"haruskah aku mengadu? bahwa– ternyata ada mata-mata dikediamannya yang megah ini
Gadis itu melipat kedua tangannya, serta punggungnya yang bersandar dipintu masuk yang seharusnya akan dilewati pria yang disebut kepercayaan jungkook tersebut. lalu, memandang nya malas seolah baru saja akan memberinya hukuman karna sudah melanggar peraturan yang dilarang.
sementara yang ditodong malah menatapnya datar, benarkah dia partner misi yang dimaksud? kenapa tampangnya sangat sombong.
"aku kurang yakin, kau memihak pada paman Han"
"karna... kudengar kau sudah mengabdi kurang–lebih sepuluh tahun disini" lanjutnya
Bogum melepas alat koneksi yang ternyata terpasang ditelinganya selama ini, sama sekali tidak terlihat, mungkin itu alasan kenapa rambutnya dibiarkan memanjang, seah yang memandang hal tersebut terkejut dan cekatan menutup pintu yang sebelumnya terbuka sehingga menyisahkan mereka berdua didalam, diruangan bir, anggur, champagne dan sejenisnya disimpan untuk tamu yang biasanya akan datang berkunjung.
"hey, aku kurang yakin, paman bilang kau spy handal. bagaimana bisa kau dengan santainya membuka benda rahasia itu tanpa melihat suasana" gadis itu menyerobot mengetahui partnernya sedikit ceroboh, atau mungkin mengerjainya yang punya tensi rendah
"pelelangan dibatalkan, tapi beralih dengan banyak kunjungan yang datang hari ini, karna jungkook mengadakan jamuan. bersiaplah"
dahinya mengkerut.
"bagaimana kau tau? tapi kenapa batal, paman bilang aku harus hadir dipelelangan kan?"
"aku tidak yakin kau spy handal, kau tidak cekatan" ujar nya balik menyerang dengan meniru sindiran serampangan partner nya tersebut. sejujurnya menjadi pasangan misi dengan gadis manja sepertinya adalah beban yang berat. apalagi yang dihadapi juga bukan orang yang sembarangan, ditambah lagi alasan misinya adalah Hanbin, pasti pak tua itu akan mengorbankan dirinya demi keselamatan gadis jadi-jadian ini"
"secara 24 jam kami terkoneksi, aku akan menyempatkan diri untuk memberitahumu atau mungkin kau bisa bertanya hal yang ingin kau tau"
"kurang kerjaan... kenapa tidak langsung saja dia berbicara padaku?"
"kau kurang pintar untuk menjadi spy nona kim, itu bisa jadi masalah karna kau akan berhubungan langsung dengan Target lebih lama dan intens dibandingkan aku"
seah mengangguk, sekarang hal itu menjadi kebiasaanya yang agak sedikit lelet. pasalnya sudah terhitung lima tahun lebih dia tidak menggeluti kegiatan seperti ini lagi. ini pertama kali nya setelah sekian lama.
"baiklah... jadi sekarang apa?"
.
..
Sudah menjelang sore, dipastikan tamu akan datang pada malam hari. seah mendapati pesan bahwa jungkook memanggilnya, padahal seharusnya dia siaga tanpa harus diberi perintah terlebih dahulu.
kakinya sudah agak sedikit pegal, sedari tadi menunggu agar tuannya merasa pas dengan jas yang akan dipakainya nanti. sialnya, pria itu melepas dan memakai benda itu tepat didepan matanya.
dan berakhir dengan pilihan jas berwarna coklat pekat dengan dasi berwarna emas gelap. sementara seah siap dengan kemeja putih dan rok hitamnya, ada tanda bahwa dirinya hanyalah seorang pelayan disini dengan tali berwarna hitam melingkari lehernya. tampilan nya juga rapi dengan stocking dikaki jenjangnya. sialnya rok itu terlalu pendek, Bogum yang memberi pakain itu tadi. jangan bilang itu salah satu bagian dari misi.
Jungkook keluar dengan gagah, memandang orang-orang nya yang sudah pada posisinya masing masing. matanya sempat melirik seah yang berdiri tak jauh dari orang kepercayaannya Bogum.
kemudian berjalan melalui mereka, mengubah posisi dimana seah dan bogum berada dibelakangnya pertanda mereka dalam kuasa pria itu.
Seah berjalan melewati koridor, mengikuti langkah tuannya. sebelumnya pria itu memberinya isyarat untuk mengikutinya, walaupun tidak tau mau dibawa kemana perjalanan mereka.
"tuan, tamu sepertinya sudah sampai" ujar seah yang khawatir, pasalnya tuannya ini akan membawanya kebagian belakang mansion dan sudah meghabiskan banyak waktu hanya untuk sekedar sampai kesana.
Jungkook berhenti dan berbalik, mengangkat tangannya dan menggerakkan kedua jarinya mengisyaratkan gadis itu agar mendekatinya.
setelah mereka sudah cukup dekat, gadis itu mengerjap terkejut sebab tuannya memotong ikat rambutnya, sehingga seluruh helaian rambut itu jatuh kepundaknya. tak sampai disitu, jungkook kemudian memerintahkan nya untuk membuka roknya.
"sir.."
meskipun ragu, seah tetap melaksanakan perintah tuan nya itu, sudah tidak waras! dia juga lupa memakai celana agak sedikit panjang.
Jungkook kemudian merendah dengan menekukan satu lututnya menyentuh lantai lalu menyentuh paha kanan gadis itu.
seah diam, tak bergeming sedikitpun
pria itu kemudian berdiri setelah dikira selesai dengan kegiatannya,
jungkook memasangkan tali hitam seperti sabuk pada paha kanannya, itu adalah tempat rahasia untuk menyimpan alat seperti pisau kecil atau pistol.
setelahnya, jungkook kembali berdiri ketika seah sudah kembali kesedia kala, roknya telah dipasang lalu memandang lurus tuannya. jungkook menyisir kelaian rambut yang menjuntai menutupi sebagian wajah seah.
"hanya jaga-jaga, bogum akan memberimu apa yang harus kau isi disana" ujar jungkook dan berakhir pergi yang langsung diikuti pelayannya dibelakang.
selama diperjalanan, seah memberikan ekspresi remehnya, dari kalimat dan kata-katanya itu, tuannya ini tampak begitu mempercayai tangan kanannya, bogum.
tidak tau saja dia... pria itu ternyata musuh dalam selimut.
ah seah sangat penasaran, dan tidak sabar melihat ekspresi tuannya ketika mengetahui kalau orang itu juga komplotan yang sama seperti pelayannya ini.
tbc...
KAMU SEDANG MEMBACA
UNDER COVER
FanfictionSeah mengambil bagian penting darinya dengan menjelma menjadi gadis manis seperti gulali. "yang terlihat manis adalah musuh sesungguhnya" - UNDER COVER Next Mission: Jeon Jungkook publish by kennywithpen ®
