Yasha?" panggilnya

"... Hm? Siapa ini?"

"Ck, ini Ragnar!"

".. Oh, kakak."

Ragnar membuka mulut, tapi keningnya berkerut saat mendengar suara dengkuran halus dari seberang telepon

"Yasha, bangun!"

"... Demi Tuhan, ini masih pagi sekali, kak. Masih jam berapa ini?"

"Yasha, aku butuh saranmu" ucap Ragnar acuh akan keluhan pria bernama Yasha itu

"Nanti saja kak, 10 menit lagi. Sudah ya, dah"

"Yasha kau-"

Panggilan diakhiri. Ragnar memejamkan mata kesal sambil mencengkeram ponselnya. "Adik sialan" umpatnya, tapi menurut baru menelepon lagi setelah 10 menit berlalu.

Untung saja kali ini Ragnar sangat butuh saran adiknya, kalau tidak, dia tidak akan rela diperlakukan seperti ini oleh bocah kunyuk itu.

"Halo-"

"5 menit lagi ya kak-"

"Yasha!" Ragnar membentak kesal, membuat sang adik di seberang sana kontan sadar sepenuhnya karena kaget

"Astaga, aku kaget. Kenapa sih kakak berteriak-teriak seperti itu?! Apa? Ada apa?"

"Sadarkan dirimu dan kemarilah sekarang juga. Ada yang ingin ku bicarakan denganmu"

"Ke apartemen kakak? Sekarang? Mau bicara apa sih? Katakan disini saja, aku masih mengantuk. Kelasku baru mulai siang nanti" balas Yasha enggan

Her OmegaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang