Chapter Five

19 7 2
                                        

Next Dreaming

.
.
.

Lalu kemudian akupun tidur,
Keesokan harinya, tepat di hari selasa 2 hari masuk sekolah

Aku pun berangkat lebih awal di jam 06:22, karena aku takut terlambat, dirikupun mengatur strategi percepatan waktu jam di kamar
Agar aku tergesa-gesa saat bangun. Dan itu memberi ku energi yang membara-bara
Supaya tak terlambat bangun dan berangkat ke sekolah

Tetapi ketika aku berada di jalanan, jalanan itu terasa sepi dan berkabut suasana nya, aku pun berjalan pelan-pelan

Lalu menengok ke kanan dan ke kiri, karena aku teringat berita tentang pembunuhan berencana semalam. Seketika keringat ku mulai bercucuran..
Angin panas ku pun seakan meniup telinga ku, soalnya jalanan ini berkabut

Lalu tiba-tiba...

Duarrr...

"Bleee" ternyata wajah Firly dengan menjulurkan lidah nya kepada ku

Sontak aku pun,
"Eh, kambing lele" terkejut nya aku

"Eh ternyata kamu Ly!"
Tegasku pada Firly

"Lagian, kamu Frans seperti orang pikun yang kebingungan arah jalan ke sekolah" sahut Firly sambil menggodaku

"Aku begitu, soalnya aku tengah waspada!. Soalnya di berita semalam ada pembunuhan berencana, oleh orang tak di kenal" ucap ku pada Firly sambil lesu, karena Firly membuat ku kaget tadi

"Ih serem juga ya, semoga aja gak ada di sini ya Frans" ucap Firly menggandeng ku...

Aku rasa Firly ini adalah tipe gadis yang genit namun pemberani begitu pokoknya lah

Tetapi langkah kaki pun datang dar arah kiri tentu saja dengan terdengar seperti orang berlari, namun mengapa ini Firly malah mendekap tanganku dengan berlagak sok ketakutan

Kami berdua pun berucap
"Loh.."
"Zen.."

Zhen pun celingak-celinguk dan mengatakan:
"Lah kalian kenapa?"

Firly pun berjalan menuju Zhen dan menghentak-hentakan kaki nya, sembari mengepalkan tangan nya.

"ZHEN lo tuh bikin kita takut aja tauuu!!" Sambil memeras dan mengucek kerah seragam nya Zhen

"Lagian kenapa sih, kalian berdua takut sama gua" kata Zhen

"Soalnya Frans bilang, di berita tadi malam. Ada pembunuhan berencana misterius di tv" Firly menceritakan panjang lebar yang ku ucapkan tadi sambil berjalan bersamaan

Tetapi alangkah beruntung nya aku, dari sisi kiri, muncul lah gadis itu yang berambut, mengenakan bando putih, dan tentu saja tahi lalat di bawah mata nya

"Ya ampun kebetulan istimewa macam apa ini" dalam hatiku

"Hai Nad, Sini jalan baren yuk" Ucap Firly sambil melambai-lambaikan tangan nya ke arah gadis itu

Lalu dia pun akhirnya, menghampiri Firly
Karena dia kan yang memanggil, masa iya dia akan ke arah ku

"Iya ayo" ucap gadis itu dengan suara imut dengan mata sayu nya

Kemudian kami pun lanjut berjalan ke sekolah secara bersama, tentu saja aku berjalan bersama Zhen di belakang mereka berdua

Namun spontan (uhuyy) terlintas dibenak ku
"Inilah saat nya yang tepat, untuk berkenalan dengan gadis itu" hehe

Tetapi harus ada media perantara, supaya bisa berkenalan dengan nya
"Oh ya Firly" yang akan jadikan media  perantara perkenalan ku dengan gadis itu

Selamanya Teman Frans (On-Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang