terimakasih tuhan

10 7 2
                                        

Kini, sudah hari ke-3 Aza berada di rumah kediaman Dalion

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kini, sudah hari ke-3 Aza berada di rumah kediaman Dalion. Kesehatan Aza sudah lumayan membaik, suhu tubuhnya sudah kembali normal tapi tidak dengan suasana hatinya.

Sudah 3 hari juga Aza tak sekolah, ia tak tau apa yang harus di lakukanya lagi jika keluar dari rumah Dalion, apa dia akan tetap bersekolah dan pulang ke rumah atau yang lainnya. Kini kesehatannya juga sudah membaik.

Aza sekarang berjongkok di depan bunga mawar putih yang sedari tadi menjadi objek tersenyumnya Aza.

Mama Lola menghampiri gadis tersebut lalu memanggilnya. "Aza, mama mau bicara sebentar nak" ujar mama Lola sembari duduk di kursi taman belakang rumah tersebut.

Aza pun beranjak dari posisi jongkok di depan bunga mawar tadi. Ia berjalan menghampiri Mama Lola yang sudah bersedia di sampingnya.

Aza duduk di samping mama Lola. Ia tersenyum ke arahnya.

"Mama mau bicara soal kamu nak, apa kamu sudah siap sekarang?"tanya mama Lola.

Aza tersenyum tipis, lalu mengangguk. "Aza siap ma"

Mama Lola tersenyum simpel. "Mama gak mau maksa kamu untuk cerita, tapi mama gak tau harus gimana nak. Papa Damar kemarin cerita soal kamu yang di bawa Dalion pulang dalam keadaan lembab, ada apa sebenarnya nak?"

Tatapan Aza teduh, is seakan ingin menangis lagi setelah di tanya mengenai kehadirannya yang datang bersama Dalion di waktu hujan beberapa hari lalu.

Mama Lola paham, ia menggenggam erat jemari Aza, mencoba menyalurkan kekuatan kepada gadis yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.

"Pelan-pelan aja nak ngomongnya" ujar mama Lola lagi.

Aza menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan. "Aku ketemu Dalion sewaktu dia nyelamatin aku di sisi pagar jembatan. Aku waktu itu sudah menyerah, aku lelah, aku kecewa, aku gak sanggup menjalani hidup aku yang sudah sangat tak bisa aku kendalikan. Aku tak menemukan jalan keluar dari masalah itu... Hingga..."

Ucapan Aza terjeda sebentar, dadanya terasa sesak, is menjadi susah bernafas dan mengontrol emosi yang ada di dalam dirinya, matanya perlahan mengeluarkan butiran bening yang membanjiri pipinya.

"A-aku putusin untuk coba akhiri hidup aku.."

"Aku di bully, aku gak punya keluarga lagi, Tante yang mengasuh aku jahat, dia jahat..."

"A-aku di pukul, aku di Jambak, aku hampir di lecehkan sama Abang sepupuku sendiri.."

"Hidup aku hancur..." Isak Aza sembari memukul dadanyaagi.

Ucapan itu sukses membuat mama Lola langsung memeluk Aza erat. Memeluk Aza dan mengelus surai rambutnya. Tangisan Aza pecah, ia tak sanggup harus bercerita seperti ini kepada orang mengenai bagaimana perasaannya, karena sedari kecil ia sudah terbiasa memendamnya sendiri.

"Udah sayang udah... Jangan di lanjutin lagi ya" ujar mama Lola yang juga ikut terisak karena rasa sesak yang Aza bawa ketika bercerita sukses membuat wanita tersebut menangis pecah.

Rumah singgahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang