"Makanya duduk sini"dia memandangku sambil menepuk lantai gajebo
Aku duduk di samping Rama yang terbangun dari tidurnya di gajebo belakang sekolah sambil menyandarkan kepalaku ke bahu Rama tanpa disuruh olehnya namun tidak ada penolakan darinya.
"Gue capek Ram"ucapku terbata karena menahan tangis
"Kalau capek istirahat tapi jangan berhenti,karena kamu belum tau jalan didepan seperti apa"
"Tapi kaki gue ..." Aku tidak bisa lagi meneruskan ucapanku karena tercekat oleh tangis yang aku tahan dengan sesak nyeri yang aku rasa dari semenjak pertengkaranku tadi dengan Ali
Rama membalik badanku & memelukku tiba tiba tanpa aba aba namun tidak ada penolakan juga dariku walau aku agak terkejut oleh perlakuan Rama namun inilah yang aku butuhkan saat ini. Sebenarnya bukan Rama yang aku harapkan memelukku melainkan Ali orang yang aku cintai namun sekarang itu mustahil adanya karena aku & Ali mungkin berakhir hari ini.
"Menangislah sampai sesak kamu hilang,aku akan menutupinya agar semua tidak tau"
Mendengar ucapan Rama aku langsung mempererat pelukanku padanya & menangis sepuasnya dipelukannya"seharusnya gue yang takut ditinggal Ali,seharusnya gue yang overthinking sama dia karena pengalaman gue amat sangat menyakitkan apa lagi tadi ada adik kelas cantik yang meminta nomor handphonenya & dengan berani bilang kalau dia menyukai Ali"racauku dengan nyaring yang masih didalam pelukan Rama namun aku yakin siapapun yang berada disini pasti mendengar ucapanku dalam tangis saat ini
"Ly"
"Kenapa malah gue yang dituduh tuduh gak jelas ama dia cuma gegara kita mau beda kota yang hanya berjarak satu jam ke lokasi padahal gue di sana nuntut ilmu bukan macam macam. Apa alasan dia aja karena udah capek ama gue Ram"aku terus meracau tanpa peduli panggilan Rama kepadaku
"Ily"Rama meregangkan pelukannya padaku & menatap mataku yang sudah sangat basah karena air mataku" Maaf trauma itu masih ada di diri kamu karena aku,tapi kamu rela menahannya demi percaya lagi pada Ali"ucap Rama sambil menghapus air mataku
"Seharusnya gue pendam aja perasaan gue,gue akan lebih bahagia ngeliat dia sama orang lain daripada sama gue yang punya trauma"
"Ly jangan ngomong kayak gitu"
Aku memandang Rama yang juga memandangku iba,di sana dimatanya aku melihat jelas ada air yang menggantung di pelupuk matanya siap keluar namun aku tidak tau apa kah dia mati matian menahannya agar tidak keluar"Gue nyesal ngebuka hati gue Ram"aku menundukkan wajahku dengan menutup mataku & menghembuskan nafasku pelan"kita balik yuk Ram"ucapku dengan masih menundukkan wajahku
Rama mengangkat daguku dengan jarinya agar dia bisa melihat wajahku yang masih dibasahi dengan air mata"oke kita balikan,tapi beri aku satu alasan kenapa kita harus balik?"tanya Rama padaku dengan sambil mengusap air mataku yang membasahi wajahku
"Agar gue bisa ngelupain Ali"
"Kalau cinta kenapa harus dilupain?"
"Kalau Ali sama gue yang ada gak bakal bahagia. Gue takut ovethingking gue gak bisa gue tahan & gue harus nuduh dia dengan apa yang gak dia lakuin. Itu sakit Rama"
Rama tersenyum samar dengan masih memandangku"saat ingin melupakan aku kamu gak mau ada orang baru yang hadir di hidup kamu bahkan saat kamu suka sama Ali kamu rela menahan rasa itu hanya untuk memastikan hatimu sudah bisa menghilangkan aku,tapi sekarang kamu mau menghadirkan orang baru untuk membantu kamu melupakan Ali. Secinta itu kamu padanya Ily"ucapnya terbata padaku.
Aku memandang wajah Rama yang sudah dibasahi dengan air mata namun masih bisa tersenyum walau terlihat samar"lebih dari itu Ram,sampai gue begitu banyak memiliki pikiran negatif padanya namun gue tahan tapi sakit yang gue tahan demi tetap kami bersama lebih sakit lagi tuduhannya"ucapanku kembali tercekat karena aku kembali menangis di bahu Rama dengan menundukkan kepalaku di bahunya"maaf Ram gue melampiaskan semuanya sama lu"ucapku lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
Ternyata Kamu
Romansa"Menjadi dingin pada semua orang adalah tembok yang aku bangun agar aku tidak merasa sakit lagi" Prillya Warut Chawalitrujiwong "Dia dingin namun mampu membuatku jatuh cinta sedalam ini" Aliando Noppanut Guntachai Kisah cinta kaka & adik kelas yang...
