V, Jungkook dan wanita itu makan dalam diam. Sedikit heran pada awalnya kenapa namja cantik itu makan satu meja dengan mereka. Ia harus benar-benar mencari tau siapa sebenarnya namja itu.
" Aku selesai. " V berdiri dari kursinya setelah meneguk air minumnya hingga habis. Jungkook ingin ikut berdiri tapi dicegah V.
" Habiskan dulu makananmu, baby. " Ucap V tanpa beban. Ia tidak tau jika ucapannya itu membuat seseorang merona bahkan wanita yang dari tadi sedang asik menyantap makanannya sampai tersedak. Tapi V enggan peduli, ia mengusak surai Jungkook lalu pergi ke ruangan pribadinya.
Sepeninggal V, Jungkook melirik wanita di hadapannya yang sedang menatapnya dengan raut wajah yang sulit diartikan. Jungkook menghabiskan sisa makanannya yang tinggal sedikit lagi sambil menunduk.
" P-permisi nona. " Jungkook membungkuk lalu mengambil piring kotor untuk dibawa ke belakang. Karena V sudah didalam ruangannya, wanita itu melancarkan aksinya. Mengikuti namja cantik itu kedapur, ia harus memastikan sesuatu.
" Jungkook. "
" I-iya nona. "
" Sejak kapan kau tinggal di Mansion ini? Dan apa tujuanmu? " Katanya langsung tanpa basa-basi. Tangannya bersedekap sambil terus memperhatikan Jungkook yang sedang mencuci piring. Setelah selesai Jungkook mengelap tangannya dan menghadap ke arah wanita itu.
" S-saya baru l-lima hari disini nona. " Wanita itu menaikkan sebelah alisnya.
" Lalu? Apa hubunganmu dengan Taehyung? "
" Maksud nona? Taehyung, siapa? "
Wanita itu menghela nafas. " Maksudku V, apa kau kekasih dari V? Karena jika kau seorang maid, kamar tamu itu tidak akan pernah kau tempati karena itu bukan kamar seorang pelayan. "
" S-saya, saya ____."
" Berhenti bertanya yang aneh-aneh padanya. " Ucap V yang ternyata sudah ada dibelakang wanita itu. V kembali turun karena ingin meminta secangkir teh pada Jungkook, entah kenapa ia sudah punya feeling jika wanita itu pasti akan menginterogasi Jungkook, dan benar dugaannya.
Wanita itu berdecak malas. " Aku tidak bertanya yang aneh-aneh Tae. Lagipula kenapa kau seolah peduli sekali padanya? Sedangkan kau selalu dingin padaku. "
" Karena dia milikku Ze noona. " Ucap V sambil menekan kata milikku. Lalu berjalan ke arah Jungkook dan dengan santai mengecup pipi Jungkook singkat. Nafas Jungkook tercekat, memandang sang tuan yang saat ini sedang menatapnya sambil tersenyum? Apa dia sedang bermimpi? Ada apa dengan V? Kenapa hari ini dia berubah? Apa karena wanita bernama Ze itu? Apa hubungan keduanya? Pertanyaan berseliweran dikepala si cantik karena teramat bingung.
" Tolong buatkan aku teh camomile baby, dan bawa ke ruang kerjaku di lantai dua paling ujung pintu berwarna hitam. "
" B-ba baik. " V meninggalkan Jungkook untuk kembali ke atas. Tapi sebelum benar-benar sampai atas, suara V kembali bergema.
" Pergilah ke kamarmu dan jangan ganggu dia Ze, atau aku akan semakin marah padamu. " Setelahnya V benar-benar pergi ke ruangannya. Ze menuruti keinginan V, naik ke kamarnya yang ada di lantai atas karena kalau tidak V akan bertambah marah padanya.
Jungkook bernafas lega saat wanita itu sudah pergi. Karena sungguh demi apapun ia ketakutan bila berhadapan dengan wanita itu. Auranya hampir sama dengan sang tuan.
Di kamar
" Ada apa lagi? "
" Aku sedang kesal. "
" Taehyung? "
" Ya. Apa kau tau? Aku baru saja ingin bertanya siapa namja itu dan apa hubungannya dengan Taehyung. Dan sialnya saat namja itu akan menjawab, Tiba-tiba Taehyung datang dan menggagalkan rencanaku. " Suara kekehan terdengar dari seberang panggilan.
