Part 14

27 2 1
                                        

Masa lalu ditutup rapat
Jadiin pelajaran
Bukan untuk dihilangkan
Namun membuat sakit


"Harus dia ngomong kek gitu?"

Aku mengangkat wajahku melihat kearah Ali yang mukanya benar benar lucu saat marah sehingga membuatku tersenyum sambil menggelengkan kepala karena ucapannya juga.

"Lah kok malah ketawa kamu?"tanyanya lagi sambil mengambil posisi duduk disampingku

Aku menghadap kearah Ali sambil memegang tangannya"aku gak ketawa cuma senyum doang"jawabku sambil kembali memperlihatkan wajah senyumku padanya namun kali ini dengan menggunakan wajah lucuku.

"Terserah kamu deh"ucapnya sambil menyandarkan badannya kekursi dengan menghembuskan nafas kasar.

"Kamu kenapa sih?"

"Lah kok nanya. Kamu tuh ngapain coba ngobrol sama dia? Berduaan lagi"

"Ali ini gak berduaan. Banyak siswa lain disini"

"Tapi kamu sama dia itu mantan Ily"

Aku mengerutkan dahiku"kenapa dengan mantan,emang gak boleh ngobrol?"tanyaku. Karena memang bagiku gak ada yang salah dengan aku & Rama,kami hanya mengobrol biasa walau itu mengungkit kembali masa lalu kami.

"Emang ngobrolin apa sih,mau CLBK lagi sampai sampai dia ngomong kek gitu sama kamu"

"Kamu hari ini kenapa sih? Kenapa tiba tiba cemburuan yang gak jelas trus nuduh nuduh kek gitu lagi"

"Aku gak nuduh. Aku liat sendiri kalian asik banget ngobrol mana dengan lancang Rama bilang kamu lucu dihadapan aku"

"Rama bercanda Ali. Emang kamu gak bisa bedain mana bercanda mana serius?"

"Bisa. Tapi posisinya disini Rama mantan kamu"

"Sumpah aku gak tau kamu kenapa hari ini. Kamu gak biasanya kek gini,cemburu cemburu gak jelas"aku berdiri dari dudukku ingin pergi karena sudah tidak bisa menghadapi sikap Ali yang tiba tiba gak jelas menurutku dengan sampai rela menuduh aku ingin kembali menjalin hubungan dengan Rama padahal dia sendiri tau aku begitu susah jatuh cinta lagi dengan patah kati sedalamnya karena Rama namun Ali malah menuduhku seperti itu yang membuat aku kecewa bahkan sakit hati.

"Mau kemana kita belum selesai?"Ali memegang tanganku menahan agar aku tidak pergi.

"Aku capek Ali,dituduh dengan tuduhan yang aku gak lakuin"

Ali berdiri dari duduknya & memegang bahuku dengan menatapku sangat dalam"aku minta maaf sayang,aku gak bermaksud menuduh kamu. Aku cuma takut aja ..."Ali kembali duduk dengan kembali menghembuskan nafas kasar tanpa melanjutkan omongannya.

"Takut apa Ali?"tanyaku dengan ikut duduk kembali disamping Ali,meminta penjelasan dari Ali soal omongannya barusan yang belum selesai.

"Aku tadi di perpustakaan mendengar ibu Yahya berbicara dengan pengurus perpustakaan,kalau nama kamu termasuk dari lima besar yang diterima di kampus negeri di fakultas kedokteran Banjarbaru & itu membuatku takut kalau kita harus LDR,membayangkan kita sudah gak satu sekolah aja aku gak sanggup apa lagi LDR selama empat tahun ditambah lagi dengan melihat kamu ngobrol dengan Rama. Pikiranku semakin kalut & kacau"jawab Ali panjang lebar

"Ali kamu kan tau masuk universitas negeri dengan fakultas kedokteran ilmu psikologi itu impian aku & jurusan itu cuma ada di Banjarbaru Ali gak ada disini"

"Aku gak siap kalo kita harus LDR"

"Tahun depan kan kamu juga kuliah Ali"

"Tapi aku gak ada biaya Ily buat masuk psikologi sama kaya kamu"

Ternyata KamuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang