Suara langkah sepatu beriringan menuju sebuah ruangan bertuliskan CEO didepannya. Orang yang berada paling depan mengetuk pintu, beberapa saat kemudian terdengar jawaban dari dalam ruangan.
" Selamat siang Sajangnim, saya mengantarkan tuan Jeon dan nona Jeon."
" Terimakasih, kembalilah ke tempatmu. "
" Baik Sajangnim. " Pria itu undur diri dari ruangan sang bos.
" Silahkan duduk tuan Jeon, beri aku waktu sedikit lagi untuk memeriksa kertas ini. "
" Silahkan Kim Sajangnim, jangan terlalu pedulikan saya. " Tuan Jeon duduk disofa dengan Somi yang berada tepat di sampingnya.
"Kantor ini begitu bagus dan sangat mewah, bahkan semua isinya sangatlah mahal. Aku akan mendapatkan keuntungan besar jika berhasil bekerjasama dengan tuan Kim. "
" Appa harus berhasil bekerjasama agar aku bisa tetap bersenang-senang. "
" Mau minum apa tuan Jeon? " Suara Chanyeol mengagetkan ayah dan anak yang sedang melamun itu.
" Oh, a-apa saja tuan Kim. " Chanyeol mengangguk dan menelpon bagian pantry untuk membawakan minum ke ruangannya. Setelah selesai dengan kertasnya Chanyeol duduk di single sofa disamping tuan Jeon.
" Jadi? Apa yang bisa aku bantu tuan Jeon? "
" M-maaf jika kedatangan kami terkesan mendadak Kim Sajangnim. Tapi, kami sendiri tidak tau harus meminta bantuan pada siapa lagi, perusahaan kami hampir bangkrut dan kami terpaksa memecat sebagian besar karyawan,para investor pun tidak percaya lagi pada perusahaan kami dan memilih menghentikan investasi mereka. " Tuan Jeon menyerahkan map yang ia bawa pada Chanyeol yang langsung diterima dengan baik oleh pria tampan itu.
Chanyeol menutup map itu setelah semuanya sudah ia baca. Meletakkan map itu diatas meja lalu memandang pria di sampingnya. " Anda ingin saya menanam saham di perusahaan anda agar perusahaan itu tidak bangkrut? tapi saat saya membaca isi map ini ada beberapa poin yang memberatkan bagi saya tuan Jeon. Saya sedikit tidak yakin bisa menginvestasikan uang saya pada perusahaan anda. " Tuan Jeon tentu kaget dengan ucapan Chanyeol. Jika biasanya mereka yang berinvestasi pada perusahaannya akan langsung mengiyakan karena iming-iming yang ada didalam map, tapi tidak untuk Chanyeol. Pria matang itu sudah malang melintang didunia bisnis hingga ia bisa membangun kerajaan bisnisnya menjadi seperti sekarang. Tidak sembarang perusahaan bisa bekerjasama dengan Kim Corps, dan malangnya bagi orang seperti Jeon In Sung yang tidak terlalu tau seluk beluk masalah perusahaan justru datang dengan persiapan minim walaupun nyatanya ia sudah mempersiapkan map itu sematang mungkin. Nyatanya Chanyeol tak bisa di janjikan dengan hanya sekedar tulisan tinta diatas kertas.
Tok
Tok
Tok
Seorang office boy masuk membawa minuman yang tadi dipesan Chanyeol.
" Silahkan Sajangnim. "
" Terimakasih. Silahkan diminum tuan Jeon, nona. "
Jeon in sung meminum tehnya begitupun dengan Somi. In sung meletakkan cangkirnya kembali diatas meja dan memulai aksinya untuk menarik simpati dari Chanyeol." Tolong saya Sajangnim, jika kerjasama ini batal maka perusahaan yang sudah saya bangun dengan susah payah akan kolaps dan saya bisa gulung tikar. Bagaimana saya bisa memecat semua karyawan yang sudah mengabdi di perusahaan? " Jeon In sung memohon dengan wajah yang sangat memelas. Chanyeol memandang In sung datar, ia tau akan seperti ini kejadiannya.
" Begini saja tuan Jeon, bagaimana jika aku mengambil alih perusahaan milikmu beserta seluruh karyawannya? Anda pasti tau apa maksudku kan tuan Jeon? " Jeon In Sung semakin tercengang mendengar penuturan Chanyeol, jujur itu diluar pemikirannya saat ini.
