Jungkook sampai di mansion tepat pukul satu siang. Segera ia melangkah menuju kamarnya dan berganti baju. Suasana mansion masih sepi karena Ze dan juga Taehyung masih di kantor.
Drrttt..
Ddrrtttt..
Ponselnya berbunyi, ternyata sebuah pesan dari Taehyung. Jungkook tersenyum dan membuka pesan itu.
Taehyungie 💚
Apa kau sudah dirumah baby?
Sudah Hyung, baru saja.
Taehyungie 💚
Kalau begitu istirahatlah, tapi kau harus makan dulu. Oiya, aku akan membawa seseorang yang spesial nanti malam, masaklah yang enak.
Jungkook mengerutkan kening. Siapa? Kenapa Taehyung menyebutnya spesial? Jungkook menggigit bibirnya, berpikir apa yang harus ia katakan?
Baik Hyung.
Itulah jawaban Jungkook. Ia menghembuskan nafasnya pelan. Tiba-tiba ia merasa sedih saat mengingat pesan Taehyung tadi. Orang yang spesial ya? Lalu, apa dia tidak spesial bagi Taehyung?
" Astaga Jungkook, apa yang kau pikirkan? Jangan terlalu berkhayal menjadi bagian dari hidup seorang Kim Taehyung. Dia dan kau berbeda, tentu dia akan memilih orang yang sepadan dengannya dan bukannya seorang namja yatim piatu miskin sepertimu. Tapi, kenapa dia kemarin mengatakan padaku jika dia tulus mencintaiku? Apa itu hanya sandiwara?" Ucapnya pada dirinya sendiri. Entah apa yang ia rasakan saat ini ia juga tidak tau. Tapi hatinya terasa sakit, seperti ada yang menusuknya dengan belati. Airmatanya pun ikut mengalir berbarengan dengan dadanya yang semakin terasa nyeri.
Sedangkan di kantor Taehyung, seorang yeoja cantik dengan rambut hitam panjang tengah menatapnya dengan tatapan jengah. Pasalnya, namja itu selalu tersenyum seperti orang gila.
" Hei, kau tidak gila kan? Kenapa kau dari tadi tersenyum? Atau jangan-jangan kau kerasukan penunggu ruanganmu? "
Taehyung yang dari tadi menatap ponselnya seketika langsung melihat yeoja itu dengan tatapan datar andalannya.
" Jika kau masih menggangguku, lebih baik kau pergi dari kantorku sebelum aku meminta pria tinggi itu membawamu pergi dari Korea. " Ucap Taehyung panjang lebar.
" Iiissshhh, kau selalu saja dingin padaku. "
Yeoja itu merengut sambil bersedekap dada, tak lupa alisnya yang bertaut karena kesal. Taehyung? Namja itu hanya merotasi matanya malas.
.
.
.
.
.
" Ada apa? "
" Nona, saya melihat sebuah mobil terparkir didepan mansion utama. "
" Apa kau tau siapa pemiliknya? "
" Sepertinya itu milik nona Jane. "
" Ow, ternyata dia sudah berani menginjakkan kakinya di mansion orang tuaku? Cukup berani juga. Awasi terus, aku akan sampai sebentar lagi. "
" Baik nona Ze. "
Klik..
Ze meremat ponselnya kuat-kuat. Dalam otaknya sudah tersusun rencana apa yang akan ia lakukan untuk meladeni permainan Jane.
