Jennie mondar-mandir didalam kamarnya, ia bingung harus melakukan apa. Satu sisi ia masih terikat persekutuan dengan kelompok NUES'T, tapi disisi lain ia ingin segera mendekati Taehyung dan menjadikan namja tampan itu miliknya. Ia bisa saja keluar dari Mansion milik Aaron, tapi itu terlalu beresiko karena diluar begitu banyak penjaga.
Walaupun ia tidak dilarang kemanapun, tapi mata-mata Aaron selalu mengawasinya.
" Sial, bagaimana caranya aku keluar dari sini? Aku harus segera melancarkan aksi ku. Tapi namja sialan itu selalu melarang ku. Aarrghhh..!!!! " Jennie mengusak surainya frustasi. Disaat ia mulai kehabisan ide, tiba-tiba otak buntu nya mendapat pencerahan. " Aku yakin ini akan berhasil. " Senyum Jennie mengembang. Dengan cepat ia keluar dari kamarnya untuk menemui Aaron.
.
.
.
.
.
.
Taehyung dan Jungkook sudah sampai di Mansion, karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu, Jungkook langsung bergegas ke kamar dan kembali keluar untuk membuat makanan untuk sang tuan.
" Kenapa kau buru-buru sekali? " Taehyung mencekal lengan Jungkook yang sedang berjalan cepat ke dapur.
" Aku ingin masak, katanya tuan tadi ingin segera makan masakan saya. "
" Tidak usah, sebentar lagi makanan akan datang. " Taehyung melepaskan cekalan tangannya.
" Eeehh, tapi__"
" Diam atau aku akan mencium bibir mungilmu itu. " Jungkook melotot dan reflek menutup bibirnya dengan kedua tangan. Taehyung terkekeh dan kembali menarik pinggang Jungkook agar semakin dekat dengannya.
" Kau tau? Sejak pertama kali kau datang ke rumah ini, aku sudah merasakan sesuatu yang aneh pada diriku. Selama ini aku selalu menutup diriku dan juga hatiku, aku tidak pernah membiarkan seseorang kembali mengisinya karena aku takut kecewa lagi._______
___ tapi entah kenapa, saat aku dekat denganmu aku ingin selalu melindungimu. Aku marah saat kau terluka, dan ini,, " Taehyung membelai pipi kiri Jungkook yang masih sedikit memar. " Aku benci melihat memar ini, ingin rasanya aku mematahkan tangan orang-orang yang melukaimu. " Taehyung mendekatkan wajahnya, tangannya menarik jemari Jungkook yang masih menutup bibirnya.
" Kalau aku menciummu sekarang, apa kau akan marah padaku, Jungkook? " Ucapnya tepat didepan bibir Jungkook. Namja cantik itu menutup matanya rapat, antara takut dan juga malu. Tanpa ragu Taehyung langsung mengecup bibir cerry Jungkook dan itu membuat si cantik membuka matanya.
Taehyung tersenyum, kembali mendekatkan wajahnya dan meraup bibir Jungkook. Kali ini bukan sekedar kecupan, tapi lumatan. Lumatan lembut yang membuat Jungkook menegang karena ini ciuman pertamanya.
" Balas ciuman ku. "
Jungkook dengan kaku mulai menggerakkan bibirnya, menyesap bibir atas Taehyung saat namja tampan itu menghisap bibir bawahnya. Mata keduanya tertutup menikmati perasaan asing nan nyaman saat kedua bibir beda volume itu menyatu. Taehyung tersenyum diantara ciuman mereka, Jungkook benar-benar seorang amatir dan polos ternyata.
" Mmmhhhhh. " Satu lenguhan lolos saat tangan Taehyung meremas pinggang rampingnya. Tanpa menunda, Taehyung melesakkan lidahnya mengabsen seluruh isi mulut Jungkook, menarik lidah si cantik keluar untuk ia hisap kuat-kuat.
" Aaahhhh. "
" Shit!!!! Jangan mendesah atau aku akan berbuat lebih dari ini. " Jujur saja Taehyung tidak menyangka jika desahan lirih Jungkook sanggup membuat seluruh tubuhnya panas. Setelah puas dengan bibir, Taehyung menyasar ke leher, menjilat dan menyesap kuat hingga terdapat ruam merah keunguan di leher Jungkook. Namja cantik itu berusaha keras menahan desahannya dengan cara menggigit bibirnya. Taehyung mengangkat kepalanya saat tanda buatannya terlihat sempurna.
