(10) keputusan

1.6K 253 36
                                        


"Loh Rose, kamu juga main kesini?"

Rose pun terkejut saat melihat mami dan juga papinya masuk ke dalam rumah.

"Mami sama papi ngapain?". Tanya Rose bingung.

"Kok ngapain sih? kan mami mau main ke rumah besan, emangnya gak boleh?". Tanya sang mami.

Rose pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bukannya gak boleh, tapi kondisi saat ini sedang tidak memungkinkan.

"Kok gak bilang sih jeng mau main, aku jadi gak nyiapin apa-apa nih". Ucap Eyang tersenyum kikuk. Dia juga merasakan apa yang mantunya rasakan.

"Iya kan biar surprise jeng, kaget juga ternayata anak kesayanganku juga lagi main kesini". Ucap Mami Rose mencepika cepiki pipi besannya.

"Yaudah ayok duduk dulu, biar bibi bikinin minum". Ucap eyangkung mempersilahkan besannya untuk duduk.

"Gausah repot-repot loh yah". Ucap Papi Rose sambil terkekeh.

Mereka akhirnya duduk dan berbincang-bincang ringan.

"Kamu kesini sama siapa Rose? sendiri aja? Jefran sama anak-anak kamu dimana?". Tanya Mami yang dari tadi merangkul pinggang Rose erat. Wanita itu sangat merindukan anaknya sepertinya.

"Bertiga sama Jere Rena mih"

"Loh cucu mami ada disini juga?". Tanya Mami antusias.

Eyang putri pun tersenyum.

"Iya lagi di kamar, mau di panggilin?". Tanya Eyang.

"Gausah, nanti kita yang ke kamar mereka aja gapapa kan?."

"Gapapa dong"

"Rose kamu gemukan yah?". Tanya Papinya yang dari tadi memperhatikan Rose.

Rose tampak kikuk.

"Ah masa sih pih? perasaan sama aja"

"Iya tau gemukan, kaya waktu awal-awal hamil kembar". Celetuk maminya.

Rose dan Eyang pun saling pandang dan tersenyum.

"Iya aku kan emang lagi hamil..."

"APA??". Teriak keduanya.

"Kok gak ngasih tau kita sih? curanggg". Ucap Maminya kesal.

Eyang dari Rose tertawa. Memang seharusnya tidak ada yang boeh di tutup-tutupkan pasal kehamilannya.

"Maaf mami, Rose niatnya besok mau main ke rumah kok. Eh keburu mami yang main kesini".

Mami Rose memeluk anaknya erat.

"Gausha main ke rumah, ntar kamu kecapean. Kapan-kapan aja mami main ke rumah kamu"

"Usianya berapa?"

"Udah jalan 3 minggu oma". Ucap Rose sambil mengelus perut ratanya.

Mami Rose pun tersenyum senang.

"Belum dapet cucu dari kakak kamu, eh sekarang malah nambah cucu dari kamu. Gak nyangka loh si kembar bakal punya adek?"

"Aku juga ga nyangka loh jeng, kita mau nambah cucu". Balas Eyang.

"Emang kualitas sperma anak kamu mantap". Ucap Mami sambil mengedipkan matanya. Mereka semua pun tertawa sedangkan Rose menutup wajahnya malu.

Semoga selalu seperti ini. Semoga selalu berbahagia seperti ini. Tidak perlu ada yang tau kesedihannya, tidak perlu mendapat simpati dari kedua orang tuanya, Rose hanya ingin seperti ini.

*****

"Rena lo seharusnya jangan gitu, bunda pasti sedih liat lo marah kaya tadi". Ucap Jere berusaha membujuk adiknya yang tengah menangis.

Home Sweet HomeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang